Rabu, 10 Agustus 2022

Kumpulan Sinopsis Komik Serial Doraemon Volume 01


Manga by Fujiko F. Fujio

Sinopsis ini saya tulis berdasarkan manga scan yang saya baca. Oleh karena itu, mohon maaf dan dimaklumi jika dirasa ada kesalahan atau ketidaksesuaian penerjemahan dari setiap judul chapter.

 

Chapter 01 : Datang Dari Masa Depan

Nobita kedatangan Doraemon dan Sewashi yang berasal dari abad ke-22. Mereka muncul dari laci meja belajar Nobita menggunakan mesin waktu.

Menurut Album Foto Masa Depan, Nobita akan menikah dengan Jaiko—adik dari Jaian. Kesulitan hidup akan mengikutinya di kehidupan masa mendatang.

Sewashi merupakan cucu dari cucunya Nobita. Misi kedatangan mereka adalah untuk mencegah masa depan suram Nobita.

Dalam chapter ini, Nobita akan mencoba baling-baling bambu untuk pertama kalinya.

 

Chapter 02 : Ramalan Doraemon

Doraemon berusaha mencegah Nobita untuk meninggalkan rumah. Sebab menurut Album Foto Masa Depan milik Doraemon, Nobita akan mengalami kecelakaan akibat ditabrak truk sampah.

Shizuka kemudian menelepon untuk mengajak mereka ke rumahnya. Sebab ia baru saja membeli komik baru dan menyediakan kue.

Tergiur dengan tawaran tersebut, Nobita dan Doraemon nekat keluar rumah sambil bersusah payah menghindari jalur yang bisa mencelakakan Nobita.

 

Chapter 03 : Biskuit Pengubah Jadi Binatang


Biskuit Binatang Doraemon Image
Ibu Lagi Diapelin Sama Buaya

Nobita diminta Ibunya untuk membeli cemilan. Sebab Ibunya sedang kedatangan seorang tamu.

Karena malas, ia hendak menyuruh Doraemon untuk melakukannya. Namun, ia malah menemukan sekotak biskuit lucu yang berbentuk macam-macam binatang.

Nobita mencicipi salah satu biskuit berbentuk kucing. Ia kemudian memberikan biskuit binatang itu kepada tamu Ibunya.

Merasa biskuit yang dibawa Nobita kurang pantas, Ibunya memaksa Nobita untuk membeli yang baru.

Saat membeli kue, wujud Nobita berubah menjadi seekor kucing. Nobita yang panik, kemudian berpapasan dengan Doraemon.

Doraemon menyadari bahwa Nobita telah memakan Biskuit Pengubah Wujud Jadi Binatang miliknya. Merasa panik, keduanya buru-buru pulang.

Akan tetapi, mereka mendapati biskuit tersebut sudah dimakan oleh tamu Ibunya.

 

Chapter 04 : Agen Rahasia

Suneo memergoki Nobita telah memecahkan vas milik Pak Guru. Takut diadukan, Nobita terpaksa mengikuti semua kemauan Suneo.

Lama kelamaan Suneo menjadi keterlaluan, ia bahkan menyuruh teman-teman yang lain untuk memperbudak Nobita. Karena tak tahan, ia lalu mengadu pada Doraemon.

Doraemon kemudian mengeluarkan alat yang bisa memperbaiki vas milik Pak Guru. Tak berhenti sampai di situ, mereka berniat balas dendam kepada Suneo.

Doraemon lalu mengeluarkan alat pengintai miliknya dan mulai memata-matai apa saja yang dilakukan Suneo seharian. Mereka pun berhasil memutar balik keadaan.

 

Chapter 05 : Suling Kobe Abe

Nobita dimarahi habis-habisan oleh Ibunya akibat tidak membereskan kamarnya yang berantakan. Dalam situasi seperti itu, Doraemon malah asyik main suling.

Akan tetapi, mendadak amarah Ibu Nobita mereda dan jadi bersikap baik. Rupanya, Suling Kobe Abe yang dimainkan Doraemon bisa membuat seseorang melakukan hal yang berkebalikan dari yang mereka pikirkan.

Senang karena sudah dibantu, Nobita kemudian berniat pergi. Namun Doraemon memainkan suling itu sekali lagi, sehingga Nobita jadi membereskan kamarnya berantakan.

Karena kesal, Nobita lalu membalas perbuatan Doraemon menggunakan suling tersebut.

Ia kemudian berjalan keluar sambil memainkan Suling Kobe Abe, sehingga semua orang yang dilewatinya jadi melakukan hal-hal yang sebaliknya.

Saat tiba di rumah Shizuka, ia kaget melihat Shizuka dan Ibunya diikat oleh perampok. Nobita kemudian berusaha menyelamatkan mereka menggunakan suling tersebut.

 

Chapter 06 : Kompetisi Barang Antik

Suneo sedang memamerkan koleksi barang antik di rumahnya kepada Shizuka dan Nobita. Nobita merasa tak paham, kenapa orang mau mengoleksi benda-benda semacam itu.

Suneo lalu mengejek Nobita yang tidak punya barang antik di rumahnya. Kesal karena ditertawakan oleh Suneo, ia kemudian meminta barang antik kepada Doraemon.

Oleh karenanya, Doraemon mengeluarkan alat komunikasi yang bisa mengubah barang modern menjadi lebih antik. Mereka lalu mencoba mengubah radio milik Nobita menjadi sebuah benda cikal bakal radio transistor.

Saat memamerkan benda itu ke teman-temannya, semua jadi tertarik dan berebut untuk mencoba. Suneo yang merasa kesal, berusaha menunjukan barang-barang paling antik yang ada di rumahnya.

Merasa tak mau kalah, Nobita memakai alat komunikasi Doraemon untuk menukar barang-barang di rumahnya agar semakin antik.

Rumah Purbakala Nobita pic
Back to Nature

Di tengah perseteruan yang sengit, Nobita tanpa sadar telah mengubah tempat tinggal dan barang-barang yang dipakainya menjadi seperti dari era purbakala.

 

Chapter 07 : Belalang Sujud

Kacamata Nobita pecah karena tak sengaja kena bola nyasar yang dimainkan oleh Suneo, Jaian, dan kawan-kawan. Nobita menuntut mereka untuk meminta maaf pada dirinya.

Suneo yang suka memutarbalikan perkataan berhasil mempengaruhi teman-temannya agar menyalahkan Nobita. Menurut mereka, jika Nobita berhasil menendang bola yang datang kepadanya, maka kejadian seperti itu bisa dihindari.

Di rumah, Doraemon jadi naik pitam mendengar cerita Nobita. Ia lalu mengeluarkan belalang sujud dari kantong ajaibnya.

Jika belalang tersebut masuk ke dalam hidung seseorang, orang itu akan mengakui kesalahan mereka dan meminta maaf. Mereka lalu mengunjungi Suneo dan Jaian untuk menuntut maaf dari mereka.

Di tengah menebus kesalahan Jaian, Nobita tak sengaja membuat belalang-belalang milik Doraemon kabur dan menyebar ke penjuru kota.

Akibatnya suasana kota menjadi kacau dan depresi. Semua orang sangat menyesali kesalahan yang pernah mereka buat.

Kacaunya lagi, sampai-sampai ada yang berniat bunuh diri. Nobita dan Doraemon kemudian berusaha mencegah tindakan para warga yang mungkin bisa membahayakan diri mereka.

 

Chapter 08 : Sujud Hormat Pada Leluhur

Suneo membanggakan ke teman-temannya, bahwa dirinya adalah keturunan Samurai terhormat pada zamannya. Teman-temannya bahkan disuruh untuk sujud hormat di depan pedang Katana milik nenek moyangnya.

Nobita yang penasaran, kemudian menanyakan pada Ayahnya tentang leluhur keluarga mereka. Namun bagi Nobita, kehidupan leluhurnya yang cuma seorang pemburu terdengar biasa saja.

Doraemon lalu mengajak Nobita untuk mengunjungi leluhurnya dengan mesin waktu. Dengan dibantu peralatan dari kantong ajaib, keduanya berusaha mengubah nasib leluhur Nobita di zaman itu.

 

Chapter 09 : Gunting Bayangan

Nobita diminta Ayahnya untuk bantu mencabuti rumput di halaman. Tentu saja Nobita menolak, sebab cuaca musim panas saat itu membuatnya enggan beraktivitas di luar ruangan.

Doraemon lalu mengeluarkan alat gunting bayangan. Dengan demikian, bayangan Nobita lah yang akan mencabuti rumput menggantikan Nobita.

Setelah itu, Doraemon memperingatkan Nobita agar dalam 30 menit ia sudah harus merekatkan bayangannya kembali. Namun Nobita malah bersikap santai dan mencoba memanfaatkan bayangannya.

Ia lalu menyuruh bayangannya untuk melakukan pekerjaan apa saja yang dia minta. Namun, hampir 30 menit bayangan itu tidak kembali setelah diminta mengantarkan buku ke temannya.

Sadar Nobita tidak mengindahkan peringatannya, Doraemon mengatakan hal buruk yang bisa menimpa Nobita jika bayangannya tidak segera direkatkan lewat 30 menit.

Katanya Nobita asli akan menjadi bayangan, sementara bayangan Nobita akan berubah jadi manusia. Keduanya lalu bergegas mencari bayangan Nobita.

Ternyata bayangan Nobita mulai memliki akal, sehingga ia berusaha agar tidak tertangkap.

 

Chapter 10 : Lipstik Pujian


Doraemon Alat Lipstik Pujian Pic
Hmmph....

Nobita kena marah Ayah Ibunya karena disangka mengejek hal-hal yang sedang mereka lakukan. Padahal sebenarnya, itu dikarenakan Nobita tidak pandai memuji.

Doraemon lalu mengeluarkan Lipstik Pujian dari kantong ajaibnya. Barang siapa yang memoles bibirnya dengan lipstik tersebut, maka dijamin orang itu akan jago memuji.

Akan tetapi di pemakaian pertama, Doraemon salah memakai sisi lipstik, sehingga yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata hinaan. Doraemon mengatakan, lipstik tersebut memiliki dua sisi, yaitu untuk pujian dan hinaan.

Nobita lalu berkeliling kota untuk mencoba lipstik pujian. Ia pun berhasil menyenangkan banyak orang.

Di rumah, Ibu Nobita menemukan lipstik tersebut tergeletak di lantai dan memakainya. Namun, Ibunya malah memakai sisi lipstik untuk menghina.

 

Chapter 11 : Nilai Sempurna Sekali Seumur Hidup

Di tengah mengerjakan PR, Nobita tertidur dan bermimpi jadi anak jenius di sekolahnya. Doraemon lalu menyadarkannya dari mimpinya.

Doraemon mengingatkan, bahwa Nobita ada janji kumpul dengan teman-teman sekelas di rumah Shizuka. Tapi sayangnya, Nobita belum selesai mengerjakan PR.

Akhirnya, Doraemon terpaksa meminjamkan pensil komputer agar PR Nobita cepat selesai. Senang dengan benda tersebut, Nobita menolak untuk langsung mengembalikan pada Doraemon.

Ia kemudian membantu PR teman-temannya dengan pensil tersebut. Ternyata, Nobita ingin sejenak merasakan pengalaman dipuji sebagai anak yang pintar.

Nobita berniat menggunakan pensil tersebut untuk ujian besok agar bisa dapat nilai 100. Mendengar itu Doraemon tak setuju dan melemparkan pandangan tak suka pada Nobita.

Ditentang perasaan bersalah, pada akhirnya ia tidak menggunakan pensil tersebut. Namun Doraemon menyadari pensil miliknya ternyata telah ditukar oleh seseorang.

 

Chapter 12 : Operasi Lamaran

Ibu Nobita menyiapkan makan malam istimewa, sebab hari itu adalah peringatan ke-12 ulangtahun pernikahan Ayah dan Ibu.

Saat sedang asyik menyantap makan malam bersama, Nobita bertanya bagaimana keduanya bisa menikah.

Namun, suasana makan malam berubah menjadi pertengkaran suami istri. Sebab, keduanya memiliki versi cerita lamaran yang berbeda.

Menurut Ibu, Ayah akan bunuh diri jika tak menikah dengan Ibu. Sementara Ayah bilang, Ibu menangis-nangis dan memohon untuk dinikahi.

Nobita dan Doraemon lalu menanyakan tempat dan tanggal lamaran mereka. Keduanya berniat menyelidiki kebenarannya dengan mesin waktu.

Tanpa sadar, justru campur tangan mereka di masa lalu yang menyebabkan perbedaan versi tersebut.

 

Chapter 13 : Memo Pembuat Janji

Suneo dan Jaian mendengar kalau Shizuka akan pergi ke rumah Nobita untuk mengerjakan PR bersama. Keduanya kemudian memohon pada Shizuka agar mengerjakan PR di rumah mereka dan Shizuka pun mengiyakan.

Melihat Nobita yang sedih, Doraemon kemudian mengeluarkan Memo Pembuat Janji. Janji apa saja yang ditulis di memo tersebut, pasti akan terlaksana.

Doraemon mencontohkannya dengan menulis bahwa Ayah membawakan dorayaki. Meski Ayah masih bekerja di kantor, tetapi ajaibnya janji tersebut terpenuhi.

Nobita kemudian menulis di memo agar Shizuka memenuhi janji membuat PR di rumah. Keasyikan dengan memo milik Doraemon, Nobita jadi menggunakannya untuk hal-hal yang tak penting.

 

Chapter 14 : Merasa Kepanasan Ketika Salju

Shizuka, Suneo, dan Jaian mendatangi rumah Nobita untuk mengajaknya bermain. Saat itu sudah masuk musim dingin, Nobita keluar dengan baju hangat tebal dan membawa kantong air panas.

Teman-temannya kemudian menertawakan Nobita yang tak kuat dingin. Kesal ditertawakan, Nobita menghampiri Doraemon yang juga sedang menghangatkan diri.

Doraemon dibuat ikut kesal dengan cerita Nobita. Ia lalu mengeluarkan Krim Pembalik dari kantong ajaibnya.

Jika dioleskan ke tubuh, krim itu akan menghasilkan suhu yang berkebalikan dengan kondisi cuaca saat ini. Setelah mengolesnya, mereka merasa udara jadi gerah seperti musim panas, sampai-sampai Nobita melepas bajunya.

Teman-temannya yang sedang bermain di lapangan dibuat terkejut karena Nobita datang tanpa memakai baju atasan.

Tak mau kalah, Suneo dan Jaian ikut membuka baju mereka. Namun mereka tak kuat dan malah bersin-bersin.

Tiba-tiba salju turun, Nobita dan Doraemon menjerit kepanasan. Keduanya lalu berusaha mencari cara untuk menyejukan diri.

Kepanasan Saat Salju Pic
Dingin Dingin Bikin Kaku

Chapter 15 : Jin Asap dari Lampu


Gambar Jin Lampu
Digosok-gosok jadi Keluar

Saat tengah bersantai di lantai bawah, Doraemon diganggu oleh Nobita yang memintanya untuk menyalakan penghangat ruangan di lantai 2.

Doraemon lalu mengeluarkan benda mirip lampu Aladdin, yang apabila digosok akan keluar robot asap dari dalamnya. Robot tersebut tidak akan masuk sampai tugasnya terpenuhi.

Nobita sangat senang karena apa yang ia minta akan selalu dipenuhi. Dimulai dari mainan, komik, makanan, dan masih banyak lagi.

Ia kemudian mencoba minta satu juta yen pada robot tersebut. Memenuhi permintaan Nobita, robot tersebut berkeliling dan merampok orang-orang agar satu juta yen terkumpul.

Nobita tidak mengira, kalau robot tersebut mendapatkan segala sesuatunya dengan cara seperti itu. Gawatnya lagi, jin itu tidak akan berhenti sampai permintaan Tuannya terpenuhi.

 

Chapter 16 : Larilah Kuda Bambu!


Cerita Nobita Main Enggrang Pic
Kuda...Kuda Apa yang Bikin Nangis?
Kudapati  Dia dengan yang Lain!

Saat itu permainan egrang tengah populer di kalangan anak-anak. Sayangnya, Nobita benci permainan yang satu itu karena tak bisa jaga keseimbangan.

Giant kemudian mengajak anak-anak untuk ikut lomba egrang besok. Giant dan Suneo lalu mengejek Nobita, karena mereka yakin hanya dia yang tidak akan ikut.

Tak tahan ditertawakan, Nobita mengiyakan untuk ikut lomba besok. Mendengar itu, Ayahnya segera membuatkan egrang agar Nobita bisa berlatih.

Nobita kemudian memohon pada Doraemon untuk mengeluarkan alat egrang miliknya. Tentu saja Doraemon tidak punya.

Doraemon kemudian pergi ke abad 22 untuk membawakan sebuah mainan kuda bambu. Agar bisa menungganginya, Nobita harus memperlakukan kuda bambu tersebut seperti kuda asli.

Dengan segala upaya, akhirnya Nobita berhasil menunggangi kuda bambu tersebut.

Di halaman rumah, Ibu marah karena bambu untuk menjemur baju hilang. Rupanya, Ayah menggunakannya untuk membuat egrang.

Ayah lalu membawakan kuda bambu milik Nobita sebagai ganti bambu jemuran. Saat Ibu menjemur baju, kuda bambu jadi terbangun dan marah.

Kuda itu kemudian berontak dan lari ke luar halaman. Melihat kesempatan itu, Giant lalu merebutnya.  

Giant tak tahu, bahwa benda yang dia rebut itu akan menyebabkan masalah untuknya.

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar