Rabu, 10 Agustus 2022

Sinopsis Komik Serial Dorameon Volume 02

Manga by Fujiko F. Fujio

Sinopsis ini saya tulis berdasarkan manga scan yang saya baca. Oleh karena itu, mohon maaf dan dimaklumi jika dirasa ada kesalahan atau ketidaksesuaian penerjemahan dari setiap judul chapter. 


Chapter 17 : Roti Untuk Menghapal


Roti Penghapal Pic

Nobita berputar-putar panik di kamarnya, dikarenakan besok ada ujian bahasa dan matematika. Akhirnya, Doraemon harus mengeluarkan Roti Penghapal dari kantong ajaibnya.

Roti itu ditekan di permukaan buku yang akan dihapal, kemudian dimakan. Dengan roti tersebut, Nobita langsung bisa menghapal banyak catatan.

Nobita pun sibuk menjiplak semua buku catatannya dengan Roti Penghapal, lalu memakannya. Menyadari ada bagian catatan yang hilang, ia kemudian mendatangi Shizuka untuk meminjam catatan.

Kedatangannya ke sana malah berujung pamer kemampuan dalam menghapal buku telepon. Walaupun sudah makan banyak roti, ia tetap menyantap cemilan yang disuguhkan Ibu Shizuka.

Sepulangnya ke rumah, Ayah ternyata sudah menyiapkan banyak masakan dalam rangka hari Ibu. Akibatnya, Nobita jadi kekenyangan dan tak sanggup makan Roti Penghapal lagi.

 

Chapter 18 : Aku Cinta Roboko!

Nobita merasa gayanya saat memakan kacang sangatlah keren. Ia lalu mendatangi rumah Shizuka dan memintanya untuk memanggil para anak perempuan untuk mempertontonkan atraksi makan kacang.

Atraksi yang dilakukan Nobita disambut dengan tepuk tangan dan ekspresi yang datar dari teman-temannya.

Namun Suneo tiba-tiba muncul membawa mainan baru, sehingga semua anak pergi ke tempat Suneo. Jadilah Nobita ditinggal sendirian di rumah Shizuka.

Mengetahui hal itu, Doraemon jadi merasa kasihan. Terlebih Nobita menampakan ekspresi baik-baik saja.

Doraemon lalu membawakan robot perempuan dari abad ke-22. Robot yang kemudian dinamai Roboko itu, telah diatur oleh Doraemon agar menyukai Nobita.

Awalnya, Nobita senang dengan keberadaan Roboko. Namun sayangnya, Roboko terlalu agresif saat membela Nobita.

Ia tak segan menghajar siapa pun yang dianggap menyakiti Nobita. Tak hanya itu, Roboko juga rupanya sangat posesif.

 

Chapter 19 : Lampu Cerita Seram

Pada suatu siang, Nobita meminta Ibunya untuk menceritakan cerita seram. Sebab nanti malam, ia dan teman-teman akan berkumpul di rumah Giant untuk bercerita seram.

Doraemon kemudian mengeluarkan Lampu Cerita Seram dari kantongnya. Lampu tersebut bisa membuat semua hal seram yang diceritakan menjadi nyata.

 

Chapter 20 : Lonceng Mimpi

Ayah dibuat syok mendengar cita-cita konyol Nobita yang ingin jadi Rajanya Anak-anak. Nobita bilang, ia ingin seperti Giant yang bisa memerintah anak-anak tanpa ada yang berani membantah.

Berusaha mengabulkan keinginan Nobita, Doraemon lalu menyuruhnya untuk tidur siang. Pada malamnya, ia membangunkan Nobita dan mengajaknya ke lapangan.

Dengan Lonceng Mimpi, Doraemon membuat teman-teman Nobita berjalan dalam tidur. Dengan cara itu, Nobita bisa mewujudkan cita-citanya sebagai Raja Anak-anak.

Akan tetapi, meski mereka semua dalam keadaan tidur, Nobita tetap tak bisa memerintah mereka seperti yang biasa Giant lakukan.

 

Chapter 21 : Hari Kelahiranku

Gara-gara perkara disuruh belajar, Nobita malah berujung sakit hati dengan perkataan Ibu. Muncul pikiran, kalau ia mungkin anak pungut.

Untuk membuktikan hal tersebut, Doraemon lalu mengajak Nobita naik mesin waktu ke masa sepuluh tahun lalu. Di sana jelas terbukti, bahwa Nobita benar-benar anak kandung orangtuanya.

Setelah berkunjung dari rumah sakit tempat dirinya dilahirkan, Nobita terlihat sedih. Ia tak sadar, ada begitu banyak harapan terbaik yang diinginkan Ayah dan Ibu untuk dirinya.

 

Chapter 22 : Boneka Kebenaran


Boneka Isi Hati Pic

Nobita dan Doraemon mencuri dengar curhatan Paman Tamaoto kepada Ayah dan Ibu. Dari yang mereka tangkap, Paman Tamaoto jatuh cinta pada seseorang, tapi sangat malu mengungkapkan isi hatinya.

Berniat membantu, Doraemon kemudian mengeluarkan Boneka Kebenaran. Boneka itu akan berbicara sesuai isi hati orang yang memegangnya.

 

Chapter 23 : Selendang Shizuka


Kisah Jaka Sembung Versi Jepang Image

Nobita dan Shizuka sedang berlatih drama Selendang Bidadari. Berniat membantu, Doraemon kemudian mengeluarkan Selendang Layang yang bisa membuat pemakainya melayang saat memakainya.

Saat Shizuka sedang mencoba selendang tersebut, tiba-tiba angin berhembus. Akibatnya, Shizuka terseret jauh.

Ia kemudian berusaha melepas selendang itu dan mendarat di sebuah hutan pedalaman. Ia kemudian bertemu dengan seorang penebang kayu yang mengambil selendangnya.

Entah bagaimana, apa yang dia alami jadi sangat mirip dengan kisah Selendang Bidadari asli.

Setelah mengalami serangkaian peristiwa yang mirip dongeng, Nobita dan Doraemon berhasil menemukan Shizuka dan selendangnya.

 

Chapter 24 : Cermin Pembohong

Gambar Komik Doraemon Vol 02

Nobita tak sengaja melihat cermin yang ada di kamarnya. Ia baru sadar, bahwa dirinya selama ini sangat tampan.

Doraemon kemudian datang dan buru-buru memasukan cermin pembohong tersebut. Nobita jadi gelisah karena ingin melihat cermin itu lagi.

Tiba-tiba ia mendengar suara pecahan kaca. Rupanya, Doraemon tak sengaja memecahkan cermin meja rias Ibu ketika main bowling dalam rumah.

Untuk meredakan amarah Ibu, Nobita menyuruh Doraemon untuk mengeluarkan cermin tersebut.

Senang melihat dirinya jadi cantik, Ibu kemudian pergi ke salon. Pada kesempatan itu, Nobita langsung mengambil cermin tersebut dan berkaca sepuasnya.

Nobita yang sudah terpengaruh, tak mau mendengarkan perkataan Doraemon. Cermin itu terus berbohong, sehingga menarik perhatian banyak orang.

 

Chapter 25 : Kain Waktu

Nobita dan Doraemon sangat senang karena TV di rumah rusak. Itu berarti mereka bisa minta pada Ibu untuk membeli TV baru.

Tentu saja Ibu menolak dengan alasan TV tersebut masih bagus. Di sisi lain, Ibu mendapati mesin cuci di rumah juga sudah mulai rusak.

Ibu berpikir untuk membeli mesin cuci baru, tapi Ayah juga menginginkan kamera baru. Dan keduanya jadi berdebat.

Pada akhirnya, Doraemon mengeluarkan Kain Waktu dari kantong ajaibnya. Kain tersebut bisa membuat barang yang dibungkusnya kembali seperti baru.

Doraemon dan Nobita kemudian mengubah barang-barang bekas menjadi baru dan berfungsi seperti sedia kala.

Kain tersebut memiliki dua sisi, sisi yang satu bisa mengembalikan barang seperti baru dan sisi satunya lagi bisa membuat barang menjadi lebih tua.

Mengetahui soal Kain Waktu, Suneo berniat mengambilnya. Namun, akhirnya direbut oleh Giant. Tanpa tahu, kalau keserakahan mereka akan berakhir tidak baik.

 

Chapter 26 : Alat Ramal Garis Tangan Seratus Persen Akurat


Alat Ramal Garis Tangan Doraemon Pic

Nobita melihat Suneo sedang melakukan ramalan dengan membaca garis tangan para anak perempuan. Ia yakin semua itu hanya omong kosong.

Nobita lalu menawarkan tangannya untuk dibaca Suneo. Mendengar hasilnya yang buruk, ia malah jadi patah semangat.

Untuk mengembalikan semangat Nobita, Doraemon kemudian mengeluarkan Alat Ramal Garis Tangan Seratus Persen Akurat. Alat tersebut terdiri dari kuas, krim penghapus, dan buku petunjuk.

Cara kerjanya adalah dengan menggambar sebuah simbol di tangan menggunakan kuas. Simbol peruntungan yang akan dicoret di tangan bisa dicari di dalam buku petunjuk. Dan krim penghapus berguna untuk menghapus coretan di garis tangan.

