Judul : Garden Ghost
Judul Asli : Akuryou no Niwa
Author : Hiroko Kazama
Komik
ini pertama kali diterbitkan di Jepang pada tahun 1987 oleh Akita Publishing
Co. Sementara di Indonesia, komik ini baru diterbitkan pada tahun 2003 oleh PT.
Elex Media Komputindo.
Komik
Garden Ghost memuat lima cerita berbeda yang tidak berhubungan satu sama
lainnya.
![]() |
| Tampak Belakang |
Cerita
1 : Garden Ghost
Nakako
Niresaki merupakan anak dari seorang penulis terkenal. Saat ini Ayahnya sedang
melakukan penelitian di situs kebudayaan Suku Inca, Peru untuk mengumpulkan bahan cerita
berikutnya.
Oleh
karena itu, ia dititipkan kepada Sinichirou. Shinichirou Kizaki sendiri adalah seorang
penulis muda kenalan Ayahnya. Ia pernah memenangkan sebuah penghargaan sastra
lima tahun lalu.
Nakako
akan numpang tinggal di rumah Shinichirou, sekaligus pindah sekolah ke SMU
sastra dimana Shinichirou mengajar. Shinichirou yang dikaguminya sejak kecil,
kini tinggal sendirian di rumah tua besar warisan Ibunya.
Namun
di hari kedatangannya, ia sempat kesulitan menemukan rumah Shinichirou. Ia
sangat yakin kalau dirinya kena tipu rubah (berputar-putar di tempat yang
sama).
Nakako
mendapat kamar yang pemandangannya menghadap ke sebuah kebun yang terbengkalai.
Tiba-tiba, ia merasakan seperti ada sesuatu yang masuk ke kamarnya saat membuka
jendela.
![]() |
| Kebun Misterius Depan Kamar |
Sebagai
balas budi, Nakako berjanji akan memasak untuk Shinichirou. Saat sedang mencuci
piring, lagi-lagi ia merasakan seperti ada sesuatu yang mengawasinya.
Keesokannya
di sekolah, Nakako ditanyai oleh beberapa orang temannya soal kebenaran bahwa
dirinya yang tinggal di rumah Pak Guru. Ternyata, Shinichirou cukup populer di
kalangan siswi-siswi di sana.
Salah
seorang dari mereka ingin sangat kepo soal gossip percintaan Shinichirou.
Menurut kabar, Pak Guru Kizaki pernah menjalin cinta dengan seorang siswi
bernama Mariko Naitou. Mereka berhubungan saat Shinichirou masih jadi guru
magang di sana.
Akan
tetapi, pada suatu hari Mariko menghilang begitu saja dan Pak Guru masih belum
bisa move on sampai sekarang. Dengar-dengar, hal itulah yang menyebabkannya masih
melajang sampai sekarang.
Teman-temannya
meminta Nakako untuk menanyakan kebenaran soal alasan Pak Guru menjomblo. Tentu
saja itu adalah permintaan yang agak sulit.
Pada
suatu hari, Shinichirou menghadiahkan Nakako sebuah hiasan penahan kertas
bentuk angsa yang terbuat dari kaca. Katanya, hadiah itu diberikan dalam rangka
ultah Nakako yang ke-17.
Hadiah
tersebut bikin Nakako jadi berbunga-bunga. Tiba-tiba, ia merasakan hawa yang
tak enak di kamarnya.
Mendadak jendela di kamarnya pecah dan serpihan kacanya mengenai seluruh tubuh Nakako. Ia kemudian disadarkan oleh Shinichirou.
Kaca jendela di kamarnya terlihat masih utuh. Hanya saja, hadiah pemberian Shinichirou
pecah berkeping-keping. Shinichirou meyakini benda itu ga sengaja tersenggol
saat Nakako pingsan.
Keesokannya
saat istirahat makan siang, teman-temannya kembali membicarakan gossip lainnya
soal Shinichirou. Katanya, karya Shinichirou yang mendapatkan penghargaan
merupakan karya dari Mariko Naitou.
