Senin, 08 Agustus 2022

Komik Serial Misteri Garden Ghost Hiroko Kazama

Komik Serial Misteri Ghost Garden Pic
Tampak Depan


Judul              : Garden Ghost

Judul Asli       : Akuryou no Niwa

Author            : Hiroko Kazama

Komik ini pertama kali diterbitkan di Jepang pada tahun 1987 oleh Akita Publishing Co. Sementara di Indonesia, komik ini baru diterbitkan pada tahun 2003 oleh PT. Elex Media Komputindo.

Komik Garden Ghost memuat lima cerita berbeda yang tidak berhubungan satu sama lainnya.

Cover Belakang Komik Ghost Garden
Tampak Belakang

Cerita 1 : Garden Ghost

Nakako Niresaki merupakan anak dari seorang penulis terkenal. Saat ini Ayahnya sedang melakukan penelitian di situs kebudayaan Suku Inca, Peru untuk mengumpulkan bahan cerita berikutnya.  

Oleh karena itu, ia dititipkan kepada Sinichirou. Shinichirou Kizaki sendiri adalah seorang penulis muda kenalan Ayahnya. Ia pernah memenangkan sebuah penghargaan sastra lima tahun lalu.

Nakako akan numpang tinggal di rumah Shinichirou, sekaligus pindah sekolah ke SMU sastra dimana Shinichirou mengajar. Shinichirou yang dikaguminya sejak kecil, kini tinggal sendirian di rumah tua besar warisan Ibunya.

Namun di hari kedatangannya, ia sempat kesulitan menemukan rumah Shinichirou. Ia sangat yakin kalau dirinya kena tipu rubah (berputar-putar di tempat yang sama).

Nakako mendapat kamar yang pemandangannya menghadap ke sebuah kebun yang terbengkalai. Tiba-tiba, ia merasakan seperti ada sesuatu yang masuk ke kamarnya saat membuka jendela.

Gambar Kamar Nakako Garden Ghost
Kebun Misterius Depan Kamar

Sebagai balas budi, Nakako berjanji akan memasak untuk Shinichirou. Saat sedang mencuci piring, lagi-lagi ia merasakan seperti ada sesuatu yang mengawasinya.

Keesokannya di sekolah, Nakako ditanyai oleh beberapa orang temannya soal kebenaran bahwa dirinya yang tinggal di rumah Pak Guru. Ternyata, Shinichirou cukup populer di kalangan siswi-siswi di sana.

Salah seorang dari mereka ingin sangat kepo soal gossip percintaan Shinichirou. Menurut kabar, Pak Guru Kizaki pernah menjalin cinta dengan seorang siswi bernama Mariko Naitou. Mereka berhubungan saat Shinichirou masih jadi guru magang di sana.

Akan tetapi, pada suatu hari Mariko menghilang begitu saja dan Pak Guru masih belum bisa move on sampai sekarang. Dengar-dengar, hal itulah yang menyebabkannya masih melajang sampai sekarang.

Teman-temannya meminta Nakako untuk menanyakan kebenaran soal alasan Pak Guru menjomblo. Tentu saja itu adalah permintaan yang agak sulit.

Pada suatu hari, Shinichirou menghadiahkan Nakako sebuah hiasan penahan kertas bentuk angsa yang terbuat dari kaca. Katanya, hadiah itu diberikan dalam rangka ultah Nakako yang ke-17.

Hadiah tersebut bikin Nakako jadi berbunga-bunga. Tiba-tiba, ia merasakan hawa yang tak enak di kamarnya.

Mendadak jendela di kamarnya pecah dan serpihan kacanya mengenai seluruh tubuh Nakako. Ia kemudian disadarkan oleh Shinichirou.

Kaca jendela di kamarnya terlihat masih utuh. Hanya saja, hadiah pemberian Shinichirou pecah berkeping-keping. Shinichirou meyakini benda itu ga sengaja tersenggol saat Nakako pingsan.


Keesokannya saat istirahat makan siang, teman-temannya kembali membicarakan gossip lainnya soal Shinichirou. Katanya, karya Shinichirou yang mendapatkan penghargaan merupakan karya dari Mariko Naitou.

Untuk membungkamnya, gadis itu dibunuh dan dikuburkan di suatu tempat di rumah itu. Konon, arwah Mariko yang masih cinta pada Pak Guru bakal menghantui gadis-gadis yang mendekatinya.

Mendengar itu, Nakako merasa tak bisa mengabaikan gossip itu.

Saat pulang sekolah, ia melihat Shinichirou menaiki bis di halte. Nakako kemudian buru-buru ikut menaiki bis tersebut.

Anehnya saat ia sudah naik, Shinichirou tidak ada di dalamnya. Ia malah melihat Shinichirou berada di bis lain.

Bis yang ia naiki kemudian berjalan dan tak berhenti di halte mana pun. Meski Nakako memencet bel untuk turun, bis terus saja berjalan.

Merasa panik, Nakako memecahkan kaca jendela bis dan loncat dari sana. Tiba-tiba ia terduduk di pinggir trotoar seperti orang linglung.

Pulangnya, Nakako mendesak Shinichirou untuk menceritakan soal Mariko Naitou. Shinichirou pun akhirnya menceritakan kebenaran kisah cintannya dengan Mariko Naitou. 

Memang benar, ternyata Shinichirou setia menjomblo karena masih menunggu Mariko. Ia juga yakin akan berjumpa dengan Mariko lagi suatu hari nanti.

Pandangan Nakako teralihkan dengan sebuah berita di televisi tentang kecelakaan bis. Ia yakin sekali kalau itu adalah bis yang ia naiki tadi.

Seandai dia ga maksa keluar, barangkali Nakako udah tewas sekarang. Nakako yang ketakutan jadi histeris, sebab ia merasa mendapat terror tak kasat mata yang berasal dari rumah itu.

Seperti mendapat firasat buruk, Shinichirou akhirnya meminta Nakako untuk pindah dari rumahnya besok. Ia berjanji akan bantu mengurus semua yang dibutuhkan.

Malamnya, Nakako tidak bisa tidur karena suara angin di luar membuat kaca jendela jadi berisik. Saat berniat menutup penahan jendela, sebuah tangan ghaib menarik tangannya.

Tiba-tiba sosok hantu wanita muncul dari jendela. Nakako yang ketakutan segera berlari mencari Shinichirou.

Saat sedang mencari, kebetulan ia melihat sebuah kamar yang berantakan seperti habis diacak-acak maling. Rupanya, itu adalah kamar mendiang Ibu Shinichirou.

Nakako kemudian menemukan sebuah karya sastra milik Mariko Naitou di antara tumpukan barang yang berantakan. Tiba-tiba, Shinichirou muncul di kamar itu.

Nakako yang panik melemparkan kumpulan lembar naskah sastra itu ke Shinichirou dan segera lari. Shinichirou mengejar Nakako karena berniat ingin menjelaskan semuanya.

Tapi tiba-tiba, rambut Nakako ditarik oleh sebuah tangan ghaib yang menyeretnya ke area kebun terbengkalai. Menyadari sosok ghaib itu adalah Mariko, Shinichirou memohon agar ia tak membunuh Nakako.

Arwah Mariko lalu melepaskan Nakako. Di saat bersamaan, ada begitu banyak robekan kertas yang keluar dari dalam tanah di kebun itu.

Rupanya itu adalah sebagian dari buku diary mendiang Ibu Shinichirou. Buku itu telah lama dibakar dan dikubur di suatu tempat. 

Dari diary itu, Shinichirou mengetahui bahwa Ibunya lah yang mencuri karya sastra Mariko. Mendiang Ibunya mengirimkan karya tersebut atas nama Shinichirou ke ajang penghargaan sastra. 

Ibunya kemudian membunuh dan menguburkan Mariko di suatu tempat di rumah itu. Hal itu dilakukan demi meneruskan impian Ayah Shinichirou yang ingin menjadi penulis terkenal.

Gambar Cerita Kebun Berhantu
Kebenaran Terungkap

Shinichirou cukup syok dengan semua kenyataan yang ia ketahui selepas ditemukannya diary sang Ibu. Terutama kenyataan bahwa Mariko Naitou yang selama ini ia tunggu sudah meninggal.

Ia kemudian meminta Nakako untuk pergi dari rumah itu. Sekalian ia juga menitipkan, sebuah karya tulisan miliknya untuk dilihat Ayah Nakako.

Seperginya dari sana, Nakako melihat kepulan asap dari rumah Shinichirou. Tampaknya, Shichirou hendak menyusul Mariko.


Pada suatu hari saat liburan musim panas, Nakako bertolak ke Peru untuk menyusul Ayahnya di sana. Di pesawat ia melihat buku kesusatraan, dimana nama Shinichirou masuk ke dalam daftar nominator penghargaan sastra terbaik tahun itu.

Rupanya, Nakako langsung memberikan tulisan itu ke editor Ayahnya, sehingga hasilnya jadi demikian. Ini membuktikan, bahwa Shinichirou memang berbakat.

 

Cerita 2 : Dari Laut

Kazuya adalah seorang anak yang biasa tinggal di kota besar, kini harus menetap di sebuah kota kecil di pesisir laut. Kebetulan, Ayah Kazuya yang bekerja di bidang konstruksi harus mengurus proyek pembangunan di kota kelahirannya.

Di tempat baru itu, mereka bertiga menempati sebuah rumah tua peninggalan Nenek Kazuya. Suasana yang berbeda membuat Kazuya kesulitan beradaptasi dengan lingkungan baru.

Saat sedang berjalan-jalan mengelilingi kota dengan sepeda, Kazuya bertemu dengan seorang anak gadis di sebuah tebing.

Kazuya sangat kaget karena gadis itu mengetahui namanya. Padahal ia baru pindah tiga hari dan belum punya teman sama sekali.

Gadis yang kelihatannya sebaya dengan Kazuya itu tiba-tiba menangis bahagia. Sebab ia sudah lama menanti Kazuya. Ia kemudian mengajak Kazuya berkunjung ke rumahnya yang ada di atas bukit.

Gambar Cerita Kazuya dan Mayuko
Rumah Terbengkalai di Atas Bukit

Kazuya dibawa menuju sebuah rumah bergaya Eropa yang tampak sudah lama terbengkalai. Meski begitu, Kazuya merasa seperti pernah berkunjung ke sana. Lalu tiba-tiba saja, anak gadis itu menghilang.

Di rumahnya, Kazuya bertanya pada Ibunya apa mereka pernah ke kota ini sebelumnya. Menurut Ibunya, Kazuya selama ini lahir dan besar di Tokyo. Kalau pun pernah datang ke kota ini hanya saat usia Kazuya masih 2 tahun.

Maka dari itu, mustahil Kazuya punya ingatan soal kota tersebut. Lebih-lebih lagi ingatan soal rumah terbengkalai di atas bukit.

Masih penasaran dengan rumah tersebut, keesokannya Kazuya mengunjungi rumah itu lagi. Saat ia masuk ke dalam, ia bertemu dengan anak gadis yang wujudnya jauh lebih dewasa daripada kemarin.

Gadis itu lalu mengajaknya untuk minum teh. Kazuya terpukau dengan interior dalam rumah yang ternyata tampak mewah.

Lagi-lagi ia merasakan déjà vu, seolah-olah pernah merasakan suasana yang sama. Ia lalu menanyakan siapa nama gadis itu.

Namun gadis itu meminta agar Kazuya bisa mengingat namanya sendiri, ditambah ia sudah tidak punya banyak waktu. Kesal mendengar jawaban seperti itu, Kazuya jadi marah dan pergi dari tempat itu.


Hari-hari berlalu dan Kazuya berusaha untuk tidak memikirkan gadis itu. Namun pada  suatu malam, Kazuya mendengar bahwa perusahaan Ayahnya akan meratakan rumah di atas bukit untuk membangun hotel.

Kazuya bilang pada Ayahnya, kalau ada seorang gadis yang tinggal di sana. Tentu saja Ayahnya membantah, karena di sana cuma rumah kosong yang tak berpenghuni.

Kalau pun dulu ada yang pernah tinggal di sana, itu hanya seorang nenek-nenek yang sudah meninggal 10 tahun lalu. Kazuya kemudian meminta Ayahnya untuk menceritakan soal rumah itu.

Katanya, mendiang nenek yang tinggal di rumah itu sangat cantik waktu mudanya. Nenek itu adalah seorang anak tunggal pemilik bank. Ia kehilangan kekasihnya akibat gugur di medan perang.

Sejak kecil nenek itu sering sakit-sakitan. Makanya, villa di atas bukit sengaja dibangun untuk memulihkan kesehatannya.  

Meski sudah mendengar cerita tersebut, hal itu tetap tidak bisa menerangkan ingatan Kazuya. Maka dari itu, Kazuya memutuskan untuk berkunjung ke sana lagi besok.

Saat Kazuya berkunjung ke sana, lagi-lagi gadis itu tampak lebih dewasa daripada saat terakhir dia temui. Gadis itu kemudian mengajak Kazuya untuk mengingat masa lalu.

Rupanya, Kazuya adalah reinkarnasi dari kekasih gadis itu. Keduanya sudah bertunangan, tapi Kazuya gugur di medan perang.

Meski Kazuya sudah tiada, gadis yang bernama Mayuko itu berjanji akan selalu menunggu Kazuya di ujung tebing sana. Dan Mayuko pun terus menunggu hingga akhir hayatnya.

Setelah mendapatkan kembali ingatan kehidupan sebelumnya, Kazuya tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri. Ia mengalami demam tinggi dan mengigau memanggil-manggil nama Mayuko.

 

Beberapa tahun berlalu, Kazuya tumbuh jadi lelaki keren yang digandrungi banyak anak cewek. Meski begitu, ia bertekad bahwa sekarang adalah gilirannya untuk menunggu Mayuko.

Pada suatu hari saat pulang bersepeda, ia menemukan sosok anak gadis yang sedang termenung menatap ke arah laut. Kazuya lalu memanggil gadis itu dengan nama Mayuko,

Tentu saja anak gadis itu terkejut karena Kazuya tahu namanya. Padahal ia baru pindah ke kota tersebut kemarin.

Kazuya lalu menawarkan untuk membonceng gadis itu. Ia akan menceritakan semuanya pelan-pelan, sampai Mayuko bisa mengingat masa lalu mereka.

 

Cerita 3 : Tragedi Terakhir Keluarga Kirigamine

Noriko bersama Takashi—teman masa kecilnya, melakukan sebuah perjalanan ke Desa Madou yang lokasinya cukup terpencil di perfektur Okayama. Untuk mencapai desa tersebut, mereka harus melewati hutan diantara apitan pegunungan.

Perjalanan keduanya ke sana bukan tanpa sebab. Noriko diminta kakeknya yang sedang sakit untuk mengantarkan sebuah barang kepada Tome Kirigamine—cinta pertama sang kakek.

Namun untuk menemukan desa terpencil itu, Noriko dan Takashi sampai harus berputar-putar di tempat yang sama. Saat keduanya sudah kepayahan, tiba-tiba mereka melihat sebuah hamparan perkebunan di tengah kaki gunung.

Mereka berhasil menemukan Desa Madou dan sampai di rumah Nenek Tome. Hanya saja, Noriko merasakan suasana horror ketika datang ke sana.

Rumah Hantu di Desa Madou
Rumah Kirigamine

Nenek Tome menawarkan keduanya untuk bermalam sebelum kembali besok. Meski menolak, situasi hujan deras yang mendadak membuat mereka terpaksa harus bermalam.

Setelah Takashi bercanda soal Nenek Tome, tiba-tiba mereka dibuat kaget dengan kemunculan Nenek Tome yang kini ada dua orang. Ternyata Nenek Tome memiliki adik kembar yang bernama Ume.

Petir lalu menyambar dengan dahsyat, sehingga memadamkan lampu di rumah keluarga Kirigamine. Tiba-tiba muncul dua orang nenek lainnya yang mirip dengan Nenek Tome dan Ume.

Lama kelamaan mereka muncul menjadi lima orang. Rupanya Nenek Tome kembar lima. Hanya saja mereka berlima terlalu mirip, dimulai dari wajah, pakaian, model rambut, dan lainnya.

Noriko yang ketakutan lantas bersiap untuk tidur. Namun, ia kesulitan tidur karena mendengar suara rame dari ruang sebelah.

Saat ia memeriksa ruang sebelah, ia heran karena ruangan tersebut kosong melompong. Merasa bingung, Takashi muncul dan menjelaskan bahwa itu adalah fenomena porter guys (terdengar rame, meski tidak ada orang sama sekali).

Mendengar itu, Noriko jadi semakin ketakutan. Sialnya lagi, tiba-tiba ia jadi kebelet ingin ke toilet. Nenek Tome tiba-tiba muncul dan memberitahu bahwa lokasi kakus berada luar rumah.

Sambil ditemani Takashi, Noriko terpaksa memakai kakus tersebut. Ia memastikan bahwa Takashi masih berada di luar menunggu.

Namun, Noriko mendengar teriakan suara Takashi. Saat keluar, ia tak melihat Takashi dimanapun.

Sosok mengerikan kemudian meraih kaki Noriko, sehingga membuatnya menjerit. Noriko memukuli sosok mengerikan itu menggunakan sebuah tongkat panjang.

Noriko tak tahu, kalau sosok itu adalah Takashi yang ga sengaja nyemplung ke septic tank. Noriko yang panik segera masuk ke dalam rumah, tapi ia gak menemukan siapa-siapa di sana.

Anehnya, suara ribut-ribut di ruangan sebelah terdengar semakin kencang. Saat Noriko membuka ruangan itu, suasana jadi senyap seketika.

Ia kemudian menutup ruangan itu, tapi ruangan itu terdengar rame kembali. Noriko memutuskan membuka ruangan itu kembali dengan harapan suara ribut-ribut itu reda.

Tapi Noriko kaget bukan main waktu melihat berbagai sosok hantu Jepang di dalam sana.

Gambar Hantu Jepang Lagi Pesta
Hantu Lagi Kumpul Arisan

Di pojok ruangan, kelima orang nenek kembar Kirigamine terikat. Mereka berlima menyuruh Noriko supaya kabur menyelamatkan diri.

Maka terjadilah aksi kejar-kejaran antara hantu dan Noriko hingga ke luar rumah. Pada akhirnya Noriko berhasil ditangkap oleh para hantu mengerikan itu dan ia pun pingsan.


Samar-samar ia tersadar dan mendengar kumpulan suara banyak orang dalam satu ruangan. Di sana juga ada Takashi yang ikut bergabung.

Rupanya, terror itu adalah ulah penduduk Desa Madou yang mengenakan kostum hantu. Menurut kepercayaan mereka, jika ada orang yang pingsan karena ditakut-takuti di Desa Madou, itu berarti mereka akan panen raya tahun ini.

Takashi yang tercebur septic tank terpaksa diselamatkan penduduk, sehingga hanya Noriko yang ditakut-takuti. Kesal mendengarnya, Noriko memutuskan untuk ikut minum dan bersenang-senang bersama para penduduk desa.

Keesokannnya, mereka berdua melakukan perjalanan kembali ke rumah. Sekembalinya dari sana, Noriko menceritakan pengalaman tersebut pada Ibunya.

Ibunya tak percaya, sebab Desa Madou sudah lama terkubur akibat tsunami 10 tahun yang lalu. Kakek yang pikun bahkan sudah sepuluh kali meminta Ibunya Noriko untuk melakukan hal yang sama.

Pernyataan Ibunya tentu saja membuat Noriko menjadi bingung. Makanya, ia lalu bercerita pada Takashi.

Mendengar itu, Takashi bilang itu adalah hal yang hebat. Bahkan kalau bisa mereka berkunjung kembali ke desa ghaib itu.

Sementara itu di Desa Madou, para hantu sedang sibuk bercocok tanam. Mereka senang karena tahun itu akan panen raya.

 

Cerita 4 : Tsukiko, Urutan ke-17

Saat ini Tsukiko tinggal di rumah sepupunya yang bernama Tetsurou Nanbaguri. Ia dititipkan di sana, karena Ayahnya harus bekerja di luar negeri selama 2 tahun.

Tetsurou adalah seorang yang maniak terhadap hal-hal ghaib. Pada suatu hari, Tsukiko dinyatakan terpilih sebagai nomor urut ke-17 di ulang tahun Tetsurou yang ke-17 pada tanggal 17 bulan ini.

Itu berarti Tsukiko diminta untuk jadi objek uji coba ghaib-nya Tetsurou. Tsukiko yang sibuk mengatakan bahwa dia ingin melihat Kenkemine idolanya—seorang kakak kelas dari klub basket.

Hari itu sepertinya adalah keberuntungan Tsukiko. Kenkemine rupanya selama ini memperhatikan Tsukiko dan hendak mengajaknya kencan.

Tentu saja Tsukiko jadi kegirangan. Teman perempuannya sampai menyelamati, sebab Tsukiko adalah perempuan pertama yang pernah diajak oleh Kenkemine.

Malamnya, Tsukiko bersiap untuk tidur. Namun, tiba-tiba ia merasa terganggu dengan suara berisik di kamarnya.

Ritual Pemanggilan Arwah Leluhur
Contoh Sepupu Syaiton

Ternyata Tetsurou berada di kamarnya mengenakan pakaian ritual sambil membawa tiga lilin. Katanya, ia ingin melakukan uji coba pemanggilan leluhur Tsukiko.

Karena Tsukiko menolak, Tetsurou mengancam akan menceritakan segala hal soal Tsukiko kepada Kenkemine. Kenkemine dan Tetsurou adalah teman sekelas dan kebetulan tempat duduk mereka berdekatan. 

Merasa terpojok, Tsukiko akhirnya menuruti kemauan aneh Tetsurou.

Ritual yang dilakukan Tetsurou berhasil melepas roh Tsukiko dari raganya. Di tengah-tengah ritual, Tetsurou malah kebelet boker.

Sekembalinya dari toilet, Tetsurou melanjutkan pemanggilan mantra arwah. Cerobohnya, ia salah membaca mantera.

Alih-alih membaca mantra pemanggilan leluhur, ia malah baca mantra untuk memanggil arwah penasaran. Para arwah penasaran datang dan berebut menempati raga Tsukiko.

Tsukiko pun kembali sadar dan Tetsurou menyudahi ritual hari ini. Tanpa disadari, Tsukiko yang asli ternyata belum kembali ke tubuh aslinya.

Seorang arwah asing ternyata menempati tubuh Tsukiko. Yang menyebalkan, arwah itu mengomentari Tsukiko yang tidak bisa merawat tubuhnya dengan baik.

Dengan keberadaan arwah tersebut, sifat Tsukiko otomatis berubah 180 derajat. Ia jadi jauh lebih feminin dan lembut. Tsukiko bahkan meminjam alat make up ke bibinya (Ibu Tetsurou).

Tsukiko yang kebingungan berhasil mendapatkan cara berkomunikasi dengan Tetsurou, yaitu menggunakan media cermin. Mereka kemudian melakukan upaya ritual penukaran arwah, tapi tak berhasil.

Sampai tiba hari dimana Tsukiko akan berkencan dengan Kak Kenkemine. Anehnya, arwah tersebut tahu bahwa mereka akan pergi kencan.

Gerak geriknya yang tahu segala hal, membuat Tetsurou sadar bahwa arwah asing tersebut sudah lama mengawasi Tsukiko. Tetsurou kemudian mewawancarai teman-teman klub basket Kenkemine.

Ia mendapat informasi, bahwa ada seorang laki-laki bernama Jyunichi Sasaki yang cukup dekat dengan Kenkemine. Rupanya baru-baru ini, Jyunichi meninggal karena kecelakaan motor.


Hari kencan yang dinanti tiba. Tetsurou dan arwah Tsukiko membuntuti keduanya.

Menggunakan tubuh Tsukiko, arwah asing tersebut bersikap sangat agresif, sehingga membuat Kenkemine jadi pucat. Kenkemine kemudian berterus terang pada Tsukiko kalau dirinya gay. 

Kenkemine mengira, berhubungan dengan seorang perempuan bisa membuatnya lupa soal kematian pacarnya yang bernama Jyunichi.

Arwah asing itu lalu mengaku pada Kenkemine bahwa dirinya adalah Jyunichi. Arwah Jyunichi bertanya pada Kenkemine, apakah ia bisa mencintainya dengan tubuh barunya.

Tetsurou lalu menyuruh Tsukiko untuk buru-buru merebut tubuhnya. Sebab arwah Jyunichi kelihatannya mulai melemah.

Tsukiko sangat senang karena bisa kembali ke tubuh asalnya. Samar-samar, ia melihat sosok hantu lelaki yang nempel di Kenkemine.

Ditempelin Arwah Gay Pic
Sampai Mati Masih Cinta

Pada akhirnya Tsukiko kembali ke sifat aslinya yang cuek dan kurang feminin. Bibinya sampai dibuat heran dengan perubahan sifat Tsukiko yang kembali ke awal.

Keesokannya, teman sekolahnya terkejut mengetahui Tsukiko sudah tidak tertarik lagi pada Kenkemine. Ditambah Tsukiko tidak mau menjelaskan alasannya.

Tiba-tiba, Tetsurou menemuinya dan mengatakan bahwa Tsukiko mendapat nomor urut 19 yang bertepatan dengan tanggal hari itu dan nomor absennya.

Rupanya Tetsurou tidak kapok sama sekali. Ia masih bersikeras ingin memanggil leluhur Tsukiko.

 

Cerita 5 : Undangan ke Dunia Kegelapan (Cerita Pendek)

Tersedot Buku Dongeng Image
Buku Dongeng Aneh

Shiori menemukan sebuah buku dongeng yang berdebu di perpustakaan sekolah. Kellihatannya tak ada yang membacanya, padahal ceritanya sangat bagus.

Tiba-tiba sekelilingnya menjadi gelap dan ia melihat sebuah kastil di pinggir pantai. Seekor naga lalu menyerangnya sehingga ia jatuh dari tebing.

Saat tercebur ke laut, ia melihat sosok siren seperti buku yang dibacanya. Shiori pun berhasil mencapai tepi pantai.

Ia sadar bahwa dirinya sedang bermimpi soal buku yang dibacanya. Samar-samar ia mendengar suara Ibunya memanggil untuk makan malam.

Shiori berusaha menjawab Ibunya, tapi tak bisa. Ternyata Shiori tersedot ke dalam buku cerita yang dibacanya.

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar