![]() |
| Cover Depan |
Alur Cepat Komik
Misteri Gadis Cilik Tomo Kazuhashi
Judul : Misteri Gadis Cilik
Judul
Asli : Mayonaka no Shoujo
Author
: Tomo Kazuhashi
![]() |
| Cover Belakang |
Pertama
kali diterbitkan di Jepang pada tahun 1994 oleh Kodansha. Sementara di
Indonesia, komik ini baru diterbitkan pada tahun 1998 oleh PT. Elex Media
Komputindo.
Komik
ini memuat lima kisah yang berbeda. Berikut adalah alur cepat cerita komik ini,
beserta pesan moral ala-ala dari saya:
Cerita
1: Misteri Gadis Cilik
Tsutomu
adalah seorang pemuda yang tengah mempersiapkan ujian masuk universitas. Sambil
mengisi waktunya, ia diminta orangtuanya untuk menjaga apotek milik keluarganya
di malam hari.
Ayahnya
yakin, bahwa apotek milik mereka harus buka 24 jam untuk keadaan darurat. Suasana
apotek tengah malam yang sepi dimanfaatkan Tsutomu untuk belajar.
Sekitar
setengah 12 malam, tiba-tiba seorang anak gadis datang dan menanyakan minuman
ringan. Tsutomu dibuat heran, karena jelas saja apotek keluarganya bukanlah
mini market.
![]() |
| Anak Gadis Tengah Malam |
Gadis
aneh itu lalu tertarik dengan bungkus lucu alat kontrasepsi dan berniat
membelinya. Sontak saja Tsutomu menolak jual, karena usia gadis itu
kelihatannya masih di bawah umur (16 tahun).
Ia
malah memarahi gadis itu karena keluyuran malam-malam. Sambil tersenyum senang
dengan perhatian Tsutomu, gadis misterius itu akhirnya pergi.
Keesokan
malamnya, gadis aneh itu datang lagi. Ia kemudian memperkenalkan namanya
sebagai Yu.
Semenjak
itu, Yu sering datang ke apotek sehingga keduanya jadi akrab. Dibalik sikapnya
yang polos dan kekanak-kanakan, sosok Yu masih terasa sangat misterius.
Pada
lain waktu, Tsutomu akhirnya mengajak Yu untuk bertemu pada waktu siang. Tapi
Yu bilang, dia cuma bisa datang malam hari.
Yu
juga bilang, dia juga sebenernya ingin main siang-siang tapi ga bisa. Yu
kemudian berlari keluar dari apotek.
Seperginya
Yu, Tsutomu melihat dompet milik Yu rupanya terjatuh. Di dalamnya, Tsutomu
menemukan sebuah kartu nama yang bertuliskan Yuko Fujiwara.
Keesokan
siangnya, Tsutomu berniat mendatangi alamat yang tertera di kartu tersebut.
Lokasi rumahnya ternyata memang ga terlalu jauh dengan apotek.
Ia
sempat berpapasan dengan seorang gadis berkepang dua dengan kacamata yang
awalnya ia sangka adalah Yu. Tapi gadis itu bukan Yu, dia bahkan ga mengenali
Tsutomu.
![]() |
| Siapa doi? |
Tsutomu
kemudian bertanya pada gadis itu, apakah dia punya saudara. Tapi menurut gadis
itu, dia cuma anak tunggal.
Lalu
Ibu Yuko keluar dari rumah dan menanyakan maksud kedatangan Tsutomu.
Kelihatannya anak yang bernama Yuko itu harus buru-buru berangkat les.
Malamnya,
Yu datang lagi dan tahu bahwa Tsutomu telah mengembalikan dompetnya. Yu lalu
bercerita bahwa dia sebenarnya adalah kepribadian lain dari seorang Yuko. Ia
hanya bisa muncul jika Yuko sedang tidur.
Rupanya,
Yuko mengalami penyakit berjalan dalam tidur. Sosok Yu muncul karena Yuko ga
mampu menentang tekanan dari orangtuanya untuk ngejar prestasi di bidang
akademis.
Sejak
menceritakan hal itu, Yu sempat ga datang ke apotek untuk beberapa saat.
Namun
pada suatu malam, Yu tiba-tiba aja datang dalam keadaan ngos-ngosan. Katanya,
orangtua Yuko udah menyadari kondisi anaknya sampai-sampai jendela dan pintu dikunciin.