Untuk
membungkamnya, gadis itu dibunuh dan dikuburkan di suatu tempat di rumah itu. Konon,
arwah Mariko yang masih cinta pada Pak Guru bakal menghantui gadis-gadis yang
mendekatinya.
Mendengar
itu, Nakako merasa tak bisa mengabaikan gossip itu.
Saat
pulang sekolah, ia melihat Shinichirou menaiki bis di halte. Nakako kemudian
buru-buru ikut menaiki bis tersebut.
Anehnya
saat ia sudah naik, Shinichirou tidak ada di dalamnya. Ia malah melihat
Shinichirou berada di bis lain.
Bis
yang ia naiki kemudian berjalan dan tak berhenti di halte mana pun. Meski
Nakako memencet bel untuk turun, bis terus saja berjalan.
Merasa
panik, Nakako memecahkan kaca jendela bis dan loncat dari sana. Tiba-tiba ia
terduduk di pinggir trotoar seperti orang linglung.
Pulangnya, Nakako mendesak Shinichirou untuk menceritakan soal Mariko Naitou. Shinichirou pun akhirnya menceritakan kebenaran kisah cintannya dengan Mariko Naitou.
Memang benar, ternyata Shinichirou setia menjomblo karena masih menunggu Mariko. Ia juga yakin akan berjumpa dengan Mariko lagi suatu hari nanti.
Pandangan
Nakako teralihkan dengan sebuah berita di televisi tentang kecelakaan bis. Ia
yakin sekali kalau itu adalah bis yang ia naiki tadi.
Seandai
dia ga maksa keluar, barangkali Nakako udah tewas sekarang. Nakako
yang ketakutan jadi histeris, sebab ia merasa mendapat terror tak kasat mata
yang berasal dari rumah itu.
Seperti
mendapat firasat buruk, Shinichirou akhirnya meminta Nakako untuk pindah dari
rumahnya besok. Ia berjanji akan bantu mengurus semua yang dibutuhkan.
Malamnya,
Nakako tidak bisa tidur karena suara angin di luar membuat kaca jendela jadi
berisik. Saat berniat menutup penahan jendela, sebuah tangan ghaib menarik tangannya.
Tiba-tiba
sosok hantu wanita muncul dari jendela. Nakako yang ketakutan segera berlari
mencari Shinichirou.
Saat
sedang mencari, kebetulan ia melihat sebuah kamar yang berantakan seperti habis
diacak-acak maling. Rupanya, itu adalah kamar mendiang Ibu Shinichirou.
Nakako
kemudian menemukan sebuah karya sastra milik Mariko Naitou di antara tumpukan
barang yang berantakan. Tiba-tiba, Shinichirou muncul di kamar itu.
Nakako
yang panik melemparkan kumpulan lembar naskah sastra itu ke Shinichirou dan segera lari.
Shinichirou mengejar Nakako karena berniat ingin menjelaskan semuanya.
Tapi
tiba-tiba, rambut Nakako ditarik oleh sebuah tangan ghaib yang menyeretnya ke
area kebun terbengkalai. Menyadari sosok ghaib itu adalah Mariko,
Shinichirou memohon agar ia tak membunuh Nakako.
Arwah
Mariko lalu melepaskan Nakako. Di saat bersamaan, ada begitu banyak robekan kertas yang keluar dari dalam tanah di kebun itu.
Rupanya itu adalah sebagian dari buku diary mendiang Ibu Shinichirou. Buku itu telah lama dibakar dan dikubur di suatu tempat.
Dari diary itu, Shinichirou mengetahui bahwa Ibunya lah yang mencuri karya sastra Mariko. Mendiang Ibunya mengirimkan karya tersebut atas nama Shinichirou ke ajang penghargaan sastra.
Ibunya kemudian membunuh dan menguburkan Mariko di suatu tempat di rumah itu. Hal itu dilakukan demi meneruskan impian Ayah Shinichirou yang ingin menjadi penulis terkenal.
![]() |
| Kebenaran Terungkap |
Shinichirou
cukup syok dengan semua kenyataan yang ia ketahui selepas ditemukannya diary
sang Ibu. Terutama kenyataan bahwa Mariko Naitou yang selama ini ia tunggu
sudah meninggal.
Ia
kemudian meminta Nakako untuk pergi dari rumah itu. Sekalian ia juga menitipkan, sebuah karya tulisan miliknya untuk dilihat Ayah Nakako.
Seperginya dari sana, Nakako melihat kepulan asap dari rumah Shinichirou. Tampaknya, Shichirou hendak menyusul Mariko.
Pada
suatu hari saat liburan musim panas, Nakako bertolak ke Peru untuk menyusul
Ayahnya di sana. Di pesawat ia melihat buku kesusatraan, dimana nama
Shinichirou masuk ke dalam daftar nominator penghargaan sastra terbaik tahun
itu.
Rupanya,
Nakako langsung memberikan tulisan itu ke editor Ayahnya, sehingga hasilnya
jadi demikian. Ini membuktikan, bahwa Shinichirou memang berbakat.
Cerita
2 : Dari Laut
Kazuya adalah seorang anak yang biasa tinggal di kota besar, kini harus menetap di sebuah
kota kecil di pesisir laut. Kebetulan, Ayah Kazuya yang bekerja di bidang
konstruksi harus mengurus proyek pembangunan di kota kelahirannya.
Di
tempat baru itu, mereka bertiga menempati sebuah rumah tua peninggalan Nenek
Kazuya. Suasana yang berbeda membuat Kazuya kesulitan beradaptasi dengan
lingkungan baru.
Saat
sedang berjalan-jalan mengelilingi kota dengan sepeda, Kazuya bertemu dengan
seorang anak gadis di sebuah tebing.
Kazuya
sangat kaget karena gadis itu mengetahui namanya. Padahal ia baru pindah tiga hari
dan belum punya teman sama sekali.
Gadis yang kelihatannya sebaya dengan Kazuya itu tiba-tiba menangis bahagia. Sebab ia sudah lama menanti Kazuya. Ia kemudian
mengajak Kazuya berkunjung ke rumahnya yang ada di atas bukit.
![]() |
| Rumah Terbengkalai di Atas Bukit |
Kazuya dibawa menuju sebuah rumah bergaya Eropa yang tampak sudah lama
terbengkalai. Meski begitu, Kazuya merasa seperti pernah berkunjung ke sana. Lalu
tiba-tiba saja, anak gadis itu menghilang.
Di
rumahnya, Kazuya bertanya pada Ibunya apa mereka pernah ke kota ini sebelumnya. Menurut Ibunya, Kazuya selama ini lahir
dan besar di Tokyo. Kalau pun pernah datang ke kota ini hanya saat usia Kazuya masih
2 tahun.
Maka
dari itu, mustahil Kazuya punya ingatan soal kota tersebut. Lebih-lebih lagi
ingatan soal rumah terbengkalai di atas bukit.
Masih
penasaran dengan rumah tersebut, keesokannya Kazuya mengunjungi rumah itu lagi.
Saat ia masuk ke dalam, ia bertemu dengan anak gadis yang wujudnya jauh
lebih dewasa daripada kemarin.
Gadis
itu lalu mengajaknya untuk minum teh. Kazuya terpukau dengan interior dalam
rumah yang ternyata tampak mewah.
Lagi-lagi
ia merasakan déjà vu, seolah-olah pernah merasakan suasana yang sama. Ia lalu
menanyakan siapa nama gadis itu.
Namun
gadis itu meminta agar Kazuya bisa mengingat namanya sendiri, ditambah ia sudah
tidak punya banyak waktu. Kesal mendengar jawaban seperti itu, Kazuya
jadi marah dan pergi dari tempat itu.
