Rabu, 10 Agustus 2022

Sinopsis Komik Serial Dorameon Volume 02

Manga by Fujiko F. Fujio

Sinopsis ini saya tulis berdasarkan manga scan yang saya baca. Oleh karena itu, mohon maaf dan dimaklumi jika dirasa ada kesalahan atau ketidaksesuaian penerjemahan dari setiap judul chapter. 


Chapter 17 : Roti Untuk Menghapal


Roti Penghapal Pic

Nobita berputar-putar panik di kamarnya, dikarenakan besok ada ujian bahasa dan matematika. Akhirnya, Doraemon harus mengeluarkan Roti Penghapal dari kantong ajaibnya.

Roti itu ditekan di permukaan buku yang akan dihapal, kemudian dimakan. Dengan roti tersebut, Nobita langsung bisa menghapal banyak catatan.

Nobita pun sibuk menjiplak semua buku catatannya dengan Roti Penghapal, lalu memakannya. Menyadari ada bagian catatan yang hilang, ia kemudian mendatangi Shizuka untuk meminjam catatan.

Kedatangannya ke sana malah berujung pamer kemampuan dalam menghapal buku telepon. Walaupun sudah makan banyak roti, ia tetap menyantap cemilan yang disuguhkan Ibu Shizuka.

Sepulangnya ke rumah, Ayah ternyata sudah menyiapkan banyak masakan dalam rangka hari Ibu. Akibatnya, Nobita jadi kekenyangan dan tak sanggup makan Roti Penghapal lagi.

 

Chapter 18 : Aku Cinta Roboko!

Nobita merasa gayanya saat memakan kacang sangatlah keren. Ia lalu mendatangi rumah Shizuka dan memintanya untuk memanggil para anak perempuan untuk mempertontonkan atraksi makan kacang.

Atraksi yang dilakukan Nobita disambut dengan tepuk tangan dan ekspresi yang datar dari teman-temannya.

Namun Suneo tiba-tiba muncul membawa mainan baru, sehingga semua anak pergi ke tempat Suneo. Jadilah Nobita ditinggal sendirian di rumah Shizuka.

Mengetahui hal itu, Doraemon jadi merasa kasihan. Terlebih Nobita menampakan ekspresi baik-baik saja.

Doraemon lalu membawakan robot perempuan dari abad ke-22. Robot yang kemudian dinamai Roboko itu, telah diatur oleh Doraemon agar menyukai Nobita.

Awalnya, Nobita senang dengan keberadaan Roboko. Namun sayangnya, Roboko terlalu agresif saat membela Nobita.

Ia tak segan menghajar siapa pun yang dianggap menyakiti Nobita. Tak hanya itu, Roboko juga rupanya sangat posesif.

 

Chapter 19 : Lampu Cerita Seram

Pada suatu siang, Nobita meminta Ibunya untuk menceritakan cerita seram. Sebab nanti malam, ia dan teman-teman akan berkumpul di rumah Giant untuk bercerita seram.

Doraemon kemudian mengeluarkan Lampu Cerita Seram dari kantongnya. Lampu tersebut bisa membuat semua hal seram yang diceritakan menjadi nyata.

 

Chapter 20 : Lonceng Mimpi

Ayah dibuat syok mendengar cita-cita konyol Nobita yang ingin jadi Rajanya Anak-anak. Nobita bilang, ia ingin seperti Giant yang bisa memerintah anak-anak tanpa ada yang berani membantah.

Berusaha mengabulkan keinginan Nobita, Doraemon lalu menyuruhnya untuk tidur siang. Pada malamnya, ia membangunkan Nobita dan mengajaknya ke lapangan.

Dengan Lonceng Mimpi, Doraemon membuat teman-teman Nobita berjalan dalam tidur. Dengan cara itu, Nobita bisa mewujudkan cita-citanya sebagai Raja Anak-anak.

Akan tetapi, meski mereka semua dalam keadaan tidur, Nobita tetap tak bisa memerintah mereka seperti yang biasa Giant lakukan.

 

Chapter 21 : Hari Kelahiranku

Gara-gara perkara disuruh belajar, Nobita malah berujung sakit hati dengan perkataan Ibu. Muncul pikiran, kalau ia mungkin anak pungut.

Untuk membuktikan hal tersebut, Doraemon lalu mengajak Nobita naik mesin waktu ke masa sepuluh tahun lalu. Di sana jelas terbukti, bahwa Nobita benar-benar anak kandung orangtuanya.

Setelah berkunjung dari rumah sakit tempat dirinya dilahirkan, Nobita terlihat sedih. Ia tak sadar, ada begitu banyak harapan terbaik yang diinginkan Ayah dan Ibu untuk dirinya.

 

Chapter 22 : Boneka Kebenaran


Boneka Isi Hati Pic

Nobita dan Doraemon mencuri dengar curhatan Paman Tamaoto kepada Ayah dan Ibu. Dari yang mereka tangkap, Paman Tamaoto jatuh cinta pada seseorang, tapi sangat malu mengungkapkan isi hatinya.

Berniat membantu, Doraemon kemudian mengeluarkan Boneka Kebenaran. Boneka itu akan berbicara sesuai isi hati orang yang memegangnya.

 

Chapter 23 : Selendang Shizuka


Kisah Jaka Sembung Versi Jepang Image

Nobita dan Shizuka sedang berlatih drama Selendang Bidadari. Berniat membantu, Doraemon kemudian mengeluarkan Selendang Layang yang bisa membuat pemakainya melayang saat memakainya.

Saat Shizuka sedang mencoba selendang tersebut, tiba-tiba angin berhembus. Akibatnya, Shizuka terseret jauh.

Ia kemudian berusaha melepas selendang itu dan mendarat di sebuah hutan pedalaman. Ia kemudian bertemu dengan seorang penebang kayu yang mengambil selendangnya.

Entah bagaimana, apa yang dia alami jadi sangat mirip dengan kisah Selendang Bidadari asli.

Setelah mengalami serangkaian peristiwa yang mirip dongeng, Nobita dan Doraemon berhasil menemukan Shizuka dan selendangnya.

 

Chapter 24 : Cermin Pembohong

Gambar Komik Doraemon Vol 02

Nobita tak sengaja melihat cermin yang ada di kamarnya. Ia baru sadar, bahwa dirinya selama ini sangat tampan.

Doraemon kemudian datang dan buru-buru memasukan cermin pembohong tersebut. Nobita jadi gelisah karena ingin melihat cermin itu lagi.

Tiba-tiba ia mendengar suara pecahan kaca. Rupanya, Doraemon tak sengaja memecahkan cermin meja rias Ibu ketika main bowling dalam rumah.

Untuk meredakan amarah Ibu, Nobita menyuruh Doraemon untuk mengeluarkan cermin tersebut.

Senang melihat dirinya jadi cantik, Ibu kemudian pergi ke salon. Pada kesempatan itu, Nobita langsung mengambil cermin tersebut dan berkaca sepuasnya.

Nobita yang sudah terpengaruh, tak mau mendengarkan perkataan Doraemon. Cermin itu terus berbohong, sehingga menarik perhatian banyak orang.

 

Chapter 25 : Kain Waktu

Nobita dan Doraemon sangat senang karena TV di rumah rusak. Itu berarti mereka bisa minta pada Ibu untuk membeli TV baru.

Tentu saja Ibu menolak dengan alasan TV tersebut masih bagus. Di sisi lain, Ibu mendapati mesin cuci di rumah juga sudah mulai rusak.

Ibu berpikir untuk membeli mesin cuci baru, tapi Ayah juga menginginkan kamera baru. Dan keduanya jadi berdebat.

Pada akhirnya, Doraemon mengeluarkan Kain Waktu dari kantong ajaibnya. Kain tersebut bisa membuat barang yang dibungkusnya kembali seperti baru.

Doraemon dan Nobita kemudian mengubah barang-barang bekas menjadi baru dan berfungsi seperti sedia kala.

Kain tersebut memiliki dua sisi, sisi yang satu bisa mengembalikan barang seperti baru dan sisi satunya lagi bisa membuat barang menjadi lebih tua.

Mengetahui soal Kain Waktu, Suneo berniat mengambilnya. Namun, akhirnya direbut oleh Giant. Tanpa tahu, kalau keserakahan mereka akan berakhir tidak baik.

 

Chapter 26 : Alat Ramal Garis Tangan Seratus Persen Akurat


Alat Ramal Garis Tangan Doraemon Pic

Nobita melihat Suneo sedang melakukan ramalan dengan membaca garis tangan para anak perempuan. Ia yakin semua itu hanya omong kosong.

Nobita lalu menawarkan tangannya untuk dibaca Suneo. Mendengar hasilnya yang buruk, ia malah jadi patah semangat.

Untuk mengembalikan semangat Nobita, Doraemon kemudian mengeluarkan Alat Ramal Garis Tangan Seratus Persen Akurat. Alat tersebut terdiri dari kuas, krim penghapus, dan buku petunjuk.

Cara kerjanya adalah dengan menggambar sebuah simbol di tangan menggunakan kuas. Simbol peruntungan yang akan dicoret di tangan bisa dicari di dalam buku petunjuk. Dan krim penghapus berguna untuk menghapus coretan di garis tangan.

Namun, Nobita yang maruk telah menggambar banyak simbol garis tangan untuk peruntungannya. Tanpa ia ketahui, ia malah membentuk kesialan.

Saat itu, Nobita sedang dititipi Kii-chan—sepupunya yang masih balita. Keadaan menjadi semakin gawat, karena Kii-chan membuang krim penghapus.

Sementara itu, nasib buruk yang tertulis di tangannya perlahan-lahan mulai terwujud.

 

Chapter 27 : Habitat Serigala

Saat itu, anak-anak sedang berkumpul membicarakan berita heboh di Koran. Menurut kabar, ada seseorang yang tak sengaja melihat Serigala Jepang di Bukit Yamagami.

Padahal, Serigala Jepang terakhir terlihat pada tahun 1905 dan kini populasinya sudah punah. Oleh karenanya, banyak yang mengira berita itu tidak lah benar.

Salah seorang temannya lalu berkata, bagi siapa yang bisa menemukan Serigala Jepang pasti akan terkenal. Mendengar itu, Nobita berkata akan menemukannya.

Teman-temannya lantas menertawakan pernyataan Nobita. Doraemon kemudian menguatkan pernyataan Nobita, bahwa ia pasti berhasil menemukan Serigala Jepang.

Nobita dan Doraemon kemudian terbang memakai Baling-baling Bambu menuju Bukit Yamagami. Mereka terkejut melihat ada begitu banyak orang yang siap berburu hal yang sama.

Mereka pun masuk lebih jauh ke dalam Yamagami. Doraemon lalu menyinari Nobita dengan alat pengubah wujud jadi serigala.

Doraemon memberikan Nobita sebuah pistol bius. Tanpa sengaja, Nobita malah menembakannya ke Doraemon.

Dalam wujud serigala, Nobita benar-benar bertemu dengan Serigala Jepang yang masih tersisa. Ia jadi sedih mengetahui kenyataan, bahwa mereka selama ini berusaha bertahan hidup dari kejaran manusia.

 

Chapter 28 : Lencana Utara Selatan

Giant sangat bangga mengetahui bahwa sebuah magnet akan saling menempel jika kutubnya berlawanan, sementara keduanya akan terpental jika kutubnya sama. Giant berkata, bahwa ia adalah orang pertama yang menemukan fakta sains tersebut.

Mendengar itu, Nobita menertawakan Giant. Sebab hal seperti itu sudah diketahui banyak orang, bahkan sejak Nobita masih TK.

Giant jadi murka karena ia dipermalukan di hadapan anak-anak lain. Ia bertekad akan menghajar Nobita jika berhasil menangkapnya.

Merasa takut dengan ancaman Giant, Doraemon lalu mengeluarkan Lencana Utara Selatan. Prinsip cara kerjanya sama seperti kutub magnet.

Doraemon kemudian menempelkan lencana kutub selatan di tubuh Nobita dan akan menempelkan kutub yang sama di tubuh Giant. Oleh karenanya jika Giant mendekati Nobita, ia akan terpental.

Setelah berhasil menghindari Giant, Nobita kemudian berniat menempelkan Lencana Kutub Utara ke tubuh Shizuka agar mereka bisa berdekatan. Akan tetapi, niat Nobita sepertinya tidak akan berjalan lancar.

 

Chapter 29 : Membangun Kereta Bawah Tanah (Subway)

Sepulang dari department store, Nobita, Doraemon, dan Ibu menunggu Ayah pulang kerja di stasiun. Mereka berniat untuk pulang bersama naik kereta.

Dari penjemputan hari itu, Nobita jadi sadar bahwa Ayah setiap hari harus berdesak-desakan dalam kereta untuk pulang pergi kerja.

Tersirat ide dari Nobita untuk memberikan hadiah Natal berupa jalur khusus kereta bawah tanah. Ide tersebut terdengar mustahil, tapi akhirnya Doraemon mau mengupayakannya.

Doraemon kemudian mengeluarkan sebuah Mesin Pengebor Lubang dan memulai pekerjaan mereka.

Upaya pengeboran cukup memakan waktu dan tak selalu berjalan mulus. Namun pada akhirnya, mereka berhasil membangun jalur Subway menuju kantor Ayah.

Tiba saatnya mereka bertiga mencoba perjalanan tersebut. Namun perjalanan mereka harus terhenti di tengah-tengah, sebab jalur mereka dibongkar oleh pekerja proyek Subway asli.

Akibatnya, perjalanan Ayah ke kantor jadi terhambat. Meski begitu, Ayah sangat senang karena Doraemon dan Nobita bersusah payah demi dirinya.

 

Chapter 30 : Menanam Padi

Nobita dan Doraemon bertengkar gara-gara rebutan mochi terakhir di piring. Maka dari itu, Doraemon mengeluarkan alat pembuat mochi.

Namun untuk membuatnya, mereka butuh beras ketan sebagai bahan utama. Mereka lalu berniat meminta pada Ibu, tapi ditolak karena dikira mereka mau main-main dengan bahan makanan.

Akhirnya, Doraemon memutuskan untuk menghasilkan beras ketannya sendiri. Ia lalu mengeluarkan karpet sawah, matahari buatan, awan, dan segala keperluan untuk menanam padi.

Gambar Doraemon Bikin Mochi

Dengan susah payah, keduanya berhasil menanam padi ketan dalam kamar, sampai tiba saatnya untuk panen. Akhirnya, mereka berdua bisa memakan mochi hasil jerih payah mereka sendiri.

 

Chapter 31 : Alat Pemindah Sakit

Ayah tak bisa masuk kerja karena flu berat. Dalam demamnya, Ayah terus mengigau mengingat pekerjaan di kantor.

Nobita bertanya pada Doraemon, apakah ia memiliki obat yang bisa langsung bikin sehat. Alih-alih sebuah obat, Doraemon hanya punya Alat Pemindah Sakit.

Bentuknya seperti telepon kawat mainan anak-anak. Cara kerjanya adalah dengan menukar kondisi kesehatan dua orang yang memegangnya.

Nobita kemudian menawarkan diri agar penyakit Ayah dipindahkan padanya. Dalam sekejap, Ayah merasa sangat sehat dan langsung berangkat kerja.

Tak sanggup merasakan penyakit pindahan dari Ayah, Nobita lalu mencari orang yang dianggap pantas menerima penyakit darinya.

 

Chapter 32 : Latihan Ski di Kamar

Nobita diajak teman-temannya untuk bermain ski. Segala macam alasan ia katakan untuk menolak ajakan mereka.

Ternyata, Ayah sudah lama membelikan peralatan ski untuk Nobita. Nobita terpaksa harus ikut main ski bersama teman-temannya saat salju sudah menumpuk nanti.

Doraemon kemudian mengeluarkan alat untuk berlatih ski di kamar. Ia bahkan menyetting pemandangan agar Nobita merasa seperti latihan beneran di salju.

Agar Nobita tambah bersemangat, Doraemon lalu mengatur suhu kamar jadi sedingin cuaca bersalju. Namun, Doraemon tak sengaja memutar suhu dingin terlalu kencang, sehingga menyebabkan ilusi badai salju dan longsor dalam kamar.

 

Chapter 33 : Berburu Dinosaurus

Nobita kaget karena melihat ada seekor dinosaurus di kamarnya. Saat Ibu datang ke kamar, dinosaurus itu sudah menghilang.

Tiba-tiba Doraemon keluar dari laci meja belajar Nobita. Katanya, ia baru saja melakukan perburuan dinosaurus dengan Sewashi.

Mendengar itu, Nobita jadi ingin melakukan perburuan dinosaurus juga. Tapi Doraemon tak yakin, kalau Nobita bisa melakukannya.

Mereka kemudian naik mesin waktu ke satu juta tahun lalu. Doraemon memberikan kepada Nobita sebuah pistol pengecil yang hanya bisa menembak kurang dari 20 meter.

Keduanya kemudian melakukan perburuan yang luar biasa untuk bisa menangkap dinosaurus. Pada akhirnya, aksi perburuan mereka malah menyebabkan penemuan misterius di masa mendatang.

 

Chapter 34 : Cara Mendapat Surat Balasan Tanpa Mengirim Surat

Ibu merasa gelisah karena tak kunjung mendapat surat balasan dari teman kuliahnya. Ayah lalu menyadari, ia lupa mengirim surat yang Ibu titipkan sebulan lalu.

Doraemon kemudian mengeluarkan Kotak Pos Penerima Balasan. Surat milik Ibu dimasukan ke dalam pos dan dalam sekejap balasannya sudah tiba.

Doraemon dan Nobita kemudian memamerkan alat tersebut kepada teman-teman. Mereka lalu mencoba Kotak Pos tersebut.

Nobita jadi penasaran, bagaimana balasan dari Shizuka jika ia mengirim surat cinta kepadanya.

Tanpa sepengetahuan Nobita, Ibu telah memasukan surat tersebut ke kotak pos asli. Padahal menurut balasan dari Kotak Pos milik Doraemon, Shizuka tidak akan menyukai isi surat yang ditulis oleh Nobita.

  

Kumpulan Sinopsis Komik Serial Doraemon Volume 01


Manga by Fujiko F. Fujio

Sinopsis ini saya tulis berdasarkan manga scan yang saya baca. Oleh karena itu, mohon maaf dan dimaklumi jika dirasa ada kesalahan atau ketidaksesuaian penerjemahan dari setiap judul chapter.

 

Chapter 01 : Datang Dari Masa Depan

Nobita kedatangan Doraemon dan Sewashi yang berasal dari abad ke-22. Mereka muncul dari laci meja belajar Nobita menggunakan mesin waktu.

Menurut Album Foto Masa Depan, Nobita akan menikah dengan Jaiko—adik dari Jaian. Kesulitan hidup akan mengikutinya di kehidupan masa mendatang.

Sewashi merupakan cucu dari cucunya Nobita. Misi kedatangan mereka adalah untuk mencegah masa depan suram Nobita.

Dalam chapter ini, Nobita akan mencoba baling-baling bambu untuk pertama kalinya.

 

Chapter 02 : Ramalan Doraemon

Doraemon berusaha mencegah Nobita untuk meninggalkan rumah. Sebab menurut Album Foto Masa Depan milik Doraemon, Nobita akan mengalami kecelakaan akibat ditabrak truk sampah.

Shizuka kemudian menelepon untuk mengajak mereka ke rumahnya. Sebab ia baru saja membeli komik baru dan menyediakan kue.

Tergiur dengan tawaran tersebut, Nobita dan Doraemon nekat keluar rumah sambil bersusah payah menghindari jalur yang bisa mencelakakan Nobita.

 

Chapter 03 : Biskuit Pengubah Jadi Binatang


Biskuit Binatang Doraemon Image
Ibu Lagi Diapelin Sama Buaya

Nobita diminta Ibunya untuk membeli cemilan. Sebab Ibunya sedang kedatangan seorang tamu.

Karena malas, ia hendak menyuruh Doraemon untuk melakukannya. Namun, ia malah menemukan sekotak biskuit lucu yang berbentuk macam-macam binatang.

Nobita mencicipi salah satu biskuit berbentuk kucing. Ia kemudian memberikan biskuit binatang itu kepada tamu Ibunya.

Merasa biskuit yang dibawa Nobita kurang pantas, Ibunya memaksa Nobita untuk membeli yang baru.

Saat membeli kue, wujud Nobita berubah menjadi seekor kucing. Nobita yang panik, kemudian berpapasan dengan Doraemon.

Doraemon menyadari bahwa Nobita telah memakan Biskuit Pengubah Wujud Jadi Binatang miliknya. Merasa panik, keduanya buru-buru pulang.

Akan tetapi, mereka mendapati biskuit tersebut sudah dimakan oleh tamu Ibunya.

 

Chapter 04 : Agen Rahasia

Suneo memergoki Nobita telah memecahkan vas milik Pak Guru. Takut diadukan, Nobita terpaksa mengikuti semua kemauan Suneo.

Lama kelamaan Suneo menjadi keterlaluan, ia bahkan menyuruh teman-teman yang lain untuk memperbudak Nobita. Karena tak tahan, ia lalu mengadu pada Doraemon.

Doraemon kemudian mengeluarkan alat yang bisa memperbaiki vas milik Pak Guru. Tak berhenti sampai di situ, mereka berniat balas dendam kepada Suneo.

Doraemon lalu mengeluarkan alat pengintai miliknya dan mulai memata-matai apa saja yang dilakukan Suneo seharian. Mereka pun berhasil memutar balik keadaan.

 

Chapter 05 : Suling Kobe Abe

Nobita dimarahi habis-habisan oleh Ibunya akibat tidak membereskan kamarnya yang berantakan. Dalam situasi seperti itu, Doraemon malah asyik main suling.

Akan tetapi, mendadak amarah Ibu Nobita mereda dan jadi bersikap baik. Rupanya, Suling Kobe Abe yang dimainkan Doraemon bisa membuat seseorang melakukan hal yang berkebalikan dari yang mereka pikirkan.

Senang karena sudah dibantu, Nobita kemudian berniat pergi. Namun Doraemon memainkan suling itu sekali lagi, sehingga Nobita jadi membereskan kamarnya berantakan.

Karena kesal, Nobita lalu membalas perbuatan Doraemon menggunakan suling tersebut.

Ia kemudian berjalan keluar sambil memainkan Suling Kobe Abe, sehingga semua orang yang dilewatinya jadi melakukan hal-hal yang sebaliknya.

Saat tiba di rumah Shizuka, ia kaget melihat Shizuka dan Ibunya diikat oleh perampok. Nobita kemudian berusaha menyelamatkan mereka menggunakan suling tersebut.

 

Chapter 06 : Kompetisi Barang Antik

Suneo sedang memamerkan koleksi barang antik di rumahnya kepada Shizuka dan Nobita. Nobita merasa tak paham, kenapa orang mau mengoleksi benda-benda semacam itu.

Suneo lalu mengejek Nobita yang tidak punya barang antik di rumahnya. Kesal karena ditertawakan oleh Suneo, ia kemudian meminta barang antik kepada Doraemon.

Oleh karenanya, Doraemon mengeluarkan alat komunikasi yang bisa mengubah barang modern menjadi lebih antik. Mereka lalu mencoba mengubah radio milik Nobita menjadi sebuah benda cikal bakal radio transistor.

Saat memamerkan benda itu ke teman-temannya, semua jadi tertarik dan berebut untuk mencoba. Suneo yang merasa kesal, berusaha menunjukan barang-barang paling antik yang ada di rumahnya.

Merasa tak mau kalah, Nobita memakai alat komunikasi Doraemon untuk menukar barang-barang di rumahnya agar semakin antik.

Rumah Purbakala Nobita pic
Back to Nature

Di tengah perseteruan yang sengit, Nobita tanpa sadar telah mengubah tempat tinggal dan barang-barang yang dipakainya menjadi seperti dari era purbakala.

 

Chapter 07 : Belalang Sujud

Kacamata Nobita pecah karena tak sengaja kena bola nyasar yang dimainkan oleh Suneo, Jaian, dan kawan-kawan. Nobita menuntut mereka untuk meminta maaf pada dirinya.

Suneo yang suka memutarbalikan perkataan berhasil mempengaruhi teman-temannya agar menyalahkan Nobita. Menurut mereka, jika Nobita berhasil menendang bola yang datang kepadanya, maka kejadian seperti itu bisa dihindari.

Di rumah, Doraemon jadi naik pitam mendengar cerita Nobita. Ia lalu mengeluarkan belalang sujud dari kantong ajaibnya.

Jika belalang tersebut masuk ke dalam hidung seseorang, orang itu akan mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf. Mereka lalu mengunjungi Suneo dan Jaian untuk menuntut maaf dari mereka.

Di tengah menebus kesalahan Jaian, Nobita tak sengaja membuat belalang-belalang milik Doraemon kabur dan menyebar ke penjuru kota.

Akibatnya suasana kota menjadi kacau dan depresi. Semua orang sangat menyesali kesalahan yang pernah mereka buat.

Kacaunya lagi, sampai-sampai ada yang berniat bunuh diri. Nobita dan Doraemon kemudian berusaha mencegah tindakan para warga yang mungkin bisa membahayakan diri mereka.

 

Chapter 08 : Sujud Hormat Pada Leluhur

Suneo membanggakan ke teman-temannya, bahwa dirinya adalah keturunan Samurai terhormat pada zamannya. Teman-temannya bahkan disuruh untuk sujud hormat di depan pedang Katana milik nenek moyangnya.

Nobita yang penasaran, kemudian menanyakan pada Ayahnya tentang leluhur keluarga mereka. Namun bagi Nobita, kehidupan leluhurnya yang cuma seorang pemburu terdengar biasa saja.

Doraemon lalu mengajak Nobita untuk mengunjungi leluhurnya dengan mesin waktu. Dengan dibantu peralatan dari kantong ajaib, keduanya berusaha mengubah nasib leluhur Nobita di zaman itu.

 

Chapter 09 : Gunting Bayangan

Nobita diminta Ayahnya untuk bantu mencabuti rumput di halaman. Tentu saja Nobita menolak, sebab cuaca musim panas saat itu membuatnya enggan beraktivitas di luar ruangan.

Doraemon lalu mengeluarkan alat gunting bayangan. Dengan demikian, bayangan Nobita lah yang akan mencabuti rumput menggantikan Nobita.

Setelah itu, Doraemon memperingatkan Nobita agar dalam 30 menit ia sudah harus merekatkan bayangannya kembali. Namun Nobita malah bersikap santai dan mencoba memanfaatkan bayangannya.

Ia lalu menyuruh bayangannya untuk melakukan pekerjaan apa saja yang dia minta. Namun, hampir 30 menit bayangan itu tidak kembali setelah diminta mengantarkan buku ke temannya.

Sadar Nobita tidak mengindahkan peringatannya, Doraemon mengatakan hal buruk yang bisa menimpa Nobita jika bayangannya tidak segera direkatkan lewat 30 menit.

Katanya Nobita asli akan menjadi bayangan, sementara bayangan Nobita akan berubah jadi manusia. Keduanya lalu bergegas mencari bayangan Nobita.

Ternyata bayangan Nobita mulai memliki akal, sehingga ia berusaha agar tidak tertangkap.

 

Chapter 10 : Lipstik Pujian


Doraemon Alat Lipstik Pujian Pic
Hmmph....

Nobita kena marah Ayah Ibunya karena disangka mengejek hal-hal yang sedang mereka lakukan. Padahal sebenarnya, itu dikarenakan Nobita tidak pandai memuji.

Doraemon lalu mengeluarkan Lipstik Pujian dari kantong ajaibnya. Barang siapa yang memoles bibirnya dengan lipstik tersebut, maka dijamin orang itu akan jago memuji.

Akan tetapi di pemakaian pertama, Doraemon salah memakai sisi lipstik, sehingga yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata hinaan. Doraemon mengatakan, lipstik tersebut memiliki dua sisi, yaitu untuk pujian dan hinaan.

Nobita lalu berkeliling kota untuk mencoba lipstik pujian. Ia pun berhasil menyenangkan banyak orang.

Di rumah, Ibu Nobita menemukan lipstik tersebut tergeletak di lantai dan memakainya. Namun, Ibunya malah memakai sisi lipstik untuk menghina.

 

Chapter 11 : Nilai Sempurna Sekali Seumur Hidup

Di tengah mengerjakan PR, Nobita tertidur dan bermimpi jadi anak jenius di sekolahnya. Doraemon lalu menyadarkannya dari mimpinya.

Doraemon mengingatkan, bahwa Nobita ada janji kumpul dengan teman-teman sekelas di rumah Shizuka. Tapi sayangnya, Nobita belum selesai mengerjakan PR.

Akhirnya, Doraemon terpaksa meminjamkan pensil komputer agar PR Nobita cepat selesai. Senang dengan benda tersebut, Nobita menolak untuk langsung mengembalikan pada Doraemon.

Ia kemudian membantu PR teman-temannya dengan pensil tersebut. Ternyata, Nobita ingin sejenak merasakan pengalaman dipuji sebagai anak yang pintar.

Nobita berniat menggunakan pensil tersebut untuk ujian besok agar bisa dapat nilai 100. Mendengar itu Doraemon tak setuju dan melemparkan pandangan tak suka pada Nobita.

Ditentang perasaan bersalah, pada akhirnya ia tidak menggunakan pensil tersebut. Namun Doraemon menyadari pensil miliknya ternyata telah ditukar oleh seseorang.

 

Chapter 12 : Operasi Lamaran

Ibu Nobita menyiapkan makan malam istimewa, sebab hari itu adalah peringatan ke-12 ulangtahun pernikahan Ayah dan Ibu.

Saat sedang asyik menyantap makan malam bersama, Nobita bertanya bagaimana keduanya bisa menikah.

Namun, suasana makan malam berubah menjadi pertengkaran suami istri. Sebab, keduanya memiliki versi cerita lamaran yang berbeda.

Menurut Ibu, Ayah akan bunuh diri jika tak menikah dengan Ibu. Sementara Ayah bilang, Ibu menangis-nangis dan memohon untuk dinikahi.

Nobita dan Doraemon lalu menanyakan tempat dan tanggal lamaran mereka. Keduanya berniat menyelidiki kebenarannya dengan mesin waktu.

Tanpa sadar, justru campur tangan mereka di masa lalu yang menyebabkan perbedaan versi tersebut.

 

Chapter 13 : Memo Pembuat Janji

Suneo dan Jaian mendengar kalau Shizuka akan pergi ke rumah Nobita untuk mengerjakan PR bersama. Keduanya kemudian memohon pada Shizuka agar mengerjakan PR di rumah mereka dan Shizuka pun mengiyakan.

Melihat Nobita yang sedih, Doraemon kemudian mengeluarkan Memo Pembuat Janji. Janji apa saja yang ditulis di memo tersebut, pasti akan terlaksana.

Doraemon mencontohkannya dengan menulis bahwa Ayah membawakan dorayaki. Meski Ayah masih bekerja di kantor, tetapi ajaibnya janji tersebut terpenuhi.

Nobita kemudian menulis di memo agar Shizuka memenuhi janji membuat PR di rumah. Keasyikan dengan memo milik Doraemon, Nobita jadi menggunakannya untuk hal-hal yang tak penting.

 

Chapter 14 : Merasa Kepanasan Ketika Salju

Shizuka, Suneo, dan Jaian mendatangi rumah Nobita untuk mengajaknya bermain. Saat itu sudah masuk musim dingin, Nobita keluar dengan baju hangat tebal dan membawa kantong air panas.

Teman-temannya kemudian menertawakan Nobita yang tak kuat dingin. Kesal ditertawakan, Nobita menghampiri Doraemon yang juga sedang menghangatkan diri.

Doraemon dibuat ikut kesal dengan cerita Nobita. Ia lalu mengeluarkan Krim Pembalik dari kantong ajaibnya.

Jika dioleskan ke tubuh, krim itu akan menghasilkan suhu yang berkebalikan dengan kondisi cuaca saat ini. Setelah mengolesnya, mereka merasa udara jadi gerah seperti musim panas, sampai-sampai Nobita melepas bajunya.

Teman-temannya yang sedang bermain di lapangan dibuat terkejut karena Nobita datang tanpa memakai baju atasan.

Tak mau kalah, Suneo dan Jaian ikut membuka baju mereka. Namun mereka tak kuat dan malah bersin-bersin.

Tiba-tiba salju turun, Nobita dan Doraemon menjerit kepanasan. Keduanya lalu berusaha mencari cara untuk menyejukan diri.

Kepanasan Saat Salju Pic
Dingin Dingin Bikin Kaku

Chapter 15 : Jin Asap dari Lampu


Gambar Jin Lampu
Digosok-gosok jadi Keluar

Saat tengah bersantai di lantai bawah, Doraemon diganggu oleh Nobita yang memintanya untuk menyalakan penghangat ruangan di lantai 2.

Doraemon lalu mengeluarkan benda mirip lampu Aladdin, yang apabila digosok akan keluar robot asap dari dalamnya. Robot tersebut tidak akan masuk sampai tugasnya terpenuhi.

Nobita sangat senang karena apa yang ia minta akan selalu dipenuhi. Dimulai dari mainan, komik, makanan, dan masih banyak lagi.

Ia kemudian mencoba minta satu juta yen pada robot tersebut. Memenuhi permintaan Nobita, robot tersebut berkeliling dan merampok orang-orang agar satu juta yen terkumpul.

Nobita tidak mengira, kalau robot tersebut mendapatkan segala sesuatunya dengan cara seperti itu. Gawatnya lagi, jin itu tidak akan berhenti sampai permintaan Tuannya terpenuhi.

 

Chapter 16 : Larilah Kuda Bambu!


Cerita Nobita Main Enggrang Pic
Kuda...Kuda Apa yang Bikin Nangis?
Kudapati  Dia dengan yang Lain!

Saat itu permainan egrang tengah populer di kalangan anak-anak. Sayangnya, Nobita benci permainan yang satu itu karena tak bisa jaga keseimbangan.

Giant kemudian mengajak anak-anak untuk ikut lomba egrang besok. Giant dan Suneo lalu mengejek Nobita, karena mereka yakin hanya dia yang tidak akan ikut.

Tak tahan ditertawakan, Nobita mengiyakan untuk ikut lomba besok. Mendengar itu, Ayahnya segera membuatkan egrang agar Nobita bisa berlatih.

Nobita kemudian memohon pada Doraemon untuk mengeluarkan alat egrang miliknya. Tentu saja Doraemon tidak punya.

Doraemon kemudian pergi ke abad 22 untuk membawakan sebuah mainan kuda bambu. Agar bisa menungganginya, Nobita harus memperlakukan kuda bambu tersebut seperti kuda asli.

Dengan segala upaya, akhirnya Nobita berhasil menunggangi kuda bambu tersebut.

Di halaman rumah, Ibu marah karena bambu untuk menjemur baju hilang. Rupanya, Ayah menggunakannya untuk membuat egrang.

Ayah lalu membawakan kuda bambu milik Nobita sebagai ganti bambu jemuran. Saat Ibu menjemur baju, kuda bambu jadi terbangun dan marah.

Kuda itu kemudian berontak dan lari ke luar halaman. Melihat kesempatan itu, Giant lalu merebutnya.  

Giant tak tahu, bahwa benda yang dia rebut itu akan menyebabkan masalah untuknya.

 

 

Senin, 08 Agustus 2022

Komik Serial Misteri Garden Ghost Hiroko Kazama

Komik Serial Misteri Ghost Garden Pic
Tampak Depan


Judul              : Garden Ghost

Judul Asli       : Akuryou no Niwa

Author            : Hiroko Kazama

Komik ini pertama kali diterbitkan di Jepang pada tahun 1987 oleh Akita Publishing Co. Sementara di Indonesia, komik ini baru diterbitkan pada tahun 2003 oleh PT. Elex Media Komputindo.

Komik Garden Ghost memuat lima cerita berbeda yang tidak berhubungan satu sama lainnya.

Cover Belakang Komik Ghost Garden
Tampak Belakang

Cerita 1 : Garden Ghost

Nakako Niresaki merupakan anak dari seorang penulis terkenal. Saat ini Ayahnya sedang melakukan penelitian di situs kebudayaan Suku Inca, Peru untuk mengumpulkan bahan cerita berikutnya.  

Oleh karena itu, ia dititipkan kepada Sinichirou. Shinichirou Kizaki sendiri adalah seorang penulis muda kenalan Ayahnya. Ia pernah memenangkan sebuah penghargaan sastra lima tahun lalu.

Nakako akan numpang tinggal di rumah Shinichirou, sekaligus pindah sekolah ke SMU sastra dimana Shinichirou mengajar. Shinichirou yang dikaguminya sejak kecil, kini tinggal sendirian di rumah tua besar warisan Ibunya.

Namun di hari kedatangannya, ia sempat kesulitan menemukan rumah Shinichirou. Ia sangat yakin kalau dirinya kena tipu rubah (berputar-putar di tempat yang sama).

Nakako mendapat kamar yang pemandangannya menghadap ke sebuah kebun yang terbengkalai. Tiba-tiba, ia merasakan seperti ada sesuatu yang masuk ke kamarnya saat membuka jendela.

Gambar Kamar Nakako Garden Ghost
Kebun Misterius Depan Kamar

Sebagai balas budi, Nakako berjanji akan memasak untuk Shinichirou. Saat sedang mencuci piring, lagi-lagi ia merasakan seperti ada sesuatu yang mengawasinya.

Keesokannya di sekolah, Nakako ditanyai oleh beberapa orang temannya soal kebenaran bahwa dirinya yang tinggal di rumah Pak Guru. Ternyata, Shinichirou cukup populer di kalangan siswi-siswi di sana.

Salah seorang dari mereka ingin sangat kepo soal gossip percintaan Shinichirou. Menurut kabar, Pak Guru Kizaki pernah menjalin cinta dengan seorang siswi bernama Mariko Naitou. Mereka berhubungan saat Shinichirou masih jadi guru magang di sana.

Akan tetapi, pada suatu hari Mariko menghilang begitu saja dan Pak Guru masih belum bisa move on sampai sekarang. Dengar-dengar, hal itulah yang menyebabkannya masih melajang sampai sekarang.

Teman-temannya meminta Nakako untuk menanyakan kebenaran soal alasan Pak Guru menjomblo. Tentu saja itu adalah permintaan yang agak sulit.

Pada suatu hari, Shinichirou menghadiahkan Nakako sebuah hiasan penahan kertas bentuk angsa yang terbuat dari kaca. Katanya, hadiah itu diberikan dalam rangka ultah Nakako yang ke-17.

Hadiah tersebut bikin Nakako jadi berbunga-bunga. Tiba-tiba, ia merasakan hawa yang tak enak di kamarnya.

Mendadak jendela di kamarnya pecah dan serpihan kacanya mengenai seluruh tubuh Nakako. Ia kemudian disadarkan oleh Shinichirou.

Kaca jendela di kamarnya terlihat masih utuh. Hanya saja, hadiah pemberian Shinichirou pecah berkeping-keping. Shinichirou meyakini benda itu ga sengaja tersenggol saat Nakako pingsan.


Keesokannya saat istirahat makan siang, teman-temannya kembali membicarakan gossip lainnya soal Shinichirou. Katanya, karya Shinichirou yang mendapatkan penghargaan merupakan karya dari Mariko Naitou.

Untuk membungkamnya, gadis itu dibunuh dan dikuburkan di suatu tempat di rumah itu. Konon, arwah Mariko yang masih cinta pada Pak Guru bakal menghantui gadis-gadis yang mendekatinya.

Mendengar itu, Nakako merasa tak bisa mengabaikan gossip itu.

Saat pulang sekolah, ia melihat Shinichirou menaiki bis di halte. Nakako kemudian buru-buru ikut menaiki bis tersebut.

Anehnya saat ia sudah naik, Shinichirou tidak ada di dalamnya. Ia malah melihat Shinichirou berada di bis lain.

Bis yang ia naiki kemudian berjalan dan tak berhenti di halte mana pun. Meski Nakako memencet bel untuk turun, bis terus saja berjalan.

Merasa panik, Nakako memecahkan kaca jendela bis dan loncat dari sana. Tiba-tiba ia terduduk di pinggir trotoar seperti orang linglung.

Pulangnya, Nakako mendesak Shinichirou untuk menceritakan soal Mariko Naitou. Shinichirou pun akhirnya menceritakan kebenaran kisah cintannya dengan Mariko Naitou. 

Memang benar, ternyata Shinichirou setia menjomblo karena masih menunggu Mariko. Ia juga yakin akan berjumpa dengan Mariko lagi suatu hari nanti.

Pandangan Nakako teralihkan dengan sebuah berita di televisi tentang kecelakaan bis. Ia yakin sekali kalau itu adalah bis yang ia naiki tadi.

Seandai dia ga maksa keluar, barangkali Nakako udah tewas sekarang. Nakako yang ketakutan jadi histeris, sebab ia merasa mendapat terror tak kasat mata yang berasal dari rumah itu.

Seperti mendapat firasat buruk, Shinichirou akhirnya meminta Nakako untuk pindah dari rumahnya besok. Ia berjanji akan bantu mengurus semua yang dibutuhkan.

Malamnya, Nakako tidak bisa tidur karena suara angin di luar membuat kaca jendela jadi berisik. Saat berniat menutup penahan jendela, sebuah tangan ghaib menarik tangannya.

Tiba-tiba sosok hantu wanita muncul dari jendela. Nakako yang ketakutan segera berlari mencari Shinichirou.

Saat sedang mencari, kebetulan ia melihat sebuah kamar yang berantakan seperti habis diacak-acak maling. Rupanya, itu adalah kamar mendiang Ibu Shinichirou.

Nakako kemudian menemukan sebuah karya sastra milik Mariko Naitou di antara tumpukan barang yang berantakan. Tiba-tiba, Shinichirou muncul di kamar itu.

Nakako yang panik melemparkan kumpulan lembar naskah sastra itu ke Shinichirou dan segera lari. Shinichirou mengejar Nakako karena berniat ingin menjelaskan semuanya.

Tapi tiba-tiba, rambut Nakako ditarik oleh sebuah tangan ghaib yang menyeretnya ke area kebun terbengkalai. Menyadari sosok ghaib itu adalah Mariko, Shinichirou memohon agar ia tak membunuh Nakako.

Arwah Mariko lalu melepaskan Nakako. Di saat bersamaan, ada begitu banyak robekan kertas yang keluar dari dalam tanah di kebun itu.

Rupanya itu adalah sebagian dari buku diary mendiang Ibu Shinichirou. Buku itu telah lama dibakar dan dikubur di suatu tempat. 

Dari diary itu, Shinichirou mengetahui bahwa Ibunya lah yang mencuri karya sastra Mariko. Mendiang Ibunya mengirimkan karya tersebut atas nama Shinichirou ke ajang penghargaan sastra. 

Ibunya kemudian membunuh dan menguburkan Mariko di suatu tempat di rumah itu. Hal itu dilakukan demi meneruskan impian Ayah Shinichirou yang ingin menjadi penulis terkenal.

Gambar Cerita Kebun Berhantu
Kebenaran Terungkap

Shinichirou cukup syok dengan semua kenyataan yang ia ketahui selepas ditemukannya diary sang Ibu. Terutama kenyataan bahwa Mariko Naitou yang selama ini ia tunggu sudah meninggal.

Ia kemudian meminta Nakako untuk pergi dari rumah itu. Sekalian ia juga menitipkan, sebuah karya tulisan miliknya untuk dilihat Ayah Nakako.

Seperginya dari sana, Nakako melihat kepulan asap dari rumah Shinichirou. Tampaknya, Shichirou hendak menyusul Mariko.


Pada suatu hari saat liburan musim panas, Nakako bertolak ke Peru untuk menyusul Ayahnya di sana. Di pesawat ia melihat buku kesusatraan, dimana nama Shinichirou masuk ke dalam daftar nominator penghargaan sastra terbaik tahun itu.

Rupanya, Nakako langsung memberikan tulisan itu ke editor Ayahnya, sehingga hasilnya jadi demikian. Ini membuktikan, bahwa Shinichirou memang berbakat.

 

Cerita 2 : Dari Laut

Kazuya adalah seorang anak yang biasa tinggal di kota besar, kini harus menetap di sebuah kota kecil di pesisir laut. Kebetulan, Ayah Kazuya yang bekerja di bidang konstruksi harus mengurus proyek pembangunan di kota kelahirannya.

Di tempat baru itu, mereka bertiga menempati sebuah rumah tua peninggalan Nenek Kazuya. Suasana yang berbeda membuat Kazuya kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Saat sedang berjalan-jalan mengelilingi kota dengan sepeda, Kazuya bertemu dengan seorang anak gadis di sebuah tebing.

Kazuya sangat kaget karena gadis itu mengetahui namanya. Padahal ia baru pindah tiga hari dan belum punya teman sama sekali.

Gadis yang kelihatannya sebaya dengan Kazuya itu tiba-tiba menangis bahagia. Sebab ia sudah lama menanti Kazuya. Ia kemudian mengajak Kazuya berkunjung ke rumahnya yang ada di atas bukit.

Gambar Cerita Kazuya dan Mayuko
Rumah Terbengkalai di Atas Bukit

Kazuya dibawa menuju sebuah rumah bergaya Eropa yang tampak sudah lama terbengkalai. Meski begitu, Kazuya merasa seperti pernah berkunjung ke sana. Lalu tiba-tiba saja, anak gadis itu menghilang.

Di rumahnya, Kazuya bertanya pada Ibunya apa mereka pernah ke kota ini sebelumnya. Menurut Ibunya, Kazuya selama ini lahir dan besar di Tokyo. Kalau pun pernah datang ke kota ini hanya saat usia Kazuya masih 2 tahun.

Maka dari itu, mustahil Kazuya punya ingatan soal kota tersebut. Lebih-lebih lagi ingatan soal rumah terbengkalai di atas bukit.

Masih penasaran dengan rumah tersebut, keesokannya Kazuya mengunjungi rumah itu lagi. Saat ia masuk ke dalam, ia bertemu dengan anak gadis yang wujudnya jauh lebih dewasa daripada kemarin.

Gadis itu lalu mengajaknya untuk minum teh. Kazuya terpukau dengan interior dalam rumah yang ternyata tampak mewah.

Lagi-lagi ia merasakan déjà vu, seolah-olah pernah merasakan suasana yang sama. Ia lalu menanyakan siapa nama gadis itu.

Namun gadis itu meminta agar Kazuya bisa mengingat namanya sendiri, ditambah ia sudah tidak punya banyak waktu. Kesal mendengar jawaban seperti itu, Kazuya jadi marah dan pergi dari tempat itu.


Hari-hari berlalu dan Kazuya berusaha untuk tidak memikirkan gadis itu. Namun pada  suatu malam, Kazuya mendengar bahwa perusahaan Ayahnya akan meratakan rumah di atas bukit untuk membangun hotel.

Kazuya bilang pada Ayahnya, kalau ada seorang gadis yang tinggal di sana. Tentu saja Ayahnya membantah, karena di sana cuma rumah kosong yang tak berpenghuni.

Kalau pun dulu ada yang pernah tinggal di sana, itu hanya seorang nenek-nenek yang sudah meninggal 10 tahun lalu. Kazuya kemudian meminta Ayahnya untuk menceritakan soal rumah itu.

Katanya, mendiang nenek yang tinggal di rumah itu sangat cantik waktu mudanya. Nenek itu adalah seorang anak tunggal pemilik bank. Ia kehilangan kekasihnya akibat gugur di medan perang.

Sejak kecil nenek itu sering sakit-sakitan. Makanya, villa di atas bukit sengaja dibangun untuk memulihkan kesehatannya.  

Meski sudah mendengar cerita tersebut, hal itu tetap tidak bisa menerangkan ingatan Kazuya. Maka dari itu, Kazuya memutuskan untuk berkunjung ke sana lagi besok.

Saat Kazuya berkunjung ke sana, lagi-lagi gadis itu tampak lebih dewasa daripada saat terakhir dia temui. Gadis itu kemudian mengajak Kazuya untuk mengingat masa lalu.

Rupanya, Kazuya adalah reinkarnasi dari kekasih gadis itu. Keduanya sudah bertunangan, tapi Kazuya gugur di medan perang.

Meski Kazuya sudah tiada, gadis yang bernama Mayuko itu berjanji akan selalu menunggu Kazuya di ujung tebing sana. Dan Mayuko pun terus menunggu hingga akhir hayatnya.

Setelah mendapatkan kembali ingatan kehidupan sebelumnya, Kazuya tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Ia mengalami demam tinggi dan mengigau memanggil-manggil nama Mayuko.

 

Beberapa tahun berlalu, Kazuya tumbuh jadi lelaki keren yang digandrungi banyak anak cewek. Meski begitu, ia bertekad bahwa sekarang adalah gilirannya untuk menunggu Mayuko.

Pada suatu hari saat pulang bersepeda, ia menemukan sosok anak gadis yang sedang termenung menatap ke arah laut. Kazuya lalu memanggil gadis itu dengan nama Mayuko,

Tentu saja anak gadis itu terkejut karena Kazuya tahu namanya. Padahal ia baru pindah ke kota tersebut kemarin.

Kazuya lalu menawarkan untuk membonceng gadis itu. Ia akan menceritakan semuanya pelan-pelan, sampai Mayuko bisa mengingat masa lalu mereka.

 

Cerita 3 : Tragedi Terakhir Keluarga Kirigamine

Noriko bersama Takashi—teman masa kecilnya, melakukan sebuah perjalanan ke Desa Madou yang lokasinya cukup terpencil di perfektur Okayama. Untuk mencapai desa tersebut, mereka harus melewati hutan diantara apitan pegunungan.

Perjalanan keduanya ke sana bukan tanpa sebab. Noriko diminta kakeknya yang sedang sakit untuk mengantarkan sebuah barang kepada Tome Kirigamine—cinta pertama sang kakek.

Namun untuk menemukan desa terpencil itu, Noriko dan Takashi sampai harus berputar-putar di tempat yang sama. Saat keduanya sudah kepayahan, tiba-tiba mereka melihat sebuah hamparan perkebunan di tengah kaki gunung.

Mereka berhasil menemukan Desa Madou dan sampai di rumah Nenek Tome. Hanya saja, Noriko merasakan suasana horror ketika datang ke sana.

Rumah Hantu di Desa Madou
Rumah Kirigamine

Nenek Tome menawarkan keduanya untuk bermalam sebelum kembali besok. Meski menolak, situasi hujan deras yang mendadak membuat mereka terpaksa harus bermalam.

Setelah Takashi bercanda soal Nenek Tome, tiba-tiba mereka dibuat kaget dengan kemunculan Nenek Tome yang kini ada dua orang. Ternyata Nenek Tome memiliki adik kembar yang bernama Ume.

Petir lalu menyambar dengan dahsyat, sehingga memadamkan lampu di rumah keluarga Kirigamine. Tiba-tiba muncul dua orang nenek lainnya yang mirip dengan Nenek Tome dan Ume.

Lama kelamaan mereka muncul menjadi lima orang. Rupanya Nenek Tome kembar lima. Hanya saja mereka berlima terlalu mirip, dimulai dari wajah, pakaian, model rambut, dan lainnya.

Noriko yang ketakutan lantas bersiap untuk tidur. Namun, ia kesulitan tidur karena mendengar suara rame dari ruang sebelah.

Saat ia memeriksa ruang sebelah, ia heran karena ruangan tersebut kosong melompong. Merasa bingung, Takashi muncul dan menjelaskan bahwa itu adalah fenomena porter guys (terdengar rame, meski tidak ada orang sama sekali).

Mendengar itu, Noriko jadi semakin ketakutan. Sialnya lagi, tiba-tiba ia jadi kebelet ingin ke toilet. Nenek Tome tiba-tiba muncul dan memberitahu bahwa lokasi kakus berada luar rumah.

Sambil ditemani Takashi, Noriko terpaksa memakai kakus tersebut. Ia memastikan bahwa Takashi masih berada di luar menunggu.

Namun, Noriko mendengar teriakan suara Takashi. Saat keluar, ia tak melihat Takashi dimanapun.

Sosok mengerikan kemudian meraih kaki Noriko, sehingga membuatnya menjerit. Noriko memukuli sosok mengerikan itu menggunakan sebuah tongkat panjang.

Noriko tak tahu, kalau sosok itu adalah Takashi yang ga sengaja nyemplung ke septic tank. Noriko yang panik segera masuk ke dalam rumah, tapi ia gak menemukan siapa-siapa di sana.

Anehnya, suara ribut-ribut di ruangan sebelah terdengar semakin kencang. Saat Noriko membuka ruangan itu, suasana jadi senyap seketika.

Ia kemudian menutup ruangan itu, tapi ruangan itu terdengar rame kembali. Noriko memutuskan membuka ruangan itu kembali dengan harapan suara ribut-ribut itu reda.

Tapi Noriko kaget bukan main waktu melihat berbagai sosok hantu Jepang di dalam sana.

Gambar Hantu Jepang Lagi Pesta
Hantu Lagi Kumpul Arisan

Di pojok ruangan, kelima orang nenek kembar Kirigamine terikat. Mereka berlima menyuruh Noriko supaya kabur menyelamatkan diri.

Maka terjadilah aksi kejar-kejaran antara hantu dan Noriko hingga ke luar rumah. Pada akhirnya Noriko berhasil ditangkap oleh para hantu mengerikan itu dan ia pun pingsan.


Samar-samar ia tersadar dan mendengar kumpulan suara banyak orang dalam satu ruangan. Di sana juga ada Takashi yang ikut bergabung.

Rupanya, terror itu adalah ulah penduduk Desa Madou yang mengenakan kostum hantu. Menurut kepercayaan mereka, jika ada orang yang pingsan karena ditakut-takuti di Desa Madou, itu berarti mereka akan panen raya tahun ini.

Takashi yang tercebur septic tank terpaksa diselamatkan penduduk, sehingga hanya Noriko yang ditakut-takuti. Kesal mendengarnya, Noriko memutuskan untuk ikut minum dan bersenang-senang bersama para penduduk desa.

Keesokannnya, mereka berdua melakukan perjalanan kembali ke rumah. Sekembalinya dari sana, Noriko menceritakan pengalaman tersebut pada Ibunya.

Ibunya tak percaya, sebab Desa Madou sudah lama terkubur akibat tsunami 10 tahun yang lalu. Kakek yang pikun bahkan sudah sepuluh kali meminta Ibunya Noriko untuk melakukan hal yang sama.

Pernyataan Ibunya tentu saja membuat Noriko menjadi bingung. Makanya, ia lalu bercerita pada Takashi.

Mendengar itu, Takashi bilang itu adalah hal yang hebat. Bahkan kalau bisa mereka berkunjung kembali ke desa ghaib itu.

Sementara itu di Desa Madou, para hantu sedang sibuk bercocok tanam. Mereka senang karena tahun itu akan panen raya.

 

Cerita 4 : Tsukiko, Urutan ke-17

Saat ini Tsukiko tinggal di rumah sepupunya yang bernama Tetsurou Nanbaguri. Ia dititipkan di sana, karena Ayahnya harus bekerja di luar negeri selama 2 tahun.

Tetsurou adalah seorang yang maniak terhadap hal-hal ghaib. Pada suatu hari, Tsukiko dinyatakan terpilih sebagai nomor urut ke-17 di ulang tahun Tetsurou yang ke-17 pada tanggal 17 bulan ini.

Itu berarti Tsukiko diminta untuk jadi objek uji coba ghaib-nya Tetsurou. Tsukiko yang sibuk mengatakan bahwa dia ingin melihat Kenkemine idolanya—seorang kakak kelas dari klub basket.

Hari itu sepertinya adalah keberuntungan Tsukiko. Kenkemine rupanya selama ini memperhatikan Tsukiko dan hendak mengajaknya kencan.

Tentu saja Tsukiko jadi kegirangan. Teman perempuannya sampai menyelamati, sebab Tsukiko adalah perempuan pertama yang pernah diajak oleh Kenkemine.

Malamnya, Tsukiko bersiap untuk tidur. Namun, tiba-tiba ia merasa terganggu dengan suara berisik di kamarnya.

Ritual Pemanggilan Arwah Leluhur
Contoh Sepupu Syaiton

Ternyata Tetsurou berada di kamarnya mengenakan pakaian ritual sambil membawa tiga lilin. Katanya, ia ingin melakukan uji coba pemanggilan leluhur Tsukiko.

Karena Tsukiko menolak, Tetsurou mengancam akan menceritakan segala hal soal Tsukiko kepada Kenkemine. Kenkemine dan Tetsurou adalah teman sekelas dan kebetulan tempat duduk mereka berdekatan. 

Merasa terpojok, Tsukiko akhirnya menuruti kemauan aneh Tetsurou.

Ritual yang dilakukan Tetsurou berhasil melepas roh Tsukiko dari raganya. Di tengah-tengah ritual, Tetsurou malah kebelet boker.

Sekembalinya dari toilet, Tetsurou melanjutkan pemanggilan mantra arwah. Cerobohnya, ia salah membaca mantera.

Alih-alih membaca mantra pemanggilan leluhur, ia malah baca mantra untuk memanggil arwah penasaran. Para arwah penasaran datang dan berebut menempati raga Tsukiko.

Tsukiko pun kembali sadar dan Tetsurou menyudahi ritual hari ini. Tanpa disadari, Tsukiko yang asli ternyata belum kembali ke tubuh aslinya.

Seorang arwah asing ternyata menempati tubuh Tsukiko. Yang menyebalkan, arwah itu mengomentari Tsukiko yang tidak bisa merawat tubuhnya dengan baik.

Dengan keberadaan arwah tersebut, sifat Tsukiko otomatis berubah 180 derajat. Ia jadi jauh lebih feminin dan lembut. Tsukiko bahkan meminjam alat make up ke bibinya (Ibu Tetsurou).

Tsukiko yang kebingungan berhasil mendapatkan cara berkomunikasi dengan Tetsurou, yaitu menggunakan media cermin. Mereka kemudian melakukan upaya ritual penukaran arwah, tapi tak berhasil.

Sampai tiba hari dimana Tsukiko akan berkencan dengan Kak Kenkemine. Anehnya, arwah tersebut tahu bahwa mereka akan pergi kencan.

Gerak geriknya yang tahu segala hal, membuat Tetsurou sadar bahwa arwah asing tersebut sudah lama mengawasi Tsukiko. Tetsurou kemudian mewawancarai teman-teman klub basket Kenkemine.

Ia mendapat informasi, bahwa ada seorang laki-laki bernama Jyunichi Sasaki yang cukup dekat dengan Kenkemine. Rupanya baru-baru ini, Jyunichi meninggal karena kecelakaan motor.


Hari kencan yang dinanti tiba. Tetsurou dan arwah Tsukiko membuntuti keduanya.

Menggunakan tubuh Tsukiko, arwah asing tersebut bersikap sangat agresif, sehingga membuat Kenkemine jadi pucat. Kenkemine kemudian berterus terang pada Tsukiko kalau dirinya gay. 

Kenkemine mengira, berhubungan dengan seorang perempuan bisa membuatnya lupa soal kematian pacarnya yang bernama Jyunichi.

Arwah asing itu lalu mengaku pada Kenkemine bahwa dirinya adalah Jyunichi. Arwah Jyunichi bertanya pada Kenkemine, apakah ia bisa mencintainya dengan tubuh barunya.

Tetsurou lalu menyuruh Tsukiko untuk buru-buru merebut tubuhnya. Sebab arwah Jyunichi kelihatannya mulai melemah.

Tsukiko sangat senang karena bisa kembali ke tubuh asalnya. Samar-samar, ia melihat sosok hantu lelaki yang nempel di Kenkemine.

Ditempelin Arwah Gay Pic
Sampai Mati Masih Cinta

Pada akhirnya Tsukiko kembali ke sifat aslinya yang cuek dan kurang feminin. Bibinya sampai dibuat heran dengan perubahan sifat Tsukiko yang kembali ke awal.

Keesokannya, teman sekolahnya terkejut mengetahui Tsukiko sudah tidak tertarik lagi pada Kenkemine. Ditambah Tsukiko tidak mau menjelaskan alasannya.

Tiba-tiba, Tetsurou menemuinya dan mengatakan bahwa Tsukiko mendapat nomor urut 19 yang bertepatan dengan tanggal hari itu dan nomor absennya.

Rupanya Tetsurou tidak kapok sama sekali. Ia masih bersikeras ingin memanggil leluhur Tsukiko.

 

Cerita 5 : Undangan ke Dunia Kegelapan (Cerita Pendek)

Tersedot Buku Dongeng Image
Buku Dongeng Aneh

Shiori menemukan sebuah buku dongeng yang berdebu di perpustakaan sekolah. Kellihatannya tak ada yang membacanya, padahal ceritanya sangat bagus.

Tiba-tiba sekelilingnya menjadi gelap dan ia melihat sebuah kastil di pinggir pantai. Seekor naga lalu menyerangnya sehingga ia jatuh dari tebing.

Saat tercebur ke laut, ia melihat sosok siren seperti buku yang dibacanya. Shiori pun berhasil mencapai tepi pantai.

Ia sadar bahwa dirinya sedang bermimpi soal buku yang dibacanya. Samar-samar ia mendengar suara Ibunya memanggil untuk makan malam.

Shiori berusaha menjawab Ibunya, tapi tak bisa. Ternyata Shiori tersedot ke dalam buku cerita yang dibacanya.