Yuko
katanya akan dibawa periksa ke rumah sakit. Jika sampai Yuko sembuh, Yu pasti
akan menghilang.
Tsutomu
kemudian menyuruh Yu sembunyi di dalam selagi dia mengambil motor. Tsutomu
bilang dia bakal bawa Yu buat ngeliat pantai sebelum dia bener-bener hilang. Sayangnya,
Yuko keburu sadar saat Tsutomu sudah membawa motor.
Pada
suatu siang, Tsutomu kedatangan sosok Yu di depan rumahnya. Tsutomu menyadari,
bahwa sosok Yuko yang rajin belajar telah menghilang.
Yu
lalu meminta pada Tsutomu untuk diajak melihat laut. Namun, di saat sedang
menghabiskan waktu bersama, tiba-tiba sosok Yu menghilang begitu aja. Lalu
sejak saat itu, Yu ga pernah kelihatan lagi.
Pada
suatu hari, Ayah Tsutomu bertanya padanya, apakah dia membuka kotak khusus yang
berisi obat keras. Soalnya ada obat tidur yang hilang ga berbekas.
Tsutomu
kemudian sadar ada yang salah, ia lalu bergegas mendatangi rumah Yuko. Ternyata
di rumah Yuko sedang ada yang berkabung.
Yuko
disebut-sebut overdosis obat tidur. Dia dianggap bunuh diri akibat
nilai-nilainya yang jatuh.
Yuko
sama sekali tak meninggalkan pesan kematian. Tapi cuma Tsutomu lah satu-satunya
yang tahu alasannya.
Pesan Moral : Belajar dan Main Harus Seimbang.
Cerita 2 : Memori
Sakurako,
seorang anak perempuan berusia 11 tahun memiliki orangtua yang punya usaha
kost-kostan. Ia sangat menyukai seorang mahasiswa bernama Naoya yang usianya
jauh 11 tahun di atasnya.
Sudah
empat tahun lamanya, Kak Nao ngekost di tempat orangtuanya karena harus
berkuliah di kota tempat tinggal Sakurako. Tapi kini Sakurako harus menahan
sedih, sebab Kak Nao sudah lulus dan harus balik ke kota asalnya.
Kak
Nao juga sudah diterima menjadi guru di Tokyo, tempat asalnya. Makanya, ga
ada alasan buat doi menetap di kota tempat tinggal Sakurako.
Sikap
sedih Sakurako diekspresikan dalam bentuk kemarahan pada Nao. Ditambah ia juga
merasa cemburu, dikarenakan Nao punya cinta pertama yang ga bisa dilupain.
Waktu
itu Sakurako menemukan foto gadis yang dimaksud. Tapi sayangnya menurut Nao,
gadis cinta pertamanya itu udah meninggal gara-gara sakit.
![]() |
| Cinta Pertamanya Cinta Pertamaku |
Masih
ga rela, Sakurako tiba-tiba datang ke kamar Kak Nao yang lagi sibuk packing. Doi lalu motongin tali pengikat
barang-barang Kak Nao pake cutter dan berujung nyatain cinta ke Kak Nao.
Nao
yang dewasa ngerespon perasaan Sakurako kayak ke adeknya sendiri. Tambah kesal
karena dibegituin, Sakurako lalu ngerobek foto cinta pertama Nao.
Gara-gara itu, Nao jadi ngebentak Sakurako. Eh, si
Sakurako malah kaget trus ngerasa dadanya jadi sakit dan doi pun jatuh lemas.
Dalam
sakitnya, Sakurako mimpi seorang anak laki-laki yang ngusilin dia di kelas.
Dilihat dari ciri-cirinya, ternyata itu adalah Kak Nao yang masih berusia 11
tahun.
Dalam
mimpinya, Sakurako berubah jadi Maki—cinta pertama Naoya seperti yang ada dalam
foto yang dirobeknya. Ternyata, baik Nao maupun Maki sama-sama ‘tsundere’ (meski saling suka, tapi
memperlihatkan sikap yang sebaliknya).
Seorang
teman di kelasnya memberitahu Maki, kalau Nao itu sebenarnya suka sama dia. Salah
tingkah mendengarnya, Maki malah ga sengaja bilang kalau dia ga suka sama anak
macam Nao.
Gara-gara
syok dibegituin, Nao juga jadi balas bilang kalo dia benci sama Maki. Gara-gara
itu, penyakit kelainan jantungnya jadi kambuh.
Sejak
saat itu, Maki jadi sakit-sakitan dan akhirnya meninggal sebelum kelulusan.
Perasaan yang ga terungkap itu membuat Maki terlahir lagi jadi Sakurako.
Sakurako
lalu bangun dari tempat tidurnya dan berusaha mencari Nao. Sayangnya, Nao sudah
keburu berangkat ke halte sambil diantar teman-teman kuliahnya.
Sakurako
lalu menyusul ke halte sambil ngebawain foto yang pernah dia robek. Nao
kelihatannya juga sudah memaafkan perbuatan Sakurako.
Waktu
mau menyampaikan kalau dirinya adalah Maki, tiba-tiba muncul seorang wanita
yang mirip banget sama Maki. Kelihatan banget, kalau cewek itu adalah pacarnya
Naoya.
Ngerasa
udah dilupain, Sakurako akhirnya urung bilang siapa dia sebenarnya. Di sisi
lain, Sakurako sadar kalau Nao udah ngewujudin mimpi Maki untuk menjadi guru di
Tokyo.
Setelah
Nao naik bis, Sakurako bilang ke Nao kalau Maki pasti senang. Waktu bis udah
mulai jalan, Nao sadar kalau dia ga pernah cerita ke Sakurako nama cinta
pertamanya.
Nao maksa turun dari bis yang udah jalan, lalu berlari menghampiri Sakurako. Tapi, waktu doi udah mulai sadar bahwa Sakurako adalah reinkarnasi Maki, eh doi
malah mati ketabrak.
Beberapa
tahun berlalu sejak kejadian itu, kini Sakurako udah jadi seorang guru. Sewaktu
sedang memandangi foto Naoya di ruangan kantor sekolah, tiba-tiba seorang
siswanya yang bernama Nakayama muncul.
Tiba-tiba
Nakayama memberikan hadiah coklat pada Sakurako. Hal itu bikin Sakurako jadi
déjà vu. Ia lalu sadar kalau Nakayama adalah reinkarnasi Kak Nao.
![]() |
| Doi Reinkarnasi Lagi |
Pada
akhirnya, Sakurako memutuskan untuk terus melangkah ke depannya bersama calon
suaminya tanpa ngeliat ke belakang lagi.
Pesan Moral : Jalani Masa Depan tanpa Menoleh ke Belakang Lagi.
Cerita
3 : Jalinan yang Terputus
Erika
sangat excited sama liburan musim
panas kali ini. Soalnya, band abangnya yang bernama JUST bakal latihan di
garasi rumah mereka.
Sebenarnya,
ada alasan khusus yang bikin Erika senang. Dia naksir berat sama Nobu, adek
kelas abangnya yang merupakan gitaris di JUST.
Band
JUST sedang latihan rutin, karena mau ikut kontes yang akan diadakan beberapa bulan lagi. Sambil memperhatikan para anggota band main, Erika juga berkesempatan
diajarin main gitar sama Nobu.
Erika
selalu menyambangi tempat berlatih mereka sambil membawa Aki—sahabatnya yang
feminin dan pemalu. Aki biasanya datang ke sana sambil membawakan makanan
buatannya.
Salah
seorang anggota JUST kemudian bertanya soal gelang yang dipakai Aki. Ia lalu
mengatakan, bahwa gelang yang ia pakai adalah jimat permohonan yang berasal
dari kepercayaan di Amerika Selatan.
Katanya,
gelang itu bisa mengabulkan permohonan pemakainya. Gelang yang putus menandakan
bahwa permohonan orang itu udah terkabul.
Nobu
lalu menanyakan soal permohonan apa yang dipanjatkan olehnya. Aki yang pemalu
menjawab bahwa itu rahasia.
Aki
kemudian memberikan gelang yang sama untuk Erika yang dia anggap sahabat
baiknya. Melalui gelang itu, Erika berharap agar dirinya bisa bergabung dalam
band JUST suatu hari nanti. Sejak saat
itu, Erika semakin giat berlatih gitar listrik.
Suatu
hari, saat hendak meminjam amplifier ke abangnya, Erika mendapati gelang itu
putus. Tiba-tiba, Hitoshi—abangnya menghampiri Erika dan memintanya untuk jadi
gitaris di JUST. Ternyata, tangan kanan Nobu patah akibat jatuh dari motor.
