![]() |
| Cover Depan |
Alur Cepat Komik Fear of the Dark Akane Harada
Judul
: Fear of the Dark
Judul
Asli : Hokago ga Kowai
Author : Akane Harada
Komik
ini pertama kali diterbitkan di Jepang oleh Kodansha pada tahun 1996, sementara
di Indonesia sendiri baru diterbitkan pada tahun 2000 oleh PT. Elex Media
Komputindo.
![]() |
| Cover Belakang |
Terdapat
lima cerita yang berbeda yang tidak berhubungan satu sama lainnya. Saya akan
menceritakan alur komik ini secara cepat, disertai dengan kesimpulan ala-ala dari saya.
Cerita 1 : Fear of the
Dark (Takut Gelap)
Seorang
wanita datang kembali ke kota dimana ia menghabiskan masa kecilnya. Ia kemudian
menceritakan pengalaman masa kecilnya yang ga terlupakan.
Waktu
dia masih SD, di sekolahnya tersebar rumor soal setan hitam yang katanya muncul
jelang maghrib. Katanya setan itu bakal nangkap dan memakan anak-anak yang kelamaan main setelah pulang sekolah.
Pak
Guru yang mendengar kabar itu, lalu nyeritain kisah Paman Usil dan Kakek
Ompong sewaktu beliau masih kecil. Keduanya kerap mengganggu anak-anak yang
pulang sekolah di sore hari.
Mereka
biasanya mengganggu anak-anak yang masih tetap ada di luar rumah meski hari udah hampir gelap.
Namun
menurut Pak Guru, ada kemungkinan keusilan mereka berdua dimaksudkan agar
anak-anak segera pulang. Sebab jelang maghrib adalah waktu yang riskan buat
anak-anak kecil.
Pak
Guru sendiri yakin, kalau rumor setan hitam juga hanya kabar angin. Tetapi, Pak
Guru minta supaya para murid tetap waspada.
Wanita
yang menceritakan kisah ini adalah seorang anak tunggal, ditambah kedua orangtuanya
bekerja. Makanya, dulu dia itu kesepian banget dan benci kalau harus pulang cepat.
Waktu
teman-temannya pulang, dia malah jalan-jalan sendirian di luar hingga menjelang
maghrib.
Waktu matahari mulai terbenam, muncul om-om asing yang ngajak main sambil bawa banyak mainan. Sadar kalau
om-om itu mungkin orang jahat, dia kemudian berlari di ke arah
rerumputan.
Yang
bikin seram, si om malah mengejarnya. Saat dikejar, dirinya ga sengaja
keperosok dalam sungai.
Mengatahui
dirinya kecebur sungai, si om-om mengerikan itu malah ninggalin dirinya tanpa
ada niatan menolong.
Waktu udah mulai kehabisan nafas karena tenggelam, tiba-tiba muncul sesosok hitam besar yang mengeluarkannya dari air. Ternyata itu adalah setan hitam yang sering dibicarakan anak-anak.
![]() |
| Setan yang Ternyata Baik |
Ia kemudian berterimakasih dan sosok itu pun hilang. Sampai dewasa kini, dia ga pernah nyeritain soal setan hitam itu ke siapa-siapa.
Kesimpulan 1 : Manusia jauh lebih mengerikan daripada setan
Kesimpulan 2 : Jangan
keliaran jelang maghrib, terutama anak-anak.
Cerita 2 : Bisikan Foto
Arwah
Kisah
berawal dari sebuah bintik noda hitam yang terdapat pada foto piknik sekumpulan
siswa-siswi kelas 1 SMP. Awalnya Yumiko dan Haruyo mengira itu diakibatkan dari
kesalahan saat mencetak.
Saat
itu, Yumiko adalah orang yang memotret keempat temannya. Mereka semua sedang
berpose di sebuah pohon besar.
Titik
noda yang pertama dilihatnya berada di kaki kiri Sato. Namun yang mengejutkan,
Sato dikabarkan mengalami kecelakaan yang menyebabkan kaki kirinya terluka.
![]() |
| Bintik Hitam di Foto |
Belum kelar kaget, sepulang sekolah Yumiko memeriksa foto tersebut. Kini bintik hitam berada di tangan kanan Haruyo. Secara kebetulan lagi, tangan kanan Haruyo terluka akibat tersiram minyak panas.
Keesokannya
saat pelajaran renang, terjadi kejadian janggal dimana Hayato mendadak
tenggelam ke dasar kolam. Menurut Hayato ada sesuatu yang menekan pundaknya,
bahkan sampai meninggalkan bekas memar.
Yumiko
lalu teringat sama foto itu, ternyata bintik hitam juga muncul di bagian pundak
Hayato. Ia kemudian menceritakan perihal foto tersebut kepada mereka yang
mengalami kejadian aneh.
Mereka
baru menyadari bahwa pohon yang ada dalam foto adalah pohon keramat. Mereka pun yakin kalau mereka terkena kutukan dari pohon tersebut.
Rasa
kuatir muncul terhadap Miyuki, anak kelas sebelah yang ikutan foto sama mereka.
Mereka lalu memutuskan untuk mengunjungi rumahnya.
Rupanya, Miyuki tinggal di sebuah kuil dan Kakeknya adalah kepala pendeta di sana.
Katanya Miyuki emang sempat dirasukin roh jahat.
Menurut
Kakek Miyuki, sebenarnya pohon keramat tersebut adalah pelindung. Ada
kemungkinan saat sedang piknik di gunung, mereka semua ga sengaja nginjak medan
paling buruk di gunung tersebut atau bisa dibilang sarang roh jahat.
Maka
dari itu, efek jahat yang menimpa mereka ga sampai merenggut nyawa. Mereka semua
lalu disarankan untuk melakukan upacara pengusiran roh jahat.
Dua
minggu kemudian, mereka kembali ke gunung tersebut buat berterimakasih ke sang
pohon. Tapi, sayangnya pohon tersebut sudah terpotong akibat tersambar petir.
Kejadiannya
bertepatan saat mereka lagi ngelakuin ritual pengusiran tersebut. Mereka lalu
yakin, kalau pohon yang udah berusia ratusan tahun itu mengorbankan diri untuk
mereka.
![]() |
| Pohon Keramat Lahir Kembali |
Untungnya,
tunas baru terlihat muncul di bekas potongan pohon tersebut. Setelah kejadian
itu, setahun sekali kelimanya rutin mengunjungi pohon keramat tersebut.
Kesimpulan : Di dunia ini ada banyak eksistensi tak kasat mata,
terutama daerah pegunungan.
Cerita 3 : Peringatan
dari Kegelapan
Kaori
adalah siswi kelas 2 SMP yang sangat penakut. Saking penakutnya, mau ke toilet
malam-malam aja harus bangunin adeknya.
Apesnya,
salah seorang temannya yang bernama Eri dan kedua orang temannya yang lain
malah spill cerita seram di kelas.
Eri
menceritakan tentang kisah kakak beradik yang menjadi tentara pada masa perang.
Sang kakak memutuskan meledakan diri dengan granat ke sekumpulan tentara
Amerika, sebab adiknya ditembak oleh mereka.
Menurut
Eri, siapa saja yang mendengar cerita ini akan didatangi oleh hantu tentara
tersebut. Kecuali mereka yang tahu siapa nama tentara tersebut.
Kaori
yang ketakutan memohon agar diberitahukan nama tersebut. Tapi katanya hal
tersebut pantang dilakukan karena mereka yang memberitahu bisa kena kutuk.
Kaori
yang penakut mulai ngerasa ga tenang, sampai-sampai ga nafsu makan malam.
Kebetulan banget malam itu, Hiroshi—adeknya sedang nginep di rumah temannya.
Karena
gelisah, Kaori menelepon Eri malam-malam. Eri lalu menyarankan Kaori buat nutup
semua celah yang ada dan mematikan lampu.
Jadilah
Kaori menutup jendela dan pintu kamarnya. Saat itu sedang musim panas, ditambah
Kaori ga punya AC.
Saran
Eri bikin dirinya tersiksa kepanasan dan ga bisa tidur nyenyak. Dalam keadaan
tak nyaman, tiba-tiba jendela kamarnya terbuka.
Saat
sedang menyejukan diri depan jendela, tiba-tiba Kaori melihat penampakan
seorang tentara Jepang. Kaori yang ketakutan kemudian pingsan dan baru tersadar
di pagi harinya.
![]() |
| Cilukbaaa...! |
Di
sekolah, ia menceritakan penampakan hantu tersebut kepada Eri dan dua orang
teman lainnya. Mendengar cerita Kaori, Eri dan dua orang temannya jadi marah,
soalnya mereka cuma bikin cerita bohongan.
Mereka
emang niat usil, soalnya Kaori orangnya penakut banget. Gara-gara kejadian itu,
mereka bertiga jadi jauhin dia.
Sepulang
sekolah dalam keadaan sedih, tiba-tiba hantu tentara tersebut muncul di hadapan
Kaori. Tapi hantu itu malah ngusap kepala Kaori.
Akhirnya
Kaori nyeritain soal penampakan itu ke keluarganya. Kedua orangtuanya kemudian
ngira kalau hantu tersebut adalah Kakek Buyut Kaori.
Katanya
waktu kecil, Kaori yang sakit parah mendadak sehat kembali. Kaori bayi menunjuk
ke arah tv tentang masa perang, katanya ada salah satu sosok tentara di dalam
TV yang nungguin disampingnya selama dia sakit.
Menurut
bokapnya, Kakek Buyut Kaori kepengen banget punya anak perempuan. Dalam
silsilah keluarga mereka, Kaori itu anak perempuan pertama yang lahir di
keluarga.
Makanya
itu, Kaori mungkin dijaga banget oleh arwah Kakek Buyutnya.
Besoknya,
Eri bareng dua orang teman lainnya datang ngejemput sambil minta maaf ke Kaori.
Soalnya mereka bertiga bener-bener didatangin hantu tentara.
Rupanya,
Kakek Buyut sengaja gentayangin mereka supaya Kaori ga dimusuhin lagi.
Kesimpulan : Kadang kala tingkah nyebelin seorang teman
mengalahkan seramnya setan.
Cerita 4 : Mimpi
Misterius
Lutut
Megumi terluka waktu main tennis di sekolah. Makanya, dia terpaksa pulang lebih
cepat dari biasanya.
Waktu
pulang, dia berpapasan dengan Kak Miya—tetangga cowok yang keliatannya
tergila-gila banget sama figurin. Anehnya, Kak Miya menyadari bahwa Megumi
pulang lebih cepat 45 menit daripada biasanya.
Kak
Miya kemudian menyadari perban di lutut Megumi. Laki-laki yang kelihatannya
seorang otakku (semacam maniak sama
sesuatu) itu, kemudian menyarankan agar Megumi lebih berhati-hati lagi supaya
kakinya ga diganti sama plastik.
Ngerasa
seram sama tetangganya itu, Megumi buru-buru masuk ke rumah. Kebetulan hari itu
kedua orangtuanya lagi pergi piknik, makanya ia akan lebih banyak sendirian di
rumah.
Besoknya,
Megumi kesiangan bangun. Ia kemudian bergegas buat ke sekolah.
Anehnya,
luka di lututnya sembuh sama sekali tanpa bekas. Ia kemudian melepas perban di
kakinya dan mulai bersiap-siap.
Tiba-tiba
dirinya terjatuh, karena sendi di kakinya terasa kaku. Megumi lalu sadar kalau
itu bukan kakinya, karena warna kulitnya kakinya jauh lebih putih. Ditambah, tahi
lalat di kakinya juga ikut menghilang.
Di
tengah kebingungannya, Kak Miya tiba-tiba mampir ke rumah karena katanya kuatir
Megumi ga keluar rumah buat pergi sekolah. Megumi lalu menceritakan keanehan
tersebut pada Kak Miya, meski sebenarnya dia enggan ngobrol sama orang itu.
Kak
Miya yang percaya sama ceritanya, kemudian ngajak Megumi ke rumahnya. Setibanya
di sana, Megumi dibuat merinding dengan banyaknya koleksi figurin milik Kak
Miya.
Kak
Miya lalu bilang supaya Megumi ga boleh ngeluh-ngeluh lagi soal kondisi kakinya.
Soalnya, kaki Megumi bisa sembuh karena figurin kesukaannya menggantikan
lukanya.
Megumi
kaget bukan main waktu Kak Miya nunjukin figurin yang dimaksud ternyata mirip
banget sama dia.
![]() |
| Mas-Mas Wibu Depan Rumah |
Megumi
yang teriak ketakutan tiba-tiba terbangun. Ternyata semua itu cuma mimpi dan
lututnya juga masih belum sembuh. Megumi jadi sedikit ngerasa lega.
Tapi
waktu Megumi nengok ke luar jendela kamarnya, ada Kak Miya yang menatap ke arah
kamarnya sambil senyum-senyum kayak orang freak.
Biarpun cuma mimpi, tapi tetap aja kerasa nyata banget.
Kesimpulan : Stalker adalah salah satu makhluk mengerikan yang ada
di muka bumi.
Cerita 5 : Toilet Maut
Saat
liburan musim panas, Makoto datang berkunjung ke desa tempat tinggal Ryo—sepupunya.
Ryo kemudian mengajak Makoto berkunjung melihat-lihat bangunan sekolahnya yang
masih jadul banget.
Sepupunya
itu kemudian menceritakan salah satu toilet tertutup yang ada di sekolah. Konon
katanya, toilet tersebut ditutup karena pernah terjadi pembunuhan di sana.
Kabarnya
seorang siswi mati dipenggal, waktu lagi konsentrasi jongkok di toilet.
Meski
pelakunya udah ketangkap, setelah itu siapa aja yang pakai toilet di bilik yang
sama bakal mati dalam keadaan hilang kepala.
Seramnya,
pelaku pembunuhan berikutnya ga pernah ketangkap. Udah gitu kepala mereka juga
ga pernah ditemuin.
Gara-gara
cerita itu, Makoto yang kepo jadi berniat membuka toilet tertutup itu. Karena
sudah lapuk, overval gemboknya langsung copot waktu ditarik Makoto.
Ruang
toiletnya keliatan kuno banget dan dulunya merupakan toilet campuran. Uniknya,
ada jendela kecil di pojokan bawah toilet yang entah fungsinya untuk apa.
Mereka
kemudian masuk dan nemuin lokasi bilik toilet yang dimaksud. Terlihat ada noda
bekas cipratan darah di temboknya.
Mereka
pun jadi penasaran ingin membuktikan rumor tersebut. Ryo kemudian menaruh
sebuah boneka dari ruang PKK di ruang toilet tersebut.
Keesokannya
saat memeriksa kembali toilet tersebut, mereka berdua dibuat kaget karena
kepala boneka udah hilang. Ditambah lagi, kepala boneka ga bisa ditemukan.
Mereka
berdua pun berteriak ketakutan. Saat berlari ke luar, mereka ketemu dengan
Yasuyuki yang sedang break main
basket.
Ryo
yang ketakutan menceritakan soal kepala boneka itu ke Yasuyuki. Dibuat penasaran
juga, Yasuyuki lalu melihat sendiri kondisi boneka itu.
Ia
jadi ingin membuktikan sekali lagi kalau cerita itu benar. Makanya, ia lalu
memasang bola basket menggunakan tali ke bekas kepala boneka yang terpenggal.
![]() |
| Boneka Berkepala Bola |
Besoknya
Makoto dan Ryo mendatangi kembali toilet itu untuk memeriksa. Ternyata Yasuyuki
sudah duluan tiba di sana.
Yasuyuki
kaget bukan main karena bola basket yang dia ikat di badan boneka kini raib dan
tak ada dimana-mana. Terlihat tali bekas pengikatnya seperti habis dipotong
dengan benda tajam.
Yasuyuki
bilang dia ingin membuktikan sekali lagi, tapi kali ini dia akan merekamnya
dengan sebuah kamera video. Sepupu Makoto kemudian membawakan sebuah boneka
bekas porseni sebagai umpan.
Mereka
kemudian keluar ke sekeliling sekolah sambil mengawasi sekitar toilet,
kali-kali ada orang yang masuk. Beberapa jam kemudian, mereka kembali ke toilet
dan kaget karena kepala boneka sudah hilang.
Mereka
lalu melirik ke arah kamera yang merekam semua kejadian tersebut. Karena
ketakutan, Makoto kemudian berlari ke luar toilet disusul oleh Ryo dan
Yasuyuki.
Saat
sedang berlari, mereka berpapasan dengan Pak Guru yang sedang berjaga di
sekolah. Mereka bertiga kemudian memohon pada Pak Guru untuk memeriksa rekaman
bersama.
Saat
sedang menyaksikan rekaman tersebut, tiba-tiba tubuh Makoto tak bisa bergerak
dan tak bisa berbicara. Dalam keadaan seperti itu, ia mendengar Pak Guru, Ryo
dan Yasuyuki yang bilang kalau gambar rekamannya mendadak buram.
Rupanya
hanya Makoto sendiri yang bisa menyaksikan rekaman tersebut dengan jelas. Ia
melihat jendela kecil yang ada di pojok toilet terbuka, kemudian muncul seorang
nenek-nenek berkerudung merah yang membawa sabit.
![]() |
| Hantu Nenek Tukang Penggal |
Nenek
mengerikan itu menebas leher boneka dan pergi lewat jendela tersebut sambil
menyeret kepala boneka. Setelah itu, Makoto mendengar Pak Guru, Ryo, dan
Yasuyuki berkata bahwa gambarnya kini kembali jelas. Tapi mereka bertiga
terkejut, karena kepala bonekanya udah ga ada.
Makoto
yang telah terbebas dari kelumpuhannya, kemudian menceritakan semua yang dia
lihat sambil menangis. Pak Guru pun mempercayai Makoto berdasarkan ciri-ciri
hantu yang diceritakan.
Kata
Pak Guru, dahulu ada nenek tukang rumput yang selalu di bully anak-anak di sekolah.
Si nenek biasanya cuma bisa bersabar meski sering dizolimi.
Tapi
kesabaran nenek langsung hilang begitu kucing kesayangannya dibunuh. Ia lalu
ngejar anak yang ngebunuh kucingnya. Kebetulan si anak sedang enak-enaknya
buang hajat.
Kepala
anak itu ditebas pakai sabit yang biasa dipakai si nenek buat babat rumput.
Akibat kejadian itu, si Nenek pun ditangkap oleh polisi.
Sejak
saat itu, siapa pun yang buang hajat di toilet itu bakal kehilangan kepala
mereka tanpa bisa ditemukan lagi.
Makoto,
Ryo, dan Yasuyuki sadar, kalau mereka salah selangkah aja bisa-bisa kepala
mereka yang hilang. Pak Guru juga meminta mereka untuk merahasiakan hal
tersebut.
Kejadian
itu adalah hari terakhir Makoto berkunjung ke sana, karena besoknya dia udah
harus balik ke kota asalnya.
Pada
suatu hari, Makoto mendengar kabar dari Ryo. Katanya, toilet maut tersebut akhirnya
dikunci rapat dan bakal dirobohin dalam waktu dekat.
Kesimpulan : Kepo yang berlebih bisa saja berakhir membawa perasaan
parno dan anxiety.









Tidak ada komentar:
Posting Komentar