Hari-hari
berlalu dan Kazuya berusaha untuk tidak memikirkan gadis itu. Namun pada suatu malam, Kazuya mendengar bahwa
perusahaan Ayahnya akan meratakan rumah di atas bukit untuk membangun hotel.
Kazuya bilang pada Ayahnya, kalau ada seorang gadis yang tinggal di sana. Tentu
saja Ayahnya membantah, karena di sana cuma rumah kosong yang tak berpenghuni.
Kalau
pun dulu ada yang pernah tinggal di sana, itu hanya seorang nenek-nenek yang
sudah meninggal 10 tahun lalu. Kazuya kemudian meminta Ayahnya untuk
menceritakan soal rumah itu.
Katanya,
mendiang nenek yang tinggal di rumah itu sangat cantik waktu mudanya. Nenek itu
adalah seorang anak tunggal pemilik bank. Ia kehilangan kekasihnya akibat gugur
di medan perang.
Sejak
kecil nenek itu sering sakit-sakitan. Makanya, villa di atas bukit sengaja
dibangun untuk memulihkan kesehatannya.
Meski
sudah mendengar cerita tersebut, hal itu tetap tidak bisa menerangkan ingatan
Kazuya. Maka dari itu, Kazuya memutuskan untuk berkunjung ke sana lagi besok.
Saat
Kazuya berkunjung ke sana, lagi-lagi gadis itu tampak lebih dewasa daripada
saat terakhir dia temui. Gadis itu kemudian mengajak Kazuya untuk mengingat
masa lalu.
Rupanya,
Kazuya adalah reinkarnasi dari kekasih gadis itu. Keduanya sudah bertunangan,
tapi Kazuya gugur di medan perang.
Meski
Kazuya sudah tiada, gadis yang bernama Mayuko itu berjanji akan selalu menunggu
Kazuya di ujung tebing sana. Dan Mayuko pun terus menunggu hingga akhir
hayatnya.
Setelah mendapatkan kembali ingatan kehidupan sebelumnya, Kazuya tiba-tiba jatuh
tak sadarkan diri. Ia mengalami demam tinggi dan mengigau memanggil-manggil
nama Mayuko.
Beberapa
tahun berlalu, Kazuya tumbuh jadi lelaki keren yang digandrungi banyak anak
cewek. Meski begitu, ia bertekad bahwa sekarang adalah gilirannya untuk
menunggu Mayuko.
Pada
suatu hari saat pulang bersepeda, ia menemukan sosok anak gadis yang sedang
termenung menatap ke arah laut. Kazuya lalu memanggil gadis itu dengan nama
Mayuko,
Tentu
saja anak gadis itu terkejut karena Kazuya tahu namanya. Padahal ia baru pindah
ke kota tersebut kemarin.
Kazuya
lalu menawarkan untuk membonceng gadis itu. Ia akan menceritakan semuanya
pelan-pelan, sampai Mayuko bisa mengingat masa lalu mereka.
Cerita
3 : Tragedi Terakhir Keluarga Kirigamine
Noriko
bersama Takashi—teman masa kecilnya, melakukan sebuah perjalanan ke Desa Madou
yang lokasinya cukup terpencil di perfektur Okayama. Untuk mencapai desa
tersebut, mereka harus melewati hutan diantara apitan pegunungan.
Perjalanan
keduanya ke sana bukan tanpa sebab. Noriko diminta kakeknya yang sedang sakit untuk mengantarkan sebuah barang kepada Tome Kirigamine—cinta pertama sang kakek.
Namun
untuk menemukan desa terpencil itu, Noriko dan Takashi sampai harus
berputar-putar di tempat yang sama. Saat keduanya sudah kepayahan, tiba-tiba
mereka melihat sebuah hamparan perkebunan di tengah kaki gunung.
Mereka berhasil menemukan Desa Madou dan sampai di rumah Nenek Tome. Hanya saja,
Noriko merasakan suasana horror ketika datang ke sana.
![]() |
| Rumah Kirigamine |
Nenek
Tome menawarkan keduanya untuk bermalam sebelum kembali besok. Meski menolak,
situasi hujan deras yang mendadak membuat mereka terpaksa harus bermalam.
Setelah
Takashi bercanda soal Nenek Tome, tiba-tiba mereka dibuat kaget dengan
kemunculan Nenek Tome yang kini ada dua orang. Ternyata Nenek Tome memiliki
adik kembar yang bernama Ume.
Petir
lalu menyambar dengan dahsyat, sehingga memadamkan lampu di rumah keluarga
Kirigamine. Tiba-tiba muncul dua orang nenek lainnya yang mirip dengan Nenek
Tome dan Ume.
Lama
kelamaan mereka muncul menjadi lima orang. Rupanya Nenek Tome kembar lima.
Hanya saja mereka berlima terlalu mirip, dimulai dari wajah, pakaian, model
rambut, dan lainnya.
Noriko
yang ketakutan lantas bersiap untuk tidur. Namun, ia kesulitan tidur karena
mendengar suara rame dari ruang sebelah.
Saat
ia memeriksa ruang sebelah, ia heran karena ruangan tersebut kosong melompong.
Merasa bingung, Takashi muncul dan menjelaskan bahwa itu adalah fenomena porter guys (terdengar rame, meski tidak
ada orang sama sekali).
Mendengar
itu, Noriko jadi semakin ketakutan. Sialnya lagi, tiba-tiba ia jadi kebelet
ingin ke toilet. Nenek Tome tiba-tiba muncul dan memberitahu bahwa lokasi kakus
berada luar rumah.
Sambil
ditemani Takashi, Noriko terpaksa memakai kakus tersebut. Ia memastikan bahwa
Takashi masih berada di luar menunggu.
Namun,
Noriko mendengar teriakan suara Takashi. Saat keluar, ia tak melihat Takashi
dimanapun.
Sosok
mengerikan kemudian meraih kaki Noriko, sehingga membuatnya menjerit. Noriko memukuli
sosok mengerikan itu menggunakan sebuah tongkat panjang.
Noriko
tak tahu, kalau sosok itu adalah Takashi yang ga sengaja nyemplung ke septic
tank. Noriko yang panik segera masuk ke dalam rumah, tapi ia gak menemukan
siapa-siapa di sana.
Anehnya,
suara ribut-ribut di ruangan sebelah terdengar semakin kencang. Saat Noriko membuka
ruangan itu, suasana jadi senyap seketika.
Ia kemudian menutup ruangan itu, tapi ruangan itu terdengar rame kembali. Noriko memutuskan membuka ruangan itu kembali dengan harapan suara ribut-ribut itu reda.
Tapi
Noriko kaget bukan main waktu melihat berbagai sosok hantu Jepang di dalam
sana.
![]() |
| Hantu Lagi Kumpul Arisan |
Di
pojok ruangan, kelima orang nenek kembar Kirigamine terikat. Mereka berlima
menyuruh Noriko supaya kabur menyelamatkan diri.
Maka
terjadilah aksi kejar-kejaran antara hantu dan Noriko hingga ke luar rumah.
Pada akhirnya Noriko berhasil ditangkap oleh para hantu mengerikan itu dan ia
pun pingsan.
Samar-samar
ia tersadar dan mendengar kumpulan suara banyak orang dalam satu ruangan. Di
sana juga ada Takashi yang ikut bergabung.
Rupanya,
terror itu adalah ulah penduduk Desa Madou yang mengenakan kostum hantu.
Menurut kepercayaan mereka, jika ada orang yang pingsan karena ditakut-takuti
di Desa Madou, itu berarti mereka akan panen raya tahun ini.
Takashi
yang tercebur septic tank terpaksa diselamatkan penduduk, sehingga hanya Noriko
yang ditakut-takuti. Kesal mendengarnya, Noriko memutuskan untuk ikut minum dan
bersenang-senang bersama para penduduk desa.
Keesokannnya,
mereka berdua melakukan perjalanan kembali ke rumah. Sekembalinya dari sana,
Noriko menceritakan pengalaman tersebut pada Ibunya.
Ibunya
tak percaya, sebab Desa Madou sudah lama terkubur akibat tsunami 10 tahun yang lalu.
Kakek yang pikun bahkan sudah sepuluh kali meminta Ibunya Noriko untuk
melakukan hal yang sama.
Pernyataan
Ibunya tentu saja membuat Noriko menjadi bingung. Makanya, ia lalu bercerita
pada Takashi.
Mendengar
itu, Takashi bilang itu adalah hal yang hebat. Bahkan kalau bisa mereka
berkunjung kembali ke desa ghaib itu.
Sementara
itu di Desa Madou, para hantu sedang sibuk bercocok tanam. Mereka senang karena
tahun itu akan panen raya.
Cerita
4 : Tsukiko, Urutan ke-17
Saat
ini Tsukiko tinggal di rumah sepupunya yang bernama Tetsurou Nanbaguri. Ia dititipkan
di sana, karena Ayahnya harus bekerja di luar negeri selama 2 tahun.
Tetsurou
adalah seorang yang maniak terhadap hal-hal ghaib. Pada suatu hari, Tsukiko
dinyatakan terpilih sebagai nomor urut ke-17 di ulang tahun Tetsurou yang ke-17
pada tanggal 17 bulan ini.
Itu
berarti Tsukiko diminta untuk jadi objek uji coba ghaib-nya Tetsurou. Tsukiko
yang sibuk mengatakan bahwa dia ingin melihat Kenkemine idolanya—seorang kakak
kelas dari klub basket.
Hari
itu sepertinya adalah keberuntungan Tsukiko. Kenkemine rupanya selama ini
memperhatikan Tsukiko dan hendak mengajaknya kencan.
Tentu
saja Tsukiko jadi kegirangan. Teman perempuannya sampai menyelamati, sebab
Tsukiko adalah perempuan pertama yang pernah diajak oleh Kenkemine.
Malamnya, Tsukiko bersiap untuk tidur.
Namun, tiba-tiba ia merasa terganggu dengan suara berisik di kamarnya.
![]() |
| Contoh Sepupu Syaiton |
Ternyata
Tetsurou berada di kamarnya mengenakan pakaian ritual sambil membawa tiga lilin.
Katanya, ia ingin melakukan uji coba pemanggilan leluhur Tsukiko.
Karena Tsukiko menolak, Tetsurou mengancam akan menceritakan segala hal soal Tsukiko kepada Kenkemine. Kenkemine dan Tetsurou adalah teman sekelas dan kebetulan tempat duduk mereka berdekatan.
Merasa terpojok, Tsukiko akhirnya menuruti kemauan
aneh Tetsurou.
Ritual
yang dilakukan Tetsurou berhasil melepas roh Tsukiko dari raganya. Di
tengah-tengah ritual, Tetsurou malah kebelet boker.
Sekembalinya
dari toilet, Tetsurou melanjutkan pemanggilan mantra arwah. Cerobohnya, ia salah membaca mantera.
Alih-alih
membaca mantra pemanggilan leluhur, ia malah baca mantra untuk memanggil
arwah penasaran. Para arwah penasaran datang dan berebut menempati raga
Tsukiko.
Tsukiko
pun kembali sadar dan Tetsurou menyudahi ritual hari ini. Tanpa disadari,
Tsukiko yang asli ternyata belum kembali ke tubuh aslinya.
Seorang
arwah asing ternyata menempati tubuh Tsukiko. Yang menyebalkan, arwah itu
mengomentari Tsukiko yang tidak bisa merawat tubuhnya dengan baik.
Dengan
keberadaan arwah tersebut, sifat Tsukiko otomatis berubah 180 derajat. Ia jadi
jauh lebih feminin dan lembut. Tsukiko bahkan meminjam alat make up ke bibinya (Ibu
Tetsurou).
Tsukiko
yang kebingungan berhasil mendapatkan cara berkomunikasi dengan Tetsurou, yaitu
menggunakan media cermin. Mereka kemudian melakukan upaya ritual penukaran
arwah, tapi tak berhasil.
Sampai
tiba hari dimana Tsukiko akan berkencan dengan Kak Kenkemine. Anehnya, arwah
tersebut tahu bahwa mereka akan pergi kencan.
Gerak
geriknya yang tahu segala hal, membuat Tetsurou sadar bahwa arwah asing
tersebut sudah lama mengawasi Tsukiko. Tetsurou kemudian mewawancarai
teman-teman klub basket Kenkemine.
Ia
mendapat informasi, bahwa ada seorang laki-laki bernama Jyunichi Sasaki yang
cukup dekat dengan Kenkemine. Rupanya baru-baru ini, Jyunichi meninggal karena
kecelakaan motor.
Hari kencan yang dinanti tiba. Tetsurou dan arwah Tsukiko membuntuti keduanya.
Menggunakan tubuh Tsukiko, arwah asing tersebut bersikap sangat agresif, sehingga membuat Kenkemine jadi pucat. Kenkemine kemudian berterus terang pada Tsukiko kalau dirinya gay.
Kenkemine mengira,
berhubungan dengan seorang perempuan bisa membuatnya lupa soal kematian
pacarnya yang bernama Jyunichi.
Arwah
asing itu lalu mengaku pada Kenkemine bahwa dirinya adalah Jyunichi. Arwah Jyunichi bertanya pada Kenkemine, apakah ia bisa mencintainya dengan tubuh barunya.
Tetsurou
lalu menyuruh Tsukiko untuk buru-buru merebut tubuhnya. Sebab arwah Jyunichi
kelihatannya mulai melemah.
Tsukiko
sangat senang karena bisa kembali ke tubuh asalnya. Samar-samar, ia melihat
sosok hantu lelaki yang nempel di Kenkemine.
![]() |
| Sampai Mati Masih Cinta |
Pada
akhirnya Tsukiko kembali ke sifat aslinya yang cuek dan kurang feminin. Bibinya
sampai dibuat heran dengan perubahan sifat Tsukiko yang kembali ke awal.
Keesokannya,
teman sekolahnya terkejut mengetahui Tsukiko sudah tidak tertarik lagi pada
Kenkemine. Ditambah Tsukiko tidak mau menjelaskan alasannya.
Tiba-tiba,
Tetsurou menemuinya dan mengatakan bahwa Tsukiko mendapat nomor urut 19 yang
bertepatan dengan tanggal hari itu dan nomor absennya.
Rupanya
Tetsurou tidak kapok sama sekali. Ia masih bersikeras ingin memanggil leluhur
Tsukiko.
Cerita
5 : Undangan ke Dunia Kegelapan (Cerita Pendek)
![]() |
| Buku Dongeng Aneh |
Shiori
menemukan sebuah buku dongeng yang berdebu di perpustakaan sekolah. Kellihatannya
tak ada yang membacanya, padahal ceritanya sangat bagus.
Tiba-tiba
sekelilingnya menjadi gelap dan ia melihat sebuah kastil di pinggir pantai. Seekor
naga lalu menyerangnya sehingga ia jatuh dari tebing.
Saat
tercebur ke laut, ia melihat sosok siren seperti buku yang dibacanya. Shiori
pun berhasil mencapai tepi pantai.
Ia
sadar bahwa dirinya sedang bermimpi soal buku yang dibacanya. Samar-samar ia
mendengar suara Ibunya memanggil untuk makan malam.
Shiori
berusaha menjawab Ibunya, tapi tak bisa. Ternyata Shiori tersedot ke dalam buku
cerita yang dibacanya.






