![]() |
| Permohonan Terkabul |
Erika
sadar, harapannya jadi terkabul meski harus mengorbankan orang lain. Tapi ia menolak
percaya, bahwa semua itu terjadi karena gelang dari Aki.
Belakangan
Erika jadi lebih sensi ke Aki gara-gara kebetulan soal gelang itu. Ditambah
lagi ternyata Aki sering nengokin Nobu di rumah sakit tanpa sepengetahuan dia. Akibatnya,
Erika jadi bersikap galak ke Aki.
Suatu
ketika, Erika hendak nengok Nobu di rumah sakit. Dia kaget ngintip Aki sama
Nobu lagi ciuman. Ga tahan liatnya, Erika langsung pergi dari sana.
![]() |
| Bibir Ketemu Bibir |
Besoknya,
Aki menyampaikan kalau gelang miliknya putus entah dimana. Tapi ternyata harapannya
terkabul karena cintanya udah terbalas.
Erika
lalu meminta dibuatkan lagi gelang kepada Aki. Soalnya kali ini dia pengen
berharap cintanya ke Nobu terbalas. Mendengar itu Aki jadi kaget, dia ga tahu
kalau Erika selama ini juga naksir Nobu.
Erika
kemudian minta supaya Aki ga usah menemui dirinya lagi. Sejak saat itu, Aki jadi
jarang muncul waktu band JUST latihan.
Nobu
yang sudah mulai membaik ngasih kabar ke Erika, bahwa Aki sedang melakukan
kerja sambilan. Hanya saja, Nobu sendiri ga tahu persis jenis pekerjaan apa
yang dilakukan Aki.
Menyadari
keduanya sedang bermasalah, Nobu lalu memberikan alamat tempat kerja Aki. Merasa
bersalah, Erika kemudian mengunjungi tempat kerja sambilannya.
Waktu
datang ke sana, Erika terkejut mengetahui Aki kerja di tempat konstruksi.
Melihat Aki lagi-lagi memakai gelang itu, Erika jadi marah dan menceritakan
soal semua kebetulan yang terjadi akibat gelang itu.
Menurutnya
gelang buatan Aki bawa sial. Makanya dia lalu menarik lengan Aki dan berusaha
melepas gelang yang dipakainya. Namun Aki menolak melepasnya.
Erika
yang kesal lalu pergi meninggalkan Aki. Saat Aki berusaha ngejar Erika buat
jelasin permohonan yang sedang dia panjatkan, Aki tertimpa benda
berat di sana.
Selepas
kematian Aki, Erika menyisipkan gelang milik Aki ke gitar listrik barunya.
Rupanya, Aki selama ini bekerja sambilan karena ingin menghadiahkan gitar baru
ke Erika.
Erika
ga tahu apa harapan terakhir Aki, tapi dia percaya kalau Aki punya harapan
besar melalui gelang itu.
Erika
bersama band JUST kemudian bersiap untuk mengikuti kontes musik yang dinanti-nanti.
JUST kini memiliki dua orang gitaris, dikarenakan tangan Nobu udah sembuh.
Waktu
lagi main di panggung, tiba-tiba gelang itu terputus begitu aja dan bikin Erika
jadi heran. Tiba-tiba ada sebuah tangan ghaib yang narik kaki Erika dari bawah
panggung.
Akibatnya,
Erika kesetrum amplifier yang ada di belakangnya. Ternyata, permohonan terakhir
Aki adalah supaya dia dan Erika bisa bersama selamanya.
Pesan Moral : Pentingnya komunikasi dan keterbukaan antar teman.
Cerita 4 : Papan Pesan
Saat
pulang sekolah bareng temannya, Mifuyu harus mendengar cerita teman-temannya
yang ternyata sudah punya pacar.
Ditambah
lagi, salah seorang temannya yang bernama Kanami ternyata pacaran sama cowok
dari SMU N yang katanya terkenal dengan cowok-cowok gantengnya. Karena malu
jomblo sendiri, Mifuyu lalu berbohong bahwa ia sebenarnya udah punya cowok.
![]() |
| Malu Ngejomblo |
Waktu
lagi di stasiun, dia ngeliat sebuah tulisan seseorang untuk pacarnya di papan
pesan. Ia kemudian iseng menulis pesan untuk dirinya.
![]() |
| Iri Bilang, Sayang! |
“Mifuyu,
aku tunggu di “Leon” depan stasiun. Tomoki”. Demikian isi pesan bohongan yang
dia tulis.
Keesokannya,
Shindo—teman cowoknya yang berkacamata datang menghampiri dia dan bersikap aneh.
Ia kemudian meminta Mifuyu untuk membuatkan poster penerimaan anggota klub
sepakbola.
Teman-temannya
yang melihat lalu menyoraki Mifuyu. Mereka mengira Mifuyu pacaran sama Shindo.
Mifuyu
yang malu kemudian membantahnya. Namun salah seorang temannya nyeletuk dan
menyebut nama Tomoki.
Ternyata
temannya menebak nama itu karena tulisan di papan pesan stasiun. Temannya lalu
menebak, bahwa cowok Mifuyu berasal dari SMU N seperti cowoknya Kanami.
Karena
didesak teman-teman soal pacarnya, Mifuyu kemudian terdorong untuk mengarang
lebih jauh semua hal soal pacar khayalannya.
Gara-gara
deskripsi yang terlalu wow, salah seorang temannya bilang kalau cowok Mifuyu
lebih keren daripada cowok Kanami. Kesal mendengar itu, Kanami kemudian
mendesak Mifuyu untuk memperlihatkan pacarnya kepada mereka semua.
Mifuyu
yang mulai panik mengatakan bahwa Tomoki orang yang pemalu. Tapi Kanami terus
mendesak, katanya ia dan teman-teman lain akan melihat dari kejauhan saja.
Maka
dari itu, Mifuyu jadi panik. Akhirnya, besok dia memutuskan buat mengakui semua
kebohongannya di depan teman-temannya.
Keesokannya
di stasiun, saat Mifuyu mau mengaku, salah seorang teman memberitahu tulisan di
papan pesan dari Tomoki untuk Mifuyu. Tertulis bahwa Tomoki meminta Mifuyu
untuk menemuinya nanti jam 2 siang. Membaca itu, Mifuyu jadi ngeri sendiri.
Tepat
jam 2, ternyata muncul laki-laki ganteng seperti yang digambarkan Mifuyu kepada
teman-temannya. Lelaki yang mengenakan seragam SMU N itu lalu mengajak Mifuyu pergi.
![]() |
| Cowok Keren Kiriman dari Langit |
Mifuyu
yang bingung kemudian bertanya siapa orang itu. Cowok itu menjawab bahwa
dirinya adalah Tomoki dan dia mengingatkan pesan yang ditulis oleh Mifuyu
sebelumnya.
Sejak
saat itu, Mifuyu mengundang kekaguman dari anak-anak di sekolahnya karena
berpacaran dengan anak SMU N.
Mifuyu
merasa senang, tapi juga masih diliputi rasa ga percaya. Tomoki kemudian
membuktikan pada Mifuyu soal identitasnya dengan menunjukan kartu pelajar dan
SIM motor miliknya. Ia jadi meyakini, kalau papan pesan di stasiun mungkin
adalah papan ajaib.
Keesokannya
saat akan mengambil sepatu di loker sekolah, Shindo menghampiri Mifuyu dan
menagih gambar poster yang diminta. Tapi Mifuyu yang sibuk memenuhi janji
kencan sama Tomoki jadi ga sempat ngerjain poster itu.
Tiba-tiba
kaki Mifuyu mengeluarkan darah. Ternyata ada yang memasukan pecahan keramik ke dalam
sepatunya.
Kanami
nyeletuk, mungkin ada yang iri sama Mifuyu karena dia punya cowok keren. Ia
kemudian memutuskan bercerita pada Tomoki saat sedang ketemuan di café.
Saat
keduanya berpisah, Shindo tak sengaja bertemu dengan Mifuyu dan mulai mengenali
siapa Tomoki. Menurut Shindo, Fujimaki Tomoki adalah pemain regular sepak bola
di sekolahnya, tapi mendadak gak aktif lagi tanpa alasan yang jelas.
Mifuyu
lalu sadar kalau dia tuh sebenarnya ga tahu apa-apa soal Tomoki yang sering dia
temuin belakangan ini.
Saat
sedang lewat ke area konstruksi, tiba-tiba sebuah drum besar hampir menimpanya.
Ia kemudian melihat ada sosok orang yang tampaknya langsung kabur.
Mifuyu
yang takut kemudian menceritakan hal itu ke Tomoki lewat telepon. Tomoki kemudian jadi yakin,
kalau Shindo pasti pelakunya.
Sebelum
menutup telepon, Tomoki minta ketemuan di Leon besok sore pukul 5. Tiba-tiba
ada telepon lain yang masuk dan itu dari Shindo.
Mifuyu
yang ketakutan mengatakan pada Shindo, kalau ia sudah pacaran sama Tomoki. Ia
juga mengatakan, bahwa besok mereka akan ketemuan di Leon dan berniat mengadukan
perbuatan jahat Shindo ke polisi.
Pulang
sekolah, Shindo menunggu Mifuyu di depan gerbang sekolah. Karena ketakutan,
Mifuyu spontan berlari dan Shindo malah mengejarnya.
Saat
sedang berlari, ia kemudian bertemu dengan Tomoki yang berusaha
menyelamatkannya. Ia lalu mengajak Mifuyu bersembunyi di sebuah bekas bangunan
yang rusak parah.
Ternyata
mereka berada di Leon, sebuah tempat yang hancur lebur karena ditabrak
pengemudi truk yang mengantuk. Sikap Tomoki kemudian berubah jadi jahat kepada
Mifuyu.
Rupanya,
pacar asli Tomoki yang juga bernama Mifuyu kebetulan membaca pesan buatan
darinya. Makanya, ia menunggu Tomoki di Leon dan jadi korban kecelakaan
tersebut.
Benar-benar
kebetulan yang mengerikan. Menurut Tomoki, seandai Mifuyu ga pernah usil bikin
pesan itu, pacarnya pasti masih hidup.
Tomoki kemudian berniat membunuh Mifuyu menggunakan pisau. Beruntung Shindo datang menolong dengan menubruk Tomoki. Tomoki yang terpental ke tembok, lalu tertimpa reruntuhan dan mati.
Menurut Shindo, ia membaca kecelakaan itu di koran. Ia awalnya sempat mengira kalau Mifuyu yang dia sukai menjadi korban.
Sejak
kejadian itu, Mifuyu dan Shindo akhirnya resmi pacaran. Mereka pun janjian
kencan di stasiun.
Anehnya
pas Mifuyu datang, stasiunnya kok kosong melompong. Tanpa sadar ada tangan
ghaib yang muncul dari papan pesan di belakangnya.
Mifuyu
lalu menghilang dan hanya menyisakan topinya. Shindo yang sudah tiba di stasiun
menyangka Mifuyu telat datang.
Samar-samar
di papan pesan belakang ada tulisan, bahwa Tomoki bakal menjemput Mifuyu.
Pesan Moral 1 : Cinta akan datang
pada waktunya, jadi ga usah maksa!
Pesan Moral 2 : Ga usah
malu menjomblo! Yang malu itu ngaku punya pacar padahal ga ada!!
Pesan Moran 3 : Jangan suka mendesak jomblo supaya buru-buru
cari pacar!!
Cerita 5 : Malam Natal Tahun
Ketiga
Yui
teringat soal insiden meninggalnya Saori—sahabatnya yang meninggal tertabrak pada
tanggal 24 Desember 1988. Saori (bukan saos tiram) tertabrak saat sedang diminta oleh Yui untuk
menunggu di sana.
Tiga
tahun sudah berlalu, Yui baru datang kembali ke kota asalnya untuk memenuhi undangan reuni SMA di malam Natal. Meski pangling dengan perubahan di daerah sana, ia
kemudian melirik ke pohon Natal tempat kejadian itu.
Pacarnya
yang bernama Ikeda lalu mengejutkan Yui dengan topeng santaklaus. Ikeda juga
sadar, bahwa pohon tersebut adalah bekas lokasi kecelakaan Saori. Karena
dihantui rasa bersalah, Yui udah lama menghindari daerah sekitar situ.
Saat
datang di acara reuni, mereka semua nostalgia dengan melihat-lihat album foto
tahunan angkatan mereka. Saat melihat foto Saori, mereka semua jadi
membicarakan kejadian naas itu kembali.
Perasaan
bersalah itu muncul lagi dan membuat Yui jadi pucat. Saat sedang menengok ke
arah jendela kaca, Yui melihat sosok bayangan Saori dan berteriak.
![]() |
| Kamu Disini Rupanya |
Saat
sedang menyiapkan peralatan makan, mereka menyadari bahwa garpunya kelebihan
satu. Pemilik resto lalu mengatakan ada salah seorang teman mereka yang cantik
dan memiliki tahi lalat di bawah bibir kanannya.
Yui
kembali terkejut, soalnya ciri-ciri itu merujuk ke Saori. Ia yang mulai merasa
ga enak kemudian memutuskan untuk pergi dari sana.
Saat
sedang berjalan, ia sadar telah tersesat. Ia kemudian melihat sosok wanita dan
berniat bertanya jalan padanya.
Tapi
Yui kaget, karena sosok yang dia lihat adalah Saori. Ia kemudian melihat
telepon umum dan segera menelepon Ayahnya untuk minta dijemput.
Di
tengah pembicaraan di telepon, terdengar suara Saori yang memintanya supaya datang ke lokasi
kecelakaannya. Ia kemudian melihat jejak kaki di salju yang mendekat ke telepon umum. Ternyata hantu Saori
menjemputnya langsung ke sana.
Yui
yang pingsan kemudian disadarkan oleh Ikeda yang menyusulnya. Ikeda sangat
khawatir, karena Yui ga pernah cerita sama dia. Akhirnya, Yui mutusin buat
nyeritain semuanya ke Ikeda.
Jadi
tiga tahun yang lalu, Yui mau bantuin Saori buat nembak Ikeda sebelum mereka
lulus. Yui nyuruh Saori buat nunggu di bawah pohon Natal jam 4 sore.
Waktu
mau nyampain hal itu ke Ikeda, eh Ikeda malah nembak Yui di tempat. Yui baru
sadar kalau ternyata dia juga sepertinya udah lama suka sama Ikeda.
Akhirnya,
Yui jadi bimbang buat nyampein hal itu ke Saori. Ternyata, Saori terus nungguin di
sana dan terjadilah tabrakan maut itu pukul 6 sore.
Yui
takut Ikeda bakal berpaling ke Saori yang cantik. Ikeda bilang kalau
dia udah lama suka sama Yui, jadi mustahil perasaannya bakal oleng.
Ikeda
kemudian berniat memenuhi janji kepada Saori dengan mendatangi lokasi kecelakaan tersebut sendirian. Barangkali dengan begitu, arwah Saori bisa tenang.
![]() |
| Janjian Sama Hantu |
Saat
itu pukul 6 malam, bertepatan dengan waktu tewasnya Saori tiga tahun lalu. Yui
lalu sadar, bahwa arwah Saori sepertinya mengincar Ikeda.
Sesampainya
di lokasi kecelakaan, Ikeda memperhatikan bekas tabrakan di pohon tersebut.
Tiba-tiba ia melihat ada sesuatu tersangkut di atas pohon.
Saat
hendak mengambil, tiba-tiba sebuah mobil meluncur ke arah Ikeda hingga dirinya tak sadarkan diri. Orang-orang yang ada di lokasi segera melarikannya ke rumah sakit.
Yui
yang baru tiba di sana merasa lega karena Ikeda hanya mengalami luka ringan.
Namun tiba-tiba muncul arwah Saori yang ternyata sudah menunggunya.
Ia
kemudian meminta maaf pada arwah Saori. Yui bilang, kalau emang Saori sebegitu
dendamnya sama dia, silahkan bawa dirinya pergi asal jangan Ikeda.
Tiba-tiba
kehadiran Saori seperti menghilang begitu saja. Yui menatap suatu bingkisan
kecil yang tersangkut di atas pohon.
Rupanya
di dalamnya ada saputangan milik Yui yang dulu pernah dipinjamkan ke Ikeda,
beserta surat dari Ikeda untuk Yui. Di dalam bingkisan itu juga terdapat surat
lainnya yang ditulis oleh Saori.
Isi
surat dari Saori mengatakan bahwa Ikeda sudah lama menitipkan bingkisan itu
kepadanya. Karena cemburu ia sempat melihat isinya dan tak menyampaikan ke Yui.
Ternyata
Saori selama ini sadar, kalau Ikeda naksir sama Yui. Selama ini arwah Saori jadi
ga tenang, karena ingin menyampaikan hal tersebut.
Yui
kemudian berterimakasih kepada Saori. Sejak saat itu dia ga takut lagi sama
pohon itu, bahkan ia dan Ikeda berniat mengunjunginya lagi di lain waktu.
Pesan Moral : Apapun situasinya, berusaha jujur itu lebih baik.













Tidak ada komentar:
Posting Komentar