Manga by Fujiko F. Fujio
Sinopsis ini saya tulis berdasarkan manga scan yang saya baca. Oleh karena itu, mohon maaf dan dimaklumi jika dirasa ada kesalahan atau ketidaksesuaian penerjemahan dari setiap judul chapter.
Chapter 17 : Roti Untuk
Menghapal
![]() |
Nobita
berputar-putar panik di kamarnya, dikarenakan besok ada ujian bahasa dan
matematika. Akhirnya, Doraemon harus mengeluarkan Roti Penghapal dari kantong
ajaibnya.
Roti
itu ditekan di permukaan buku yang akan dihapal, kemudian dimakan. Dengan roti
tersebut, Nobita langsung bisa menghapal banyak catatan.
Nobita
pun sibuk menjiplak semua buku catatannya dengan Roti Penghapal, lalu
memakannya. Menyadari ada bagian catatan yang hilang, ia kemudian mendatangi Shizuka
untuk meminjam catatan.
Kedatangannya
ke sana malah berujung pamer kemampuan dalam menghapal buku telepon. Walaupun
sudah makan banyak roti, ia tetap menyantap cemilan yang disuguhkan Ibu
Shizuka.
Sepulangnya
ke rumah, Ayah ternyata sudah menyiapkan banyak masakan dalam rangka hari Ibu.
Akibatnya, Nobita jadi kekenyangan dan tak sanggup makan Roti Penghapal lagi.
Chapter 18 : Aku Cinta
Roboko!
Nobita
merasa gayanya saat memakan kacang sangatlah keren. Ia lalu mendatangi rumah
Shizuka dan memintanya untuk memanggil para anak perempuan untuk
mempertontonkan atraksi makan kacang.
Atraksi
yang dilakukan Nobita disambut dengan tepuk tangan dan ekspresi yang datar dari
teman-temannya.
Namun
Suneo tiba-tiba muncul membawa mainan baru, sehingga semua anak pergi ke tempat
Suneo. Jadilah Nobita ditinggal sendirian di rumah Shizuka.
Mengetahui
hal itu, Doraemon jadi merasa kasihan. Terlebih Nobita menampakan ekspresi
baik-baik saja.
Doraemon
lalu membawakan robot perempuan dari abad ke-22. Robot yang kemudian dinamai
Roboko itu, telah diatur oleh Doraemon agar menyukai Nobita.
Awalnya,
Nobita senang dengan keberadaan Roboko. Namun sayangnya, Roboko terlalu agresif
saat membela Nobita.
Ia
tak segan menghajar siapa pun yang dianggap menyakiti Nobita. Tak hanya itu,
Roboko juga rupanya sangat posesif.
Chapter 19 : Lampu
Cerita Seram
Pada
suatu siang, Nobita meminta Ibunya untuk menceritakan cerita seram. Sebab nanti
malam, ia dan teman-teman akan berkumpul di rumah Giant untuk bercerita seram.
Doraemon
kemudian mengeluarkan Lampu Cerita Seram dari kantongnya. Lampu tersebut bisa
membuat semua hal seram yang diceritakan menjadi nyata.
Chapter 20 : Lonceng
Mimpi
Ayah
dibuat syok mendengar cita-cita konyol Nobita yang ingin jadi Rajanya
Anak-anak. Nobita bilang, ia ingin seperti Giant yang bisa memerintah anak-anak
tanpa ada yang berani membantah.
Berusaha
mengabulkan keinginan Nobita, Doraemon lalu menyuruhnya untuk tidur siang. Pada
malamnya, ia membangunkan Nobita dan mengajaknya ke lapangan.
Dengan
Lonceng Mimpi, Doraemon membuat teman-teman Nobita berjalan dalam tidur. Dengan
cara itu, Nobita bisa mewujudkan cita-citanya sebagai Raja Anak-anak.
Akan
tetapi, meski mereka semua dalam keadaan tidur, Nobita tetap tak bisa
memerintah mereka seperti yang biasa Giant lakukan.
Chapter 21 : Hari
Kelahiranku
Gara-gara
perkara disuruh belajar, Nobita malah berujung sakit hati dengan perkataan Ibu.
Muncul pikiran, kalau ia mungkin anak pungut.
Untuk
membuktikan hal tersebut, Doraemon lalu mengajak Nobita naik mesin waktu ke
masa sepuluh tahun lalu. Di sana jelas terbukti, bahwa Nobita benar-benar anak
kandung orangtuanya.
Setelah
berkunjung dari rumah sakit tempat dirinya dilahirkan, Nobita terlihat sedih.
Ia tak sadar, ada begitu banyak harapan terbaik yang diinginkan Ayah dan Ibu
untuk dirinya.
Chapter 22 : Boneka
Kebenaran
![]() |
Nobita
dan Doraemon mencuri dengar curhatan Paman Tamaoto kepada Ayah dan Ibu. Dari
yang mereka tangkap, Paman Tamaoto jatuh cinta pada seseorang, tapi sangat malu
mengungkapkan isi hatinya.
Berniat
membantu, Doraemon kemudian mengeluarkan Boneka Kebenaran. Boneka itu akan
berbicara sesuai isi hati orang yang memegangnya.
Chapter 23 : Selendang
Shizuka
![]() |
Nobita
dan Shizuka sedang berlatih drama Selendang Bidadari. Berniat membantu, Doraemon
kemudian mengeluarkan Selendang Layang yang bisa membuat pemakainya melayang
saat memakainya.
Saat
Shizuka sedang mencoba selendang tersebut, tiba-tiba angin berhembus.
Akibatnya, Shizuka terseret jauh.
Ia
kemudian berusaha melepas selendang itu dan mendarat di sebuah hutan pedalaman.
Ia kemudian bertemu dengan seorang penebang kayu yang mengambil selendangnya.
Entah
bagaimana, apa yang dia alami jadi sangat mirip dengan kisah Selendang Bidadari
asli.
Setelah
mengalami serangkaian peristiwa yang mirip dongeng, Nobita dan Doraemon
berhasil menemukan Shizuka dan selendangnya.
Chapter 24 : Cermin
Pembohong
![]() |
Nobita
tak sengaja melihat cermin yang ada di kamarnya. Ia baru sadar, bahwa dirinya
selama ini sangat tampan.
Doraemon
kemudian datang dan buru-buru memasukan cermin pembohong tersebut. Nobita jadi
gelisah karena ingin melihat cermin itu lagi.
Tiba-tiba
ia mendengar suara pecahan kaca. Rupanya, Doraemon tak sengaja memecahkan
cermin meja rias Ibu ketika main bowling dalam rumah.
Untuk
meredakan amarah Ibu, Nobita menyuruh Doraemon untuk mengeluarkan cermin
tersebut.
Senang
melihat dirinya jadi cantik, Ibu kemudian pergi ke salon. Pada kesempatan itu,
Nobita langsung mengambil cermin tersebut dan berkaca sepuasnya.
Nobita
yang sudah terpengaruh, tak mau mendengarkan perkataan Doraemon. Cermin itu
terus berbohong, sehingga menarik perhatian banyak orang.
Chapter 25 : Kain Waktu
Nobita
dan Doraemon sangat senang karena TV di rumah rusak. Itu berarti mereka bisa minta
pada Ibu untuk membeli TV baru.
Tentu
saja Ibu menolak dengan alasan TV tersebut masih bagus. Di sisi lain, Ibu
mendapati mesin cuci di rumah juga sudah mulai rusak.
Ibu
berpikir untuk membeli mesin cuci baru, tapi Ayah juga menginginkan kamera baru.
Dan keduanya jadi berdebat.
Pada
akhirnya, Doraemon mengeluarkan Kain Waktu dari kantong ajaibnya. Kain tersebut
bisa membuat barang yang dibungkusnya kembali seperti baru.
Doraemon
dan Nobita kemudian mengubah barang-barang bekas menjadi baru dan berfungsi
seperti sedia kala.
Kain
tersebut memiliki dua sisi, sisi yang satu bisa mengembalikan barang seperti
baru dan sisi satunya lagi bisa membuat barang menjadi lebih tua.
Mengetahui
soal Kain Waktu, Suneo berniat mengambilnya. Namun, akhirnya direbut oleh Giant.
Tanpa tahu, kalau keserakahan mereka akan berakhir tidak baik.
Chapter 26 : Alat Ramal
Garis Tangan Seratus Persen Akurat
![]() |
Nobita
melihat Suneo sedang melakukan ramalan dengan membaca garis tangan para anak
perempuan. Ia yakin semua itu hanya omong kosong.
Nobita
lalu menawarkan tangannya untuk dibaca Suneo. Mendengar hasilnya yang buruk, ia
malah jadi patah semangat.
Untuk
mengembalikan semangat Nobita, Doraemon kemudian mengeluarkan Alat Ramal Garis
Tangan Seratus Persen Akurat. Alat tersebut terdiri dari kuas, krim penghapus,
dan buku petunjuk.
Cara
kerjanya adalah dengan menggambar sebuah simbol di tangan menggunakan kuas.
Simbol peruntungan yang akan dicoret di tangan bisa dicari di dalam buku
petunjuk. Dan krim penghapus berguna untuk menghapus coretan di garis tangan.
Namun,
Nobita yang maruk telah menggambar banyak simbol garis tangan untuk
peruntungannya. Tanpa ia ketahui, ia malah membentuk kesialan.
Saat
itu, Nobita sedang dititipi Kii-chan—sepupunya yang masih balita. Keadaan
menjadi semakin gawat, karena Kii-chan membuang krim penghapus.
Sementara
itu, nasib buruk yang tertulis di tangannya perlahan-lahan mulai terwujud.
Chapter 27 : Habitat
Serigala
Saat
itu, anak-anak sedang berkumpul membicarakan berita heboh di Koran. Menurut
kabar, ada seseorang yang tak sengaja melihat Serigala Jepang di Bukit
Yamagami.
Padahal,
Serigala Jepang terakhir terlihat pada tahun 1905 dan kini populasinya sudah
punah. Oleh karenanya, banyak yang mengira berita itu tidak lah benar.
Salah
seorang temannya lalu berkata, bagi siapa yang bisa menemukan Serigala Jepang
pasti akan terkenal. Mendengar itu, Nobita berkata akan menemukannya.
Teman-temannya
lantas menertawakan pernyataan Nobita. Doraemon kemudian menguatkan pernyataan
Nobita, bahwa ia pasti berhasil menemukan Serigala Jepang.
Nobita
dan Doraemon kemudian terbang memakai Baling-baling Bambu menuju Bukit
Yamagami. Mereka terkejut melihat ada begitu banyak orang yang siap berburu hal
yang sama.
Mereka
pun masuk lebih jauh ke dalam Yamagami. Doraemon lalu menyinari Nobita dengan
alat pengubah wujud jadi serigala.
Doraemon
memberikan Nobita sebuah pistol bius. Tanpa sengaja, Nobita malah menembakannya
ke Doraemon.
Dalam
wujud serigala, Nobita benar-benar bertemu dengan Serigala Jepang yang masih
tersisa. Ia jadi sedih mengetahui kenyataan, bahwa mereka selama ini berusaha
bertahan hidup dari kejaran manusia.
Chapter 28 : Lencana
Utara Selatan
Giant
sangat bangga mengetahui bahwa sebuah magnet akan saling menempel jika kutubnya
berlawanan, sementara keduanya akan terpental jika kutubnya sama. Giant
berkata, bahwa ia adalah orang pertama yang menemukan fakta sains tersebut.
Mendengar
itu, Nobita menertawakan Giant. Sebab hal seperti itu sudah diketahui banyak
orang, bahkan sejak Nobita masih TK.
Giant
jadi murka karena ia dipermalukan di hadapan anak-anak lain. Ia bertekad akan
menghajar Nobita jika berhasil menangkapnya.
Merasa
takut dengan ancaman Giant, Doraemon lalu mengeluarkan Lencana Utara Selatan.
Prinsip cara kerjanya sama seperti kutub magnet.
Doraemon
kemudian menempelkan lencana kutub selatan di tubuh Nobita dan akan menempelkan
kutub yang sama di tubuh Giant. Oleh karenanya jika Giant mendekati Nobita, ia
akan terpental.
Setelah
berhasil menghindari Giant, Nobita kemudian berniat menempelkan Lencana Kutub
Utara ke tubuh Shizuka agar mereka bisa berdekatan. Akan tetapi, niat Nobita
sepertinya tidak akan berjalan lancar.
Chapter 29 : Membangun
Kereta Bawah Tanah (Subway)
Sepulang
dari department store, Nobita, Doraemon, dan Ibu menunggu Ayah pulang kerja di
stasiun. Mereka berniat untuk pulang bersama naik kereta.
Dari
penjemputan hari itu, Nobita jadi sadar bahwa Ayah setiap hari harus berdesak-desakan
dalam kereta untuk pulang pergi kerja.
Tersirat
ide dari Nobita untuk memberikan hadiah Natal berupa jalur khusus kereta bawah
tanah. Ide tersebut terdengar mustahil, tapi akhirnya Doraemon mau
mengupayakannya.
Doraemon
kemudian mengeluarkan sebuah Mesin Pengebor Lubang dan memulai pekerjaan
mereka.
Upaya
pengeboran cukup memakan waktu dan tak selalu berjalan mulus. Namun pada
akhirnya, mereka berhasil membangun jalur Subway menuju kantor Ayah.
Tiba
saatnya mereka bertiga mencoba perjalanan tersebut. Namun perjalanan mereka
harus terhenti di tengah-tengah, sebab jalur mereka dibongkar oleh pekerja
proyek Subway asli.
Akibatnya,
perjalanan Ayah ke kantor jadi terhambat. Meski begitu, Ayah sangat senang
karena Doraemon dan Nobita bersusah payah demi dirinya.
Chapter 30 : Menanam
Padi
Nobita
dan Doraemon bertengkar gara-gara rebutan mochi terakhir di piring. Maka dari
itu, Doraemon mengeluarkan alat pembuat mochi.
Namun
untuk membuatnya, mereka butuh beras ketan sebagai bahan utama. Mereka lalu
berniat meminta pada Ibu, tapi ditolak karena dikira mereka mau main-main
dengan bahan makanan.
Akhirnya,
Doraemon memutuskan untuk menghasilkan beras ketannya sendiri. Ia lalu
mengeluarkan karpet sawah, matahari buatan, awan, dan segala keperluan untuk
menanam padi.
![]() |
Dengan
susah payah, keduanya berhasil menanam padi ketan dalam kamar, sampai tiba
saatnya untuk panen. Akhirnya, mereka berdua bisa memakan mochi hasil jerih
payah mereka sendiri.
Chapter 31 : Alat
Pemindah Sakit
Ayah
tak bisa masuk kerja karena flu berat. Dalam demamnya, Ayah terus mengigau
mengingat pekerjaan di kantor.
Nobita
bertanya pada Doraemon, apakah ia memiliki obat yang bisa langsung bikin sehat.
Alih-alih sebuah obat, Doraemon hanya punya Alat Pemindah Sakit.
Bentuknya
seperti telepon kawat mainan anak-anak. Cara kerjanya adalah dengan menukar
kondisi kesehatan dua orang yang memegangnya.
Nobita
kemudian menawarkan diri agar penyakit Ayah dipindahkan padanya. Dalam sekejap,
Ayah merasa sangat sehat dan langsung berangkat kerja.
Tak
sanggup merasakan penyakit pindahan dari Ayah, Nobita lalu mencari orang yang
dianggap pantas menerima penyakit darinya.
Chapter 32 : Latihan Ski
di Kamar
Nobita
diajak teman-temannya untuk bermain ski. Segala macam alasan ia katakan untuk
menolak ajakan mereka.
Ternyata,
Ayah sudah lama membelikan peralatan ski untuk Nobita. Nobita terpaksa harus
ikut main ski bersama teman-temannya saat salju sudah menumpuk nanti.
Doraemon
kemudian mengeluarkan alat untuk berlatih ski di kamar. Ia bahkan menyetting
pemandangan agar Nobita merasa seperti latihan beneran di salju.
Agar
Nobita tambah bersemangat, Doraemon lalu mengatur suhu kamar jadi sedingin
cuaca bersalju. Namun, Doraemon tak sengaja memutar suhu dingin terlalu
kencang, sehingga menyebabkan ilusi badai salju dan longsor dalam kamar.
Chapter 33 : Berburu
Dinosaurus
Nobita
kaget karena melihat ada seekor dinosaurus di kamarnya. Saat Ibu datang ke
kamar, dinosaurus itu sudah menghilang.
Tiba-tiba
Doraemon keluar dari laci meja belajar Nobita. Katanya, ia baru saja melakukan
perburuan dinosaurus dengan Sewashi.
Mendengar
itu, Nobita jadi ingin melakukan perburuan dinosaurus juga. Tapi Doraemon tak
yakin, kalau Nobita bisa melakukannya.
Mereka
kemudian naik mesin waktu ke satu juta tahun lalu. Doraemon memberikan kepada
Nobita sebuah pistol pengecil yang hanya bisa menembak kurang dari 20 meter.
Keduanya
kemudian melakukan perburuan yang luar biasa untuk bisa menangkap dinosaurus.
Pada akhirnya, aksi perburuan mereka malah menyebabkan penemuan misterius di
masa mendatang.
Chapter 34 : Cara Mendapat
Surat Balasan Tanpa Mengirim Surat
Ibu
merasa gelisah karena tak kunjung mendapat surat balasan dari teman kuliahnya.
Ayah lalu menyadari, ia lupa mengirim surat yang Ibu titipkan sebulan lalu.
Doraemon
kemudian mengeluarkan Kotak Pos Penerima Balasan. Surat milik Ibu dimasukan ke
dalam pos dan dalam sekejap balasannya sudah tiba.
Doraemon
dan Nobita kemudian memamerkan alat tersebut kepada teman-teman. Mereka lalu
mencoba Kotak Pos tersebut.
Nobita
jadi penasaran, bagaimana balasan dari Shizuka jika ia mengirim surat cinta
kepadanya.
Tanpa
sepengetahuan Nobita, Ibu telah memasukan surat tersebut ke kotak pos asli.
Padahal menurut balasan dari Kotak Pos milik Doraemon, Shizuka tidak akan
menyukai isi surat yang ditulis oleh Nobita.





