Namun, Nobita yang maruk telah menggambar banyak simbol garis tangan untuk peruntungannya. Tanpa ia ketahui, ia malah membentuk kesialan.

Saat itu, Nobita sedang dititipi Kii-chan—sepupunya yang masih balita. Keadaan menjadi semakin gawat, karena Kii-chan membuang krim penghapus.

Sementara itu, nasib buruk yang tertulis di tangannya perlahan-lahan mulai terwujud.

 

Chapter 27 : Habitat Serigala

Saat itu, anak-anak sedang berkumpul membicarakan berita heboh di Koran. Menurut kabar, ada seseorang yang tak sengaja melihat Serigala Jepang di Bukit Yamagami.

Padahal, Serigala Jepang terakhir terlihat pada tahun 1905 dan kini populasinya sudah punah. Oleh karenanya, banyak yang mengira berita itu tidak lah benar.

Salah seorang temannya lalu berkata, bagi siapa yang bisa menemukan Serigala Jepang pasti akan terkenal. Mendengar itu, Nobita berkata akan menemukannya.

Teman-temannya lantas menertawakan pernyataan Nobita. Doraemon kemudian menguatkan pernyataan Nobita, bahwa ia pasti berhasil menemukan Serigala Jepang.

Nobita dan Doraemon kemudian terbang memakai Baling-baling Bambu menuju Bukit Yamagami. Mereka terkejut melihat ada begitu banyak orang yang siap berburu hal yang sama.

Mereka pun masuk lebih jauh ke dalam Yamagami. Doraemon lalu menyinari Nobita dengan alat pengubah wujud jadi serigala.

Doraemon memberikan Nobita sebuah pistol bius. Tanpa sengaja, Nobita malah menembakannya ke Doraemon.

Dalam wujud serigala, Nobita benar-benar bertemu dengan Serigala Jepang yang masih tersisa. Ia jadi sedih mengetahui kenyataan, bahwa mereka selama ini berusaha bertahan hidup dari kejaran manusia.

 

Chapter 28 : Lencana Utara Selatan

Giant sangat bangga mengetahui bahwa sebuah magnet akan saling menempel jika kutubnya berlawanan, sementara keduanya akan terpental jika kutubnya sama. Giant berkata, bahwa ia adalah orang pertama yang menemukan fakta sains tersebut.

Mendengar itu, Nobita menertawakan Giant. Sebab hal seperti itu sudah diketahui banyak orang, bahkan sejak Nobita masih TK.

Giant jadi murka karena ia dipermalukan di hadapan anak-anak lain. Ia bertekad akan menghajar Nobita jika berhasil menangkapnya.

Merasa takut dengan ancaman Giant, Doraemon lalu mengeluarkan Lencana Utara Selatan. Prinsip cara kerjanya sama seperti kutub magnet.

Doraemon kemudian menempelkan lencana kutub selatan di tubuh Nobita dan akan menempelkan kutub yang sama di tubuh Giant. Oleh karenanya jika Giant mendekati Nobita, ia akan terpental.

Setelah berhasil menghindari Giant, Nobita kemudian berniat menempelkan Lencana Kutub Utara ke tubuh Shizuka agar mereka bisa berdekatan. Akan tetapi, niat Nobita sepertinya tidak akan berjalan lancar.

 

Chapter 29 : Membangun Kereta Bawah Tanah (Subway)

Sepulang dari department store, Nobita, Doraemon, dan Ibu menunggu Ayah pulang kerja di stasiun. Mereka berniat untuk pulang bersama naik kereta.

Dari penjemputan hari itu, Nobita jadi sadar bahwa Ayah setiap hari harus berdesak-desakan dalam kereta untuk pulang pergi kerja.

Tersirat ide dari Nobita untuk memberikan hadiah Natal berupa jalur khusus kereta bawah tanah. Ide tersebut terdengar mustahil, tapi akhirnya Doraemon mau mengupayakannya.

Doraemon kemudian mengeluarkan sebuah Mesin Pengebor Lubang dan memulai pekerjaan mereka.

Upaya pengeboran cukup memakan waktu dan tak selalu berjalan mulus. Namun pada akhirnya, mereka berhasil membangun jalur Subway menuju kantor Ayah.

Tiba saatnya mereka bertiga mencoba perjalanan tersebut. Namun perjalanan mereka harus terhenti di tengah-tengah, sebab jalur mereka dibongkar oleh pekerja proyek Subway asli.

Akibatnya, perjalanan Ayah ke kantor jadi terhambat. Meski begitu, Ayah sangat senang karena Doraemon dan Nobita bersusah payah demi dirinya.

