Manga by Fujiko F. Fujio
Sinopsis ini saya tulis berdasarkan manga scan yang saya baca. Oleh karena itu, mohon maaf dan dimaklumi jika dirasa ada kesalahan atau ketidaksesuaian penerjemahan dari setiap judul chapter.
Chapter 01 : Datang Dari
Masa Depan
Nobita
kedatangan Doraemon dan Sewashi yang berasal dari abad ke-22. Mereka muncul
dari laci meja belajar Nobita menggunakan mesin waktu.
Menurut
Album Foto Masa Depan, Nobita akan menikah dengan Jaiko—adik dari Jaian.
Kesulitan hidup akan mengikutinya di kehidupan masa mendatang.
Sewashi
merupakan cucu dari cucunya Nobita. Misi kedatangan mereka adalah untuk mencegah
masa depan suram Nobita.
Dalam
chapter ini, Nobita akan mencoba baling-baling bambu untuk pertama kalinya.
Chapter 02 : Ramalan
Doraemon
Doraemon
berusaha mencegah Nobita untuk meninggalkan rumah. Sebab menurut Album Foto
Masa Depan milik Doraemon, Nobita akan mengalami kecelakaan akibat ditabrak
truk sampah.
Shizuka
kemudian menelepon untuk mengajak mereka ke rumahnya. Sebab ia baru saja
membeli komik baru dan menyediakan kue.
Tergiur
dengan tawaran tersebut, Nobita dan Doraemon nekat keluar rumah sambil bersusah
payah menghindari jalur yang bisa mencelakakan Nobita.
Chapter 03 : Biskuit
Pengubah Jadi Binatang
![]() |
| Ibu Lagi Diapelin Sama Buaya |
Nobita
diminta Ibunya untuk membeli cemilan. Sebab Ibunya sedang kedatangan seorang
tamu.
Karena
malas, ia hendak menyuruh Doraemon untuk melakukannya. Namun, ia malah menemukan
sekotak biskuit lucu yang berbentuk macam-macam binatang.
Nobita
mencicipi salah satu biskuit berbentuk kucing. Ia kemudian memberikan biskuit
binatang itu kepada tamu Ibunya.
Merasa
biskuit yang dibawa Nobita kurang pantas, Ibunya memaksa Nobita untuk membeli
yang baru.
Saat
membeli kue, wujud Nobita berubah menjadi seekor kucing. Nobita yang panik,
kemudian berpapasan dengan Doraemon.
Doraemon
menyadari bahwa Nobita telah memakan Biskuit Pengubah Wujud Jadi Binatang
miliknya. Merasa panik, keduanya buru-buru pulang.
Akan
tetapi, mereka mendapati biskuit tersebut sudah dimakan oleh tamu Ibunya.
Chapter 04 : Agen
Rahasia
Suneo
memergoki Nobita telah memecahkan vas milik Pak Guru. Takut diadukan, Nobita
terpaksa mengikuti semua kemauan Suneo.
Lama
kelamaan Suneo menjadi keterlaluan, ia bahkan menyuruh teman-teman yang lain
untuk memperbudak Nobita. Karena tak tahan, ia lalu mengadu pada Doraemon.
Doraemon
kemudian mengeluarkan alat yang bisa memperbaiki vas milik Pak Guru. Tak
berhenti sampai di situ, mereka berniat balas dendam kepada Suneo.
Doraemon
lalu mengeluarkan alat pengintai miliknya dan mulai memata-matai apa saja yang
dilakukan Suneo seharian. Mereka pun berhasil memutar balik keadaan.
Chapter 05 : Suling Kobe
Abe
Nobita
dimarahi habis-habisan oleh Ibunya akibat tidak membereskan kamarnya yang
berantakan. Dalam situasi seperti itu, Doraemon malah asyik main suling.
Akan
tetapi, mendadak amarah Ibu Nobita mereda dan jadi bersikap baik. Rupanya,
Suling Kobe Abe yang dimainkan Doraemon bisa membuat seseorang melakukan hal
yang berkebalikan dari yang mereka pikirkan.
Senang
karena sudah dibantu, Nobita kemudian berniat pergi. Namun Doraemon memainkan
suling itu sekali lagi, sehingga Nobita jadi membereskan kamarnya berantakan.
Karena
kesal, Nobita lalu membalas perbuatan Doraemon menggunakan suling tersebut.
Ia
kemudian berjalan keluar sambil memainkan Suling Kobe Abe, sehingga semua orang
yang dilewatinya jadi melakukan hal-hal yang sebaliknya.
Saat
tiba di rumah Shizuka, ia kaget melihat Shizuka dan Ibunya diikat oleh
perampok. Nobita kemudian berusaha menyelamatkan mereka menggunakan suling
tersebut.
Chapter 06 : Kompetisi
Barang Antik
Suneo
sedang memamerkan koleksi barang antik di rumahnya kepada Shizuka dan Nobita.
Nobita merasa tak paham, kenapa orang mau mengoleksi benda-benda semacam itu.
Suneo
lalu mengejek Nobita yang tidak punya barang antik di rumahnya. Kesal karena
ditertawakan oleh Suneo, ia kemudian meminta barang antik kepada Doraemon.
Oleh
karenanya, Doraemon mengeluarkan alat komunikasi yang bisa mengubah barang
modern menjadi lebih antik. Mereka lalu mencoba mengubah radio milik Nobita
menjadi sebuah benda cikal bakal radio transistor.
Saat
memamerkan benda itu ke teman-temannya, semua jadi tertarik dan berebut untuk
mencoba. Suneo yang merasa kesal, berusaha menunjukan barang-barang paling
antik yang ada di rumahnya.
Merasa
tak mau kalah, Nobita memakai alat komunikasi Doraemon untuk menukar
barang-barang di rumahnya agar semakin antik.
![]() |
| Back to Nature |
Di
tengah perseteruan yang sengit, Nobita tanpa sadar telah mengubah tempat
tinggal dan barang-barang yang dipakainya menjadi seperti dari era purbakala.
Chapter 07 : Belalang
Sujud
Kacamata
Nobita pecah karena tak sengaja kena bola nyasar yang dimainkan oleh Suneo,
Jaian, dan kawan-kawan. Nobita menuntut mereka untuk meminta maaf pada dirinya.
Suneo
yang suka memutarbalikan perkataan berhasil mempengaruhi teman-temannya agar
menyalahkan Nobita. Menurut mereka, jika Nobita berhasil menendang bola yang
datang kepadanya, maka kejadian seperti itu bisa dihindari.
Di
rumah, Doraemon jadi naik pitam mendengar cerita Nobita. Ia lalu mengeluarkan
belalang sujud dari kantong ajaibnya.
Jika
belalang tersebut masuk ke dalam hidung seseorang, orang itu akan mengakui
kesalahan mereka dan meminta maaf. Mereka lalu mengunjungi Suneo dan Jaian
untuk menuntut maaf dari mereka.
Di
tengah menebus kesalahan Jaian, Nobita tak sengaja membuat belalang-belalang
milik Doraemon kabur dan menyebar ke penjuru kota.
Akibatnya
suasana kota menjadi kacau dan depresi. Semua orang sangat menyesali kesalahan
yang pernah mereka buat.
Kacaunya
lagi, sampai-sampai ada yang berniat bunuh diri. Nobita dan Doraemon kemudian
berusaha mencegah tindakan para warga yang mungkin bisa membahayakan diri
mereka.
Chapter 08 : Sujud
Hormat Pada Leluhur
Suneo
membanggakan ke teman-temannya, bahwa dirinya adalah keturunan Samurai
terhormat pada zamannya. Teman-temannya bahkan disuruh untuk sujud hormat di
depan pedang Katana milik nenek moyangnya.
Nobita
yang penasaran, kemudian menanyakan pada Ayahnya tentang leluhur keluarga
mereka. Namun bagi Nobita, kehidupan leluhurnya yang cuma seorang pemburu terdengar
biasa saja.
Doraemon
lalu mengajak Nobita untuk mengunjungi leluhurnya dengan mesin waktu. Dengan
dibantu peralatan dari kantong ajaib, keduanya berusaha mengubah nasib leluhur
Nobita di zaman itu.
Chapter 09 : Gunting
Bayangan
Nobita
diminta Ayahnya untuk bantu mencabuti rumput di halaman. Tentu saja Nobita
menolak, sebab cuaca musim panas saat itu membuatnya enggan beraktivitas di
luar ruangan.
Doraemon
lalu mengeluarkan alat gunting bayangan. Dengan demikian, bayangan Nobita lah
yang akan mencabuti rumput menggantikan Nobita.
Setelah
itu, Doraemon memperingatkan Nobita agar dalam 30 menit ia sudah harus
merekatkan bayangannya kembali. Namun Nobita malah bersikap santai dan mencoba
memanfaatkan bayangannya.
Ia
lalu menyuruh bayangannya untuk melakukan pekerjaan apa saja yang dia minta. Namun,
hampir 30 menit bayangan itu tidak kembali setelah diminta mengantarkan buku ke
temannya.
Sadar
Nobita tidak mengindahkan peringatannya, Doraemon mengatakan hal buruk yang
bisa menimpa Nobita jika bayangannya tidak segera direkatkan lewat 30 menit.
Katanya
Nobita asli akan menjadi bayangan, sementara bayangan Nobita akan berubah jadi
manusia. Keduanya lalu bergegas mencari bayangan Nobita.
Ternyata
bayangan Nobita mulai memliki akal, sehingga ia berusaha agar tidak tertangkap.
Chapter 10 : Lipstik
Pujian
![]() |
| Hmmph.... |
Nobita
kena marah Ayah Ibunya karena disangka mengejek hal-hal yang sedang mereka
lakukan. Padahal sebenarnya, itu dikarenakan Nobita tidak pandai memuji.
Doraemon
lalu mengeluarkan Lipstik Pujian dari kantong ajaibnya. Barang siapa yang
memoles bibirnya dengan lipstik tersebut, maka dijamin orang itu akan jago
memuji.
Akan
tetapi di pemakaian pertama, Doraemon salah memakai sisi lipstik, sehingga yang
keluar dari mulutnya adalah kata-kata hinaan. Doraemon mengatakan, lipstik
tersebut memiliki dua sisi, yaitu untuk pujian dan hinaan.
Nobita
lalu berkeliling kota untuk mencoba lipstik pujian. Ia pun berhasil menyenangkan
banyak orang.
Di
rumah, Ibu Nobita menemukan lipstik tersebut tergeletak di lantai dan
memakainya. Namun, Ibunya malah memakai sisi lipstik untuk menghina.
Chapter 11 : Nilai
Sempurna Sekali Seumur Hidup
Di
tengah mengerjakan PR, Nobita tertidur dan bermimpi jadi anak jenius di
sekolahnya. Doraemon lalu menyadarkannya dari mimpinya.
Doraemon
mengingatkan, bahwa Nobita ada janji kumpul dengan teman-teman sekelas di rumah
Shizuka. Tapi sayangnya, Nobita belum selesai mengerjakan PR.
Akhirnya,
Doraemon terpaksa meminjamkan pensil komputer agar PR Nobita cepat selesai.
Senang dengan benda tersebut, Nobita menolak untuk langsung mengembalikan pada
Doraemon.
Ia
kemudian membantu PR teman-temannya dengan pensil tersebut. Ternyata, Nobita
ingin sejenak merasakan pengalaman dipuji sebagai anak yang pintar.
Nobita
berniat menggunakan pensil tersebut untuk ujian besok agar bisa dapat nilai
100. Mendengar itu Doraemon tak setuju dan melemparkan pandangan tak suka pada
Nobita.
Ditentang
perasaan bersalah, pada akhirnya ia tidak menggunakan pensil tersebut. Namun
Doraemon menyadari pensil miliknya ternyata telah ditukar oleh seseorang.
Chapter 12 : Operasi Lamaran
Ibu
Nobita menyiapkan makan malam istimewa, sebab hari itu adalah peringatan ke-12
ulangtahun pernikahan Ayah dan Ibu.
Saat
sedang asyik menyantap makan malam bersama, Nobita bertanya bagaimana keduanya
bisa menikah.
Namun,
suasana makan malam berubah menjadi pertengkaran suami istri. Sebab, keduanya memiliki
versi cerita lamaran yang berbeda.
Menurut
Ibu, Ayah akan bunuh diri jika tak menikah dengan Ibu. Sementara Ayah bilang,
Ibu menangis-nangis dan memohon untuk dinikahi.
Nobita
dan Doraemon lalu menanyakan tempat dan tanggal lamaran mereka. Keduanya
berniat menyelidiki kebenarannya dengan mesin waktu.
Tanpa
sadar, justru campur tangan mereka di masa lalu yang menyebabkan perbedaan
versi tersebut.
Chapter 13 : Memo
Pembuat Janji
Suneo
dan Jaian mendengar kalau Shizuka akan pergi ke rumah Nobita untuk mengerjakan
PR bersama. Keduanya kemudian memohon pada Shizuka agar mengerjakan PR di rumah
mereka dan Shizuka pun mengiyakan.
Melihat
Nobita yang sedih, Doraemon kemudian mengeluarkan Memo Pembuat Janji. Janji apa
saja yang ditulis di memo tersebut, pasti akan terlaksana.
Doraemon
mencontohkannya dengan menulis bahwa Ayah membawakan dorayaki. Meski Ayah masih
bekerja di kantor, tetapi ajaibnya janji tersebut terpenuhi.
Nobita
kemudian menulis di memo agar Shizuka memenuhi janji membuat PR di rumah.
Keasyikan dengan memo milik Doraemon, Nobita jadi menggunakannya untuk hal-hal
yang tak penting.
Chapter 14 : Merasa
Kepanasan Ketika Salju
Shizuka,
Suneo, dan Jaian mendatangi rumah Nobita untuk mengajaknya bermain. Saat itu
sudah masuk musim dingin, Nobita keluar dengan baju hangat tebal dan membawa
kantong air panas.
Teman-temannya
kemudian menertawakan Nobita yang tak kuat dingin. Kesal ditertawakan, Nobita
menghampiri Doraemon yang juga sedang menghangatkan diri.
Doraemon
dibuat ikut kesal dengan cerita Nobita. Ia lalu mengeluarkan Krim Pembalik dari
kantong ajaibnya.
Jika
dioleskan ke tubuh, krim itu akan menghasilkan suhu yang berkebalikan dengan
kondisi cuaca saat ini. Setelah mengolesnya, mereka merasa udara jadi gerah
seperti musim panas, sampai-sampai Nobita melepas bajunya.
Teman-temannya
yang sedang bermain di lapangan dibuat terkejut karena Nobita datang tanpa memakai
baju atasan.
Tak mau kalah, Suneo dan Jaian ikut membuka baju mereka. Namun mereka tak kuat dan malah bersin-bersin.
Tiba-tiba
salju turun, Nobita dan Doraemon menjerit kepanasan. Keduanya lalu berusaha
mencari cara untuk menyejukan diri.
![]() |
| Dingin Dingin Bikin Kaku |
Chapter 15 : Jin Asap
dari Lampu
![]() |
| Digosok-gosok jadi Keluar |
Saat
tengah bersantai di lantai bawah, Doraemon diganggu oleh Nobita yang memintanya
untuk menyalakan penghangat ruangan di lantai 2.
Doraemon
lalu mengeluarkan benda mirip lampu Aladdin, yang apabila digosok akan keluar
robot asap dari dalamnya. Robot tersebut tidak akan masuk sampai tugasnya
terpenuhi.
Nobita
sangat senang karena apa yang ia minta akan selalu dipenuhi. Dimulai dari
mainan, komik, makanan, dan masih banyak lagi.
Ia
kemudian mencoba minta satu juta yen pada robot tersebut. Memenuhi permintaan
Nobita, robot tersebut berkeliling dan merampok orang-orang agar satu juta yen
terkumpul.
Nobita
tidak mengira, kalau robot tersebut mendapatkan segala sesuatunya dengan cara
seperti itu. Gawatnya lagi, jin itu tidak akan berhenti sampai permintaan
Tuannya terpenuhi.
Chapter 16 : Larilah
Kuda Bambu!
![]() |
| Kuda...Kuda Apa yang Bikin Nangis? Kudapati Dia dengan yang Lain! |
Saat
itu permainan egrang tengah populer di kalangan anak-anak. Sayangnya, Nobita
benci permainan yang satu itu karena tak bisa jaga keseimbangan.
Giant kemudian mengajak anak-anak untuk ikut lomba egrang besok. Giant dan Suneo lalu
mengejek Nobita, karena mereka yakin hanya dia yang tidak akan ikut.
Tak
tahan ditertawakan, Nobita mengiyakan untuk ikut lomba besok. Mendengar itu,
Ayahnya segera membuatkan egrang agar Nobita bisa berlatih.
Nobita
kemudian memohon pada Doraemon untuk mengeluarkan alat egrang miliknya. Tentu
saja Doraemon tidak punya.
Doraemon
kemudian pergi ke abad 22 untuk membawakan sebuah mainan kuda bambu. Agar bisa menungganginya, Nobita harus memperlakukan kuda
bambu tersebut seperti kuda asli.
Dengan
segala upaya, akhirnya Nobita berhasil menunggangi kuda bambu tersebut.
Di
halaman rumah, Ibu marah karena bambu untuk menjemur baju hilang. Rupanya, Ayah
menggunakannya untuk membuat egrang.
Ayah
lalu membawakan kuda bambu milik Nobita sebagai ganti bambu jemuran. Saat Ibu
menjemur baju, kuda bambu jadi terbangun dan marah.
Kuda
itu kemudian berontak dan lari ke luar halaman. Melihat kesempatan itu, Giant lalu
merebutnya.
Giant tak tahu, bahwa benda yang dia rebut itu akan menyebabkan masalah untuknya.






Tidak ada komentar:
Posting Komentar