 

Chapter 30 : Menanam Padi

Nobita dan Doraemon bertengkar gara-gara rebutan mochi terakhir di piring. Maka dari itu, Doraemon mengeluarkan alat pembuat mochi.

Namun untuk membuatnya, mereka butuh beras ketan sebagai bahan utama. Mereka lalu berniat meminta pada Ibu, tapi ditolak karena dikira mereka mau main-main dengan bahan makanan.

Akhirnya, Doraemon memutuskan untuk menghasilkan beras ketannya sendiri. Ia lalu mengeluarkan karpet sawah, matahari buatan, awan, dan segala keperluan untuk menanam padi.

Gambar Doraemon Bikin Mochi

Dengan susah payah, keduanya berhasil menanam padi ketan dalam kamar, sampai tiba saatnya untuk panen. Akhirnya, mereka berdua bisa memakan mochi hasil jerih payah mereka sendiri.

 

Chapter 31 : Alat Pemindah Sakit

Ayah tak bisa masuk kerja karena flu berat. Dalam demamnya, Ayah terus mengigau mengingat pekerjaan di kantor.

Nobita bertanya pada Doraemon, apakah ia memiliki obat yang bisa langsung bikin sehat. Alih-alih sebuah obat, Doraemon hanya punya Alat Pemindah Sakit.

Bentuknya seperti telepon kawat mainan anak-anak. Cara kerjanya adalah dengan menukar kondisi kesehatan dua orang yang memegangnya.

Nobita kemudian menawarkan diri agar penyakit Ayah dipindahkan padanya. Dalam sekejap, Ayah merasa sangat sehat dan langsung berangkat kerja.

Tak sanggup merasakan penyakit pindahan dari Ayah, Nobita lalu mencari orang yang dianggap pantas menerima penyakit darinya.

 

Chapter 32 : Latihan Ski di Kamar

Nobita diajak teman-temannya untuk bermain ski. Segala macam alasan ia katakan untuk menolak ajakan mereka.

Ternyata, Ayah sudah lama membelikan peralatan ski untuk Nobita. Nobita terpaksa harus ikut main ski bersama teman-temannya saat salju sudah menumpuk nanti.

Doraemon kemudian mengeluarkan alat untuk berlatih ski di kamar. Ia bahkan menyetting pemandangan agar Nobita merasa seperti latihan beneran di salju.

Agar Nobita tambah bersemangat, Doraemon lalu mengatur suhu kamar jadi sedingin cuaca bersalju. Namun, Doraemon tak sengaja memutar suhu dingin terlalu kencang, sehingga menyebabkan ilusi badai salju dan longsor dalam kamar.

 

Chapter 33 : Berburu Dinosaurus

Nobita kaget karena melihat ada seekor dinosaurus di kamarnya. Saat Ibu datang ke kamar, dinosaurus itu sudah menghilang.

Tiba-tiba Doraemon keluar dari laci meja belajar Nobita. Katanya, ia baru saja melakukan perburuan dinosaurus dengan Sewashi.

Mendengar itu, Nobita jadi ingin melakukan perburuan dinosaurus juga. Tapi Doraemon tak yakin, kalau Nobita bisa melakukannya.

Mereka kemudian naik mesin waktu ke satu juta tahun lalu. Doraemon memberikan kepada Nobita sebuah pistol pengecil yang hanya bisa menembak kurang dari 20 meter.

Keduanya kemudian melakukan perburuan yang luar biasa untuk bisa menangkap dinosaurus. Pada akhirnya, aksi perburuan mereka malah menyebabkan penemuan misterius di masa mendatang.

 

Chapter 34 : Cara Mendapat Surat Balasan Tanpa Mengirim Surat

Ibu merasa gelisah karena tak kunjung mendapat surat balasan dari teman kuliahnya. Ayah lalu menyadari, ia lupa mengirim surat yang Ibu titipkan sebulan lalu.

Doraemon kemudian mengeluarkan Kotak Pos Penerima Balasan. Surat milik Ibu dimasukan ke dalam pos dan dalam sekejap balasannya sudah tiba.

Doraemon dan Nobita kemudian memamerkan alat tersebut kepada teman-teman. Mereka lalu mencoba Kotak Pos tersebut.

Nobita jadi penasaran, bagaimana balasan dari Shizuka jika ia mengirim surat cinta kepadanya.

Tanpa sepengetahuan Nobita, Ibu telah memasukan surat tersebut ke kotak pos asli. Padahal menurut balasan dari Kotak Pos milik Doraemon, Shizuka tidak akan menyukai isi surat yang ditulis oleh Nobita